Sinergi Strategis Ulama dan Parlemen Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia yang Berdaulat

ruangdoa.com – Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI yang tergabung dalam Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia melakukan kunjungan resmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 30 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyuarakan perdamaian global di tengah dinamika konflik internasional yang kian kompleks.

Rombongan parlemen tersebut menghadirkan tokoh-tokoh kunci seperti Ahmad Doli Kurnia Tanjung dari Fraksi Golkar, Eva Monalisa dari Fraksi PKB, Mardani Ali Sera dari Fraksi PKS, serta perwakilan DPD RI, Ahmad Bastian SY. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan MUI, di antaranya Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Wasekjen MUI Safira Machrusah, dan Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI Bunyan Saptomo.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara berdaulat membawa tanggung jawab moral yang besar untuk berperan aktif di kancah internasional. Beliau menekankan bahwa Indonesia harus mampu memaksimalkan posisinya sebagai kekuatan yang menyuarakan hati nurani umat manusia demi terciptanya tatanan dunia yang lebih adil.

Buya Amirsyah juga menjelaskan bahwa kekuatan moral untuk perdamaian ini harus diwujudkan melalui sinergi nyata antara ulama sebagai pembimbing umat dan parlemen sebagai representasi politik rakyat. Salah satu contoh nyata yang terus konsisten dilakukan MUI adalah pembelaan terhadap kemanusiaan di Palestina. MUI tidak hanya bersuara di forum internasional, tetapi juga menyalurkan bantuan material secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen nyata terhadap nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan kemanusiaan universal.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Ahmad Doli Kurnia selaku perwakilan parlemen menyatakan bahwa upaya mewujudkan perdamaian dunia tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda politik formal pemerintah semata. Menurutnya, isu perdamaian harus dibangun sebagai gerakan moral masyarakat yang luas agar memiliki daya dorong yang lebih kuat.

Kolaborasi dengan MUI dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di tingkat global. Melalui dukungan dan nasihat para ulama, parlemen berharap dapat mendorong pemerintah agar lebih proaktif dalam mengambil peran penengah guna mengakhiri berbagai konflik bersenjata yang saat ini masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Sinergi kolektif antara parlemen, ulama, dan organisasi kemasyarakatan Islam ini diharapkan mampu menggalang dukungan publik yang lebih besar. Dengan menyatukan kekuatan politik dan otoritas moral keagamaan, Indonesia berpeluang besar menjadi lokomotif perdamaian yang dihormati oleh masyarakat internasional.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga