ruangdoa.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi dengan para kiai dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara umara (pemerintah) dan ulama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa serta isu global.
Acara tersebut dihadiri oleh sedikitnya 158 tokoh Islam dari berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 86 orang merupakan pimpinan pusat ormas Islam, sementara sisanya terdiri dari tokoh-tokoh agama berpengaruh serta pimpinan pondok pesantren. Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan strategis ini adalah Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Dr. K.H. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A.
Dalam keterangan resminya, Kiai Ahmad Kusyairi menekankan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan di bulan Ramadan. Forum ini berfungsi sebagai ruang dialog produktif untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu strategis, baik yang menyangkut stabilitas dalam negeri maupun posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia yang terus berubah.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah sikap konsisten pemerintah Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. IKADI secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian dan keteguhan Presiden Prabowo dalam membela hak-hak rakyat Palestina di berbagai forum internasional. Dukungan ini dinilai sangat krusial mengingat situasi kemanusiaan di Palestina yang masih memerlukan perhatian serius dari komunitas global.
Menurut pandangan IKADI, keberpihakan Indonesia terhadap Palestina bukan hanya merupakan bentuk solidaritas sesama muslim, melainkan perwujudan nyata dari amanat Pembukaan UUD 1945. Konstitusi Indonesia secara tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Selain isu Palestina, dialog ini juga membahas pentingnya penguatan sinergi antara ulama dan pemerintah dalam membangun bangsa. Kiai Kusyairi menjelaskan bahwa kerja sama yang solid antara pemimpin negara dan tokoh agama sangat dibutuhkan untuk menghadapi dampak perubahan global yang mulai terasa di Indonesia. Dengan adanya ruang komunikasi yang terbuka seperti ini, diharapkan kebijakan pemerintah dapat selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan aspirasi umat demi kemajuan Indonesia di masa depan.








