Panduan Urutan Surat Pendek Juz 30 untuk Sholat Tarawih dan Witir

ruangdoa.com – Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang menjadi ciri khas kemuliaan bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, banyak imam maupun jamaah mandiri yang memilih untuk membaca surat-surat pendek dari Juz Amma atau Juz 30. Selain karena durasinya yang ringkas, susunan surat di akhir Al-Qur’an ini memiliki rima yang indah dan lebih mudah dihafalkan oleh masyarakat umum.

Merujuk pada buku Panduan Shalat Praktis & Lengkap karya Ust. Syaifurrahman El Fati, terdapat anjuran untuk membaca surat pendek secara berurutan sesuai urutan mushaf setelah membaca Al-Fatihah. Hal ini bertujuan agar rangkaian ibadah terasa lebih tertib dan sistematis. Berikut adalah urutan surat pendek yang sering diamalkan pada rakaat pertama dalam rangkaian delapan rakaat sholat Tarawih.

Urutan Surat Pendek untuk Sholat Tarawih

1. Rakaat Pertama: Surat At-Takatsur
Surat ini mengingatkan manusia agar tidak lalai karena kesibukan menumpuk harta dunia hingga melupakan kehidupan akhirat.

  • Arab: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ لَتَرَوْنَ الْجَحِيمَ ثُمَّ لَتَرَوْنَهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
  • Latin: Al-hākumut-takāśur. Hattā zurtumul-maqābir. Kallā saufa ta’lamūn. Summa kallā saufa ta’lamūn. Kallā lau ta’lamuna ‘ilmal-yaqīn. Latarawunnal-jahīm. Summa latarawunnahā ‘ainal-yaqīn. Summa latusalunna yaumaiżin ‘anin-na’īm.
  • Artinya: "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak, sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim. Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kemudian pada hari itu kamu benar-benar akan ditanya tentang segala kenikmatan."

2. Rakaat Kedua: Surat Al-Asr
Menekankan pentingnya waktu dan kerugian bagi manusia yang tidak beriman serta tidak beramal saleh.

  • Arab: وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
  • Latin: Wal-‘asr. Innal-insāna lafī khusr. Illallażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.
  • Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."

3. Rakaat Ketiga: Surat Al-Humazah
Berisi peringatan keras bagi para pengumpat dan pencela yang merasa kekal dengan hartanya.

  • Arab: وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ
  • Latin: Wailul likulli humazatil lumazah. Allażī jama’a mālaw wa ‘addadah. Yaḥsabu anna mālahū akhladah. Kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah. Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah. Nārullāhil-mūqadah. Allatī taṭṭali’u ‘alal-afidah. Innahā 'alaihim muṣadah. Fī ‘amadim mumaddadah.
  • Artinya: "Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Tahukah kamu apakah Hutamah itu? (Yaitu) api Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang."

4. Rakaat Keempat: Surat Al-Fil
Mengisahkan tentang kekuasaan Allah SWT dalam menghancurkan pasukan bergajah yang hendak menyerang Ka’bah.

  • Arab: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ
  • Latin: Alam tara kaifa fa’ala rabbuka biaṣ-ḥābil-fīl. A lam yaj'al kaidahum fī taḍlīl. Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl. Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl. Fa ja'alahum ka'aṣfim makūl.
  • Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."

5. Rakaat Kelima: Surat Quraisy
Mengingatkan suku Quraisy (dan umat manusia) akan nikmat keamanan dan pangan yang diberikan Allah.

  • Arab: لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
  • Latin: Liīlāfi quraīsy. Īlāfihim riḥlatasy-syitāi waṣ-ṣaīf. Falya’budū rabba hāżal-baīt. Allażī aṭ’amahum min jū’iw wa āmanahum min khauf.
  • Artinya: "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah), yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut."

6. Rakaat Keenam: Surat Al-Ma’un
Menjelaskan ciri-ciri pendusta agama, di antaranya mereka yang menghardik anak yatim dan lalai dalam sholatnya.

  • Arab: أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
  • Latin: A raaitallażī yukażżibu bid-dīn. Fa żālikallażī yadu''ul-yatīm. Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ta'āmil-miskīn. Fa wailul lil-muṣallīn. Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn. Allażīna hum yurāūn. Wa yamna’ūnal-mā’ūn.
  • Artinya: "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan memberikan bantuan."

7. Rakaat Ketujuh: Surat Al-Kautsar
Surat terpendek dalam Al-Qur’an yang berisi perintah sholat dan berkurban sebagai bentuk syukur atas nikmat yang melimpah.

  • Arab: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
  • Latin: Innā a’ṭainākal-kauṡar. Fa ṣalli lirabbika wan-ḥar. Inna syāni`aka huwal-abtar.
  • Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus."

8. Rakaat Kedelapan: Surat Al-Kafirun
Menegaskan prinsip toleransi dalam Islam dan ketegasan dalam hal akidah atau peribadatan.

  • Arab: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
  • Latin: Qul yā ayyuhal-kāfirūn. Lā a’budu mā ta’budūn. Wa lā antum ‘ābidūna mā a’bud. Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum. Wa lā antum ‘ābidūna mā a’bud. Lakum dīnukum wa liya dīn.
  • Artinya: "Katakanlah: Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Surat Pendek untuk Sholat Witir

Setelah menyelesaikan rangkaian Tarawih, umat Muslim biasanya menutup ibadah dengan sholat Witir. Jika dilaksanakan dalam tiga rakaat dengan satu kali salam, dianjurkan membaca tiga surat berikut secara berurutan.

1. Surat Al-Ikhlas
Menegaskan kemurnian tauhid bahwa Allah Maha Esa dan tempat bergantung segala sesuatu.

  • Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
  • Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

2. Surat Al-Falaq
Permohonan perlindungan kepada Allah dari kejahatan makhluk, kegelapan malam, dan sihir.

  • Latin: Qul a’ūdzu birabbil-falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin idzā waqab. Wa min sharrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min sharri ḥāsidin idzā ḥasad.
  • Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

3. Surat An-Nas
Permohonan perlindungan dari bisikan setan yang sering menggoda hati manusia.

  • Latin: Qul a’ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min sharril-waswāsil-khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
  • Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia."

Perlu diingat bahwa urutan surat di atas bukanlah sebuah kewajiban mutlak. Setiap Muslim memiliki kebebasan untuk membaca surat mana pun dalam Al-Qur’an sesuai dengan hafalan dan kemampuannya masing-masing. Namun, mengikuti urutan mushaf dapat membantu menjaga konsentrasi dan kekhusyukan dalam beribadah.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga