ruangdoa.com – Memasuki fase sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, umat Islam mulai meningkatkan intensitas ibadahnya demi mengejar kemuliaan malam Lailatulqadar. Malam ini merupakan waktu yang sangat istimewa karena nilai pahala ibadahnya setara dengan seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Mengingat rata-rata usia umat manusia saat ini berkisar antara 60 hingga 70 tahun, mendapatkan Lailatulqadar adalah bonus luar biasa yang tidak boleh dilewatkan.
Ustaz Abi Azkakia menekankan bahwa kunci utama untuk menjemput malam mulia ini bukan sekadar terjaga sepanjang malam atau begadang, melainkan tentang kualitas ibadah dan kebersihan diri yang menyeluruh. Mengingat adanya potensi perbedaan awal penetapan puasa, umat Islam disarankan untuk memaksimalkan ibadah pada seluruh malam di sepuluh hari terakhir, terutama pada malam-malam ganjil, tanpa harus pilih-pilih malam tertentu.
Selain fokus pada ritual ibadah seperti salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an, ada aspek sosial dan kebersihan yang sering kali luput dari perhatian namun berdampak besar pada keabsahan ibadah. Ustaz Abi mengingatkan agar kita tidak menjadi penyebab batalnya ibadah orang lain akibat kelalaian dalam menjaga kebersihan fasilitas umum, khususnya kamar mandi atau toilet.
Salah satu perilaku yang disoroti adalah penggunaan WC duduk di tempat umum. Masih banyak ditemukan kebiasaan buruk di mana seseorang buang air kecil sambil berdiri pada toilet duduk, sehingga air seni berceceran di area dudukan toilet. Hal ini tergolong tindakan zalim karena dapat merugikan orang lain yang akan menggunakan fasilitas tersebut setelahnya.
Jika ada orang lain yang sedang terburu-buru dan langsung menggunakan toilet tersebut tanpa menyadari adanya bekas najis, maka najis tersebut akan menempel pada pakaian mereka. Akibatnya, salat atau ibadah yang dilakukan orang tersebut menjadi tidak sah karena syarat suci dari najis tidak terpenuhi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan toilet bukan hanya soal etika, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral agar tidak menghalangi ketaatan orang lain kepada Allah SWT.
Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta meningkatkan konsistensi ibadah, peluang untuk mendapatkan keberkahan Lailatulqadar akan semakin terbuka lebar. Mari manfaatkan sisa Ramadan ini dengan memperbaiki hubungan kepada Sang Pencipta sekaligus menjaga adab terhadap sesama manusia.








