ruangdoa.com Masjid dalam agama Islam dikenal sebagai rumah Allah SWT yang berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan umat Islam. Di dalam Al-Qur’an dan hadits, masjid menempati kedudukan yang sangat penting bagi kehidupan seorang muslim. Rasulullah SAW banyak menjelaskan keutamaan masjid yang tidak hanya menjadi tempat salat, namun juga tempat berkumpul, belajar agama, serta mempererat hubungan antar sesama muslim.
Mengacu pada buku Mutiara Hadis Qudsi karya Ahmad Abduh Iwadh, Abu Sa’id Al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda dengan menyampaikan firman Allah SWT yang menyatakan bahwa sesungguhnya para penziarah-Ku di masjid adalah orang-orang yang memakmurkannya (HR Abu Nuaim). Hadits ini menegaskan bahwa masjid merupakan tempat terbaik di bumi yang paling dicintai oleh Allah SWT sehingga memiliki kedudukan mulia dan dinisbahkan langsung kepada-Nya sebagai bentuk penghormatan.
Hati orang-orang yang mencintai Allah SWT akan selalu terpaut dengan masjid. Mereka merasa dekat dengan rumah Allah dan senang berada di dalamnya untuk berzikir serta beribadah. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nur ayat 36 yang berbunyi فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ dengan arti bahwa cahaya itu ada di rumah-rumah yang telah Allah perintahkan untuk dimuliakan dan disebut di dalamnya nama-Nya. Di dalamnya senantiasa bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
Allah SWT juga memerintahkan hamba-Nya untuk memuliakan masjid dan menjaga pembangunannya. Di dalam masjid, nama Allah harus selalu disebut melalui pembacaan Al-Qur’an, tasbih, tahlil, serta berbagai bentuk zikir lainnya. Ibnu Rajab dalam Jamiul Ulum wal Hikam memaparkan sebuah riwayat bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah satu kaum duduk di salah satu rumah Allah, mereka membaca Kitabullah dan mengkajinya sesama mereka, melainkan ketenangan turun pada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di makhluk yang ada di samping-Nya. Hal ini menjadi dalil disunnahkannya duduk di masjid sambil mempelajari Al-Qur’an.
Berikut adalah beberapa keutamaan luar biasa bagi umat Islam yang rajin pergi ke masjid atau rumah Allah SWT.
Pertama adalah mendapatkan jamuan di surga. Orang yang melangkahkan kaki menuju masjid atau kembali darinya akan mendapatkan balasan istimewa. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang pergi ke masjid atau pulang dari masjid, maka Allah menyediakan untuknya jamuan dalam surga setiap ia pergi dan pulang. Setiap langkah menuju masjid bernilai pahala dan menjadi sebab seseorang mendapatkan kenikmatan di surga.
Kedua adalah setiap langkah kaki dapat menghapus dosa. Keutamaan lain dari pergi ke masjid adalah dihapuskannya dosa dan ditinggikannya derajat seseorang di sisi Allah SWT. Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi SAW menjelaskan bahwa barang siapa yang bersuci atau berwudhu di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu masjid untuk menunaikan kewajiban, maka salah satu langkahnya akan menghapuskan dosa dan langkah lainnya akan mengangkat derajatnya.
Ketiga adalah mendapat ketenangan dan rahmat dari Allah. Masjid adalah rumah bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka yang rutin pergi ke masjid akan merasakan ketenangan hati. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Thabrani bahwa masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertakwa dan Allah memberi jaminan ketenangan serta rahmat bagi mereka yang menganggap masjid sebagai rumahnya.
Keempat adalah perjalanan ke masjid dicatat sebagai kebaikan. Sahabat Ubay bin Ka’ab RA pernah menceritakan seorang Anshar yang rumahnya sangat jauh namun tidak pernah meninggalkan salat berjamaah. Ia sengaja berjalan kaki agar waktu berangkat dan pulangnya dihitung sebagai amal kebaikan. Rasulullah SAW kemudian bersabda لَقَدْ جَمَعَ اللَّهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ yang artinya Allah telah mengumpulkan semua pahala itu untukmu.
Kelima adalah jaminan selamat melintasi Shirathal Mustaqim. Nabi SAW menyampaikan bahwa Allah SWT akan memberikan ketenangan dan keselamatan kepada hamba-Nya saat melewati jembatan Shirath pada hari kiamat bagi mereka yang menjadikan masjid sebagai tempat utamanya. Dalam riwayat Thabrani disebutkan bahwa Allah memberi jaminan keselamatan ketika melintasi Shirath menuju keridhaan Allah sampai ke surga bagi orang yang memakmurkan masjid.








