Alasan Mengapa Hewan Kurban Jantan Lebih Direkomendasikan dalam Syariat dan Ilmu Ternak

ruangdoa.com – Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam, menjelaskan bahwa dalam ibadah kurban, umat Islam diperbolehkan memilih hewan jantan maupun betina. Hal yang paling mendasar adalah hewan tersebut harus memenuhi syarat syar’i, mulai dari jenis hewan (bahimatul an’am), kecukupan usia, hingga kondisi fisik yang sehat dan tidak cacat. Meski secara hukum asal keduanya sah, terdapat alasan kuat mengapa hewan jantan sangat dianjurkan untuk dipilih.

Ibadah kurban adalah sarana mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Swt. sekaligus bentuk syukur atas limpahan rezeki. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 34 yang menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban disyariatkan agar umat Islam menyebut nama Allah atas karunia hewan ternak yang diberikan-Nya. Sebagai bentuk penghambaan total, pemilihan hewan terbaik menjadi poin utama dalam ibadah ini.

Berikut adalah tiga alasan utama mengapa hewan kurban jantan lebih utama dibandingkan hewan betina.

1. Nilai Pengorbanan Melalui Harga yang Lebih Tinggi

Salah satu indikator keutamaan hewan kurban adalah nilainya. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadits riwayat Bukhari bahwa hewan kurban yang paling utama adalah yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya.

Secara umum di pasar ternak, hewan jantan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan hewan betina. Dengan memilih hewan yang lebih mahal, seorang Muslim menunjukkan kesungguhan dalam berkorban dan memberikan yang terbaik dari harta yang dimilikinya untuk Allah Swt. Nilai finansial ini mencerminkan kedalaman rasa syukur dan kesiapan melepas sesuatu yang berharga demi ketaatan.

2. Mengikuti Sunnah dan Petunjuk Para Ulama

Memilih hewan jantan merupakan bentuk ittiba’ atau mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadits Muttafaq ‘alaih, Anas bin Malik ra. mengisahkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing jantan yang berwarna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya sendiri dengan menyebut nama Allah dan bertakbir.

Berdasarkan teladan Nabi tersebut, para ulama memberikan rekomendasi serupa. Imam Nawawi dalam Mazhab Syafi’i menyatakan bahwa berkurban dengan hewan jantan lebih utama daripada betina. Begitu pula Imam Abu Bakr Ibnul ‘Arabi yang berpendapat bahwa pilihan jantan adalah yang paling tepat dalam menjalankan syariat kurban.

3. Menjaga Keberlanjutan Populasi dalam Ilmu Peternakan

Dari perspektif ilmu peternakan, anjuran mengonsumsi atau menyembelih hewan jantan berkaitan erat dengan menjaga populasi ternak. Hewan betina memiliki peran vital sebagai produsen atau indukan untuk melahirkan generasi ternak baru.

Sapi atau kerbau betina membutuhkan waktu kehamilan dan menyusui sekitar satu tahun, sementara kambing atau domba membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan untuk siklus hamil hingga menyapih. Jika hewan betina produktif banyak disembelih, maka regenerasi ternak akan terhambat dan populasi bisa menurun drastis. Sebaliknya, hewan jantan pada usia kurban (1-2 tahun untuk kambing/domba dan 2-3 tahun untuk sapi) umumnya sudah melewati masa kawin optimal dan siap untuk dikonsumsi tanpa mengganggu stabilitas populasi di masa depan.

Mempertimbangkan aspek syariat dan kemaslahatan ekonomi, lembaga seperti Dompet Dhuafa konsisten memastikan hewan kurban yang disalurkan adalah hewan jantan. Melalui program Tebar Hewan Kurban yang telah berjalan lebih dari 30 tahun, Dompet Dhuafa menerapkan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan sesuai syariat, sekaligus memberdayakan peternak lokal di berbagai pelosok negeri. Dengan memilih hewan jantan, Anda tidak hanya menjalankan ibadah sesuai sunnah, tetapi juga turut menjaga ekosistem peternakan nasional.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga