ruangdoa.com – Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia pasti menghadapi berbagai tantangan atau memiliki keinginan besar yang ingin diwujudkan. Sebagai hamba yang beriman, Islam memberikan sarana spiritual berupa sholat sunnah hajat sebagai jalan untuk memohon kemudahan langsung kepada Allah SWT. Sholat ini menjadi bentuk ikhtiar batiniah agar segala urusan dimudahkan atau masalah yang sedang dihadapi diberikan jalan keluar terbaik.
Secara bahasa, "hajat" berarti kebutuhan atau keperluan. Melaksanakan sholat hajat mencerminkan sikap seorang hamba yang berusaha maksimal sekaligus berserah diri atas segala ketetapan-Nya. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 45 yang menekankan pentingnya sholat sebagai penolong dalam kesulitan.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
Wasta’īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh(ti), wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāsyī’īn.
Artinya: "Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
Hukum dan Waktu Pelaksanaan Sholat Hajat
Sholat hajat memiliki hukum sunnah, yang berarti pengerjaannya mendatangkan pahala besar, namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Sholat ini dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, selama bukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.
Namun, bagi Anda yang ingin meraih kekhusyukan maksimal, waktu yang paling dianjurkan adalah pada sepertiga malam terakhir, yakni sekitar pukul 01.00 WIB hingga menjelang waktu Subuh. Pada waktu tersebut, pintu langit diyakini terbuka lebar bagi hamba-Nya yang bermunajat. Jumlah rakaat sholat hajat adalah dua rakaat dengan satu kali salam.
Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat
Berikut adalah panduan praktis urutan melaksanakan sholat hajat sesuai dengan tuntunan:
- Membaca Niat Sholat Hajat
اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala." - Takbiratul Ihram
- Membaca Doa Iftitah
- Membaca Al-Fatihah dan Surah Pendek Al-Qur’an
- Rukuk dan I’tidal
- Sujud Dua Kali
- Duduk di Antara Dua Sujud
- Rakaat Kedua (Dilakukan sama seperti rakaat pertama)
- Tasyahud Akhir dan Salam
Rangkaian Zikir dan Doa Setelah Sholat Hajat
Setelah menyelesaikan sholat, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan menyambungnya dengan rangkaian zikir dan doa agar permohonan lebih mustajab.
1. Membaca Istighfar (100 kali)
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبِّيْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
Astaghfirullahal ‘azhim rabbi min kulli dzanbin wa atubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dosa dan aku bertobat kepada-Nya."
2. Membaca Sholawat Nabi (Minimal 100 kali)
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِهِ رِضَاءَ الرِّضَا
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin shalatar-ridha wardha’an ashhabihir riddhar-ridha.
Artinya: "Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah sahabat-sahabat beliau semuanya."
3. Membaca Doa Utama Sholat Hajat
Sesuai riwayat Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa, bacalah doa berikut dengan penuh ketundukan hati:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim. Subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. As aluka muujibaati rahmatika wa ‘aazaaima maghfiratika wal ghaniimata min kulli birri wassalaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghafartah walaa hamman illaa farajtah walaa haajatan hiya laka ridhan illa qadhaitahaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang."
Melalui Sholat Hajat, seorang muslim diajarkan untuk selalu bergantung hanya kepada Sang Pencipta. Dengan kombinasi antara usaha yang nyata dan doa yang tulus, insyaAllah segala keinginan yang membawa kebaikan akan dikabulkan oleh Allah SWT.








