ruangdoa.com – Masa nifas merupakan periode penting bagi setiap ibu setelah menjalani proses persalinan. Dalam syariat Islam, nifas didefinisikan sebagai darah yang keluar dari rahim perempuan setelah melahirkan. Selama masa ini, seorang muslimah berada dalam keadaan hadats besar sehingga dilarang untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat dan puasa.
Perintah untuk mensucikan diri dari hadats besar telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:
وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ
Artinya: "…Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah…" (QS. Al-Maidah: 6).
Mengenal Masa Nifas dan Durasi Waktunya
Berdasarkan penjelasan Wahbah Az Zuhaili dalam kitab Fiqh Islam wa Adillatuhu, nifas adalah darah yang menyertai atau mengikuti proses kelahiran bayi. Mengenai durasi waktunya, para ulama memiliki pandangan yang perlu diketahui. Menurut Mazhab Syafi’i dan Maliki, masa nifas paling lama adalah 60 hari, meskipun pada umumnya perempuan mengalami nifas selama 40 hari. Jika darah telah berhenti sebelum batas waktu tersebut, maka wajib bagi muslimah untuk segera melakukan mandi besar agar dapat kembali menjalankan ibadah.
Niat Mandi Wajib Setelah Nifas
Niat merupakan rukun pertama dalam ibadah. Niat dilakukan di dalam hati tepat saat air pertama kali menyentuh bagian tubuh. Berikut adalah bacaan niat mandi nifas:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin nifaasi lillaahi ta’aala
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Untuk memastikan kesucian sempurna, berikut adalah urutan tata cara mandi wajib sesuai dengan tuntunan:
- Membaca niat di dalam hati.
- Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan bagian kemaluan dan kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri.
- Mencuci tangan kembali dengan sabun atau tanah setelah membersihkan kemaluan.
- Berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk shalat.
- Menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali sambil memastikan air meresap hingga ke pangkal rambut atau kulit kepala.
- Mengguyur seluruh anggota tubuh dimulai dari sisi sebelah kanan, kemudian dilanjutkan ke sisi sebelah kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi terkena air.
Larangan Selama Masa Nifas
Selama darah nifas masih keluar, seorang muslimah dilarang melakukan beberapa hal berikut:
- Melaksanakan shalat (fardhu maupun sunnah).
- Melaksanakan ibadah puasa (wajib mengganti puasa Ramadhan di hari lain).
- Membaca, menyentuh, dan membawa mushaf Al-Qur’an.
- Berdiam diri di dalam masjid.
- Melakukan hubungan suami istri.
- Melaksanakan tawaf saat haji atau umrah.
Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah selesai mandi dan memastikan seluruh tubuh telah suci, disunnahkan untuk membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."








