ruangdoa.com – Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang kehadirannya selalu dinantikan oleh setiap muslim di bulan Ramadan. Keistimewaan malam ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam Surah Al-Qadr ayat 3 yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Tidak hanya itu, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira melalui hadis riwayat Bukhari bahwa siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah atas dasar iman dan mengharap pahala, maka seluruh dosa masa lalunya akan diampuni.
Meskipun memiliki keutamaan yang sangat besar, tanggal pasti turunnya Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia ilahi. Para ulama, termasuk Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam dalam kitab Taisirul-Allam Syarh Umdatul-Ahkam, menjelaskan bahwa terdapat hikmah mendalam di balik kerahasiaan ini. Salah satu alasan utamanya adalah agar umat Islam senantiasa berjuang dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepanjang bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir. Jika waktu Lailatul Qadar diketahui secara pasti, dikhawatirkan manusia hanya akan fokus beribadah pada satu malam itu saja dan mengabaikan malam-malam lainnya yang juga penuh berkah.
Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi dalam buku Hikmah at-Tasyri’ wa Falsafatuhu menambahkan bahwa kerahasiaan ini memicu semangat "perlombaan" dalam kebaikan. Umat Islam didorong untuk terus mengisi setiap waktu dengan amal saleh demi mengejar pahala setara beribadah selama 83 tahun tersebut.
Secara historis, terdapat sebuah riwayat yang menjelaskan mengapa informasi detail mengenai tanggal Lailatul Qadar tidak sampai secara spesifik kepada kita. Rasulullah SAW sebenarnya sempat ingin memberitahukan tanggal pastinya kepada para sahabat. Namun, sebagaimana diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit RA, saat Rasulullah hendak menyampaikannya, terjadi perselisihan antara dua orang muslim. Akibat pertengkaran tersebut, Allah SWT mengangkat kembali informasi detail mengenai waktu Lailatul Qadar sehingga menjadi rahasia hingga hari ini.
Meskipun dirahasiakan, para ulama memberikan klasifikasi waktu berdasarkan isyarat dari hadis-hadis shahih:
- Sepuluh Malam Terakhir di Malam Ganjil: Pendapat yang paling kuat (shahih) menyatakan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
- Malam ke-27 Ramadan: Imam Ahmad meyakini bahwa malam ke-27 memiliki peluang paling besar sebagai waktu terjadinya Lailatul Qadar.
- Tujuh Malam Terakhir: Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam karyanya merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyarankan umat Islam untuk fokus mencari malam mulia ini pada tujuh hari terakhir di bulan Ramadan.
Kerahasiaan Lailatul Qadar adalah bentuk rahmat Allah agar hamba-Nya terus konsisten dalam ketaatan. Dengan tidak adanya kepastian tanggal, setiap malam di akhir Ramadan menjadi sangat berharga untuk diisi dengan zikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an. Wallahu a’lam.








