ruangdoa.com – Sholat taubat merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang ingin kembali suci dan membersihkan diri dari noda dosa. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penyesalan yang sungguh-sungguh serta permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala khilaf yang telah diperbuat selama hidup.
Dasar hukum pelaksanaan sholat taubat merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Beliau menyampaikan bahwa tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik dan mendirikan sholat dua rakaat kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya. Selain itu, perintah bertaubat juga ditegaskan dalam Al-Qur’an surah At-Tahrim ayat 8 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaubat dengan taubatan nasuha atau taubat yang semurni-murninya.
Niat Sholat Taubat
Sebelum memulai sholat, seorang Muslim perlu memantapkan niat di dalam hati. Berikut adalah bacaan niat sholat taubat dua rakaat yang bisa diamalkan:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Pelaksanaan
Secara teknis, sholat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara yang sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Langkah-langkahnya meliputi:
- Niat dan Takbiratul Ihram.
- Membaca doa Iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek Al-Qur’an.
- Rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan melakukan gerakan yang sama.
- Duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.
Ibadah ini memiliki keutamaan untuk menentramkan hati yang gelisah akibat beban dosa serta menjadi jalan untuk mendekatkan diri kembali kepada Sang Pencipta.
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
Sholat taubat tidak memiliki waktu khusus yang mengikat. Ibadah ini dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam hari. Namun, sangat dianjurkan untuk segera melaksanakannya sesaat setelah seseorang menyadari kesalahan atau dosa yang dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, seperti saat matahari tepat di atas kepala atau setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Taubat
Setelah selesai salam, rangkaian ibadah taubat dilanjutkan dengan memperbanyak dzikir dan membaca doa khusus. Berikut adalah urutan yang dapat diikuti:
1. Membaca Istighfar Taubat
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُورًا
Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat maupun manfaat, mati, hidup, ataupun kebangkitan dari kematian nanti."
2. Membaca Doa Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaashidqika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu’u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."








