ruangdoa.com – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam kalender Hijriah. Di dalamnya terdapat dua hari yang sangat istimewa, yakni hari Tasua pada 9 Muharram dan hari Asyura pada 10 Muharram. Pada dua hari ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, muncul sebuah pertanyaan bagi kaum wanita yang sedang mengalami masa haid, bagaimana mereka bisa meraih keutamaan hari-hari tersebut sementara mereka dilarang berpuasa dan melaksanakan shalat?
Penting untuk dipahami bahwa haid bukanlah penghalang bagi seorang muslimah untuk tetap beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun ibadah fisik seperti puasa dan shalat tidak diperbolehkan karena kondisi hadas besar, pintu-pintu pahala lainnya tetap terbuka lebar. Berikut adalah berbagai amalan syar’i yang dapat dilakukan wanita haid pada hari Tasua dan Asyura untuk tetap meraih keberkahan.
1. Memperbanyak Zikir dan Doa
Zikir merupakan ibadah lisan yang tidak mensyaratkan seseorang harus dalam keadaan suci dari hadas besar. Wanita haid dapat memanfaatkan waktu-waktu utama di hari Tasua dan Asyura dengan melantunkan kalimat-kalimat tayyibah. Beberapa zikir yang dianjurkan antara lain adalah tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha illallah), serta istighfar untuk memohon ampunan.
Selain zikir, memperbanyak doa juga sangat disarankan. Mengingat hari Asyura adalah hari yang bersejarah di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS, maka berdoa dengan penuh keyakinan di hari ini memiliki nilai spiritual yang tinggi. Gunakan kesempatan ini untuk memohon keteguhan iman, kelancaran rezeki, serta kebaikan dunia dan akhirat.
2. Membaca Al-Qur’an Melalui Hafalan atau Perangkat Digital
Mayoritas ulama memperbolehkan wanita haid untuk membaca Al-Qur’an asalkan tidak menyentuh mushaf fisik secara langsung. Di era digital saat ini, muslimah bisa membaca ayat-ayat suci melalui aplikasi Al-Qur’an di smartphone atau melalui hafalan yang sudah dimiliki. Membaca Al-Qur’an dengan tetap merenungi maknanya (tadabbur) akan memberikan ketenangan jiwa sekaligus pahala yang besar di bulan yang mulia ini.
3. Menuntut Ilmu dan Mendengarkan Kajian Islami
Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Wanita yang sedang haid bisa mengisi waktu di hari Tasua dan Asyura dengan mendengarkan ceramah agama, mengikuti kajian online, atau membaca buku-buku literatur Islam. Memahami sejarah hari Asyura dan keutamaan bulan Muharram melalui penjelasan para ulama akan menambah wawasan serta meningkatkan kualitas ketakwaan meskipun sedang tidak bisa berpuasa.
4. Bersedekah Secara Maksimal
Sedekah adalah amalan yang bersifat sosial dan tidak terikat dengan syarat kesucian fisik. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Di hari yang penuh berkah seperti Asyura, bersedekah kepada anak yatim, fakir miskin, atau membantu pembangunan masjid sangat dianjurkan. Amalan ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial seorang muslimah di hari yang istimewa.
5. Menyediakan Hidangan Berbuka bagi Orang yang Berpuasa
Ini adalah salah satu cara paling cerdas bagi wanita haid untuk mendapatkan pahala puasa tanpa harus berpuasa. Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang memberi makan orang yang berbuka puasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun. Dengan menyiapkan hidangan berbuka untuk keluarga, teman, atau tetangga yang menjalankan puasa Tasua dan Asyura, seorang wanita haid tetap bisa mendulang pahala puasa secara utuh.
Melalui berbagai alternatif ibadah di atas, jelas bahwa wanita haid tidak kehilangan kesempatan untuk meraih kemuliaan di bulan Muharram. Islam adalah agama yang memudahkan pemeluknya untuk tetap taat dalam segala kondisi fisik, termasuk bagi para muslimah yang sedang dalam masa berhalangan.








