ruangdoa.com Doa Nabi Yunus Alaihis Salam merupakan salah satu amalan yang sangat populer di kalangan umat Muslim terutama bagi mereka yang memiliki hajat besar atau sedang terjepit dalam kesulitan. Sejarah mencatat bahwa doa ini diamalkan oleh Nabi Yunus saat beliau berada di dalam kegelapan perut ikan paus. Peristiwa ini bermula ketika sang nabi meninggalkan kaumnya, penduduk Ninawa di Maushil, Irak, yang saat itu bersikap ingkar dan enggan bertaubat kepada Allah SWT.
Dalam perjalanan meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus menumpang sebuah kapal yang penuh dengan muatan. Di tengah laut, kapal tersebut mengalami guncangan hebat dan hampir tenggelam karena beban yang berlebih. Para penumpang kemudian bersepakat untuk melakukan undian guna menentukan siapa yang harus keluar dari kapal agar beban berkurang. Atas kehendak Allah SWT, nama Nabi Yunus muncul berkali-kali dalam undian tersebut hingga akhirnya beliau dilemparkan ke tengah lautan.
Allah SWT kemudian memerintahkan seekor ikan besar yang diduga adalah paus untuk menelan Nabi Yunus tanpa melukai dagingnya atau mematahkan tulangnya. Di dalam kegelapan perut ikan tersebut, Nabi Yunus menyadari kekhilafannya dan terus-menerus memanjatkan doa serta pengakuan dosa kepada Allah SWT. Bacaan ini diabadikan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Anbiya ayat 87.
Berikut adalah bacaan doa Nabi Yunus dalam tulisan Arab, latin, beserta maknanya.
لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Artinya adalah "Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
Mengamalkan doa ini memiliki berbagai keutamaan luar biasa bagi seorang mukmin. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa tersebut dalam hal apa pun, kecuali Allah SWT akan mengabulkan permintaannya. Keutamaan pertama adalah dikabulkannya hajat. Doa ini mengandung pengakuan tauhid dan permohonan ampun yang sangat tulus sehingga menjadi wasilah terkabulnya doa.
Keutamaan kedua adalah diberikan kemudahan dalam setiap urusan. Bagi mereka yang sedang merasa sesak karena ujian hidup atau masalah yang tampak buntu, rutin membaca zikir Nabi Yunus dapat melapangkan hati dan mendatangkan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Selain itu, keutamaan ketiga adalah dihapuskannya dosa-dosa. Sebagaimana Nabi Yunus yang memohon ampunan di dasar laut, Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mengakui kezaliman dirinya sendiri.
Mengenai durasi waktu Nabi Yunus berada di dalam perut ikan, para ulama memiliki beberapa pendapat yang berbeda. As-Sya’bi berpendapat bahwa Nabi Yunus ditelan pada waktu pagi dan dimuntahkan pada sore hari. Sementara itu, Qatadah menyebutkan durasi selama tiga hari, Ja’far Ash Shadiq menyatakan tujuh hari, dan pendapat lain dari Sa’id bin Abu Hasan serta Abu Malik menyebutkan waktu selama 40 hari.
Terlepas dari perbedaan durasi tersebut, poin utama yang dapat diambil adalah kekuatan iman dan keteguhan zikir Nabi Yunus di saat yang paling kritis. Doa ini mengajarkan kita bahwa dalam kondisi paling gelap sekalipun, harapan kepada Allah SWT tidak boleh terputus. Dengan mengakui kelemahan diri dan mengagungkan Allah, pertolongan-Nya akan datang menyelamatkan hamba-Nya.







