ruangdoa.com – Kepolisian Leicestershire di Inggris baru saja mencatatkan sejarah baru dalam dunia perlengkapan kepolisian dengan memproduksi hijab taktis khusus bagi polisi wanita muslim. Inovasi ini merupakan hasil dedikasi panjang Sersan Detektif Yassin Desai yang telah merancang konsepnya sejak 20 tahun lalu. Melalui kolaborasi strategis dengan Universitas De Montfort (DMU), hijab ini kini resmi diproduksi massal untuk menunjang performa petugas di lapangan.
Keunggulan utama dari hijab ini terletak pada fitur sistem pelepas cepat atau quick-release. Desain ini dibuat secara khusus untuk mengantisipasi situasi konfrontasi fisik. Jika seorang tersangka mencoba menarik hijab petugas, bagian bawah kain akan terlepas secara otomatis guna menghindari risiko cedera pada leher petugas, namun tetap memastikan bagian kepala lainnya tertutup rapat. Sebelum diproduksi, tim perancang telah melakukan uji coba tempur di Enderby untuk memastikan tingkat kenyamanan dan keamanan yang maksimal.
Detektif Sersan Desai menjelaskan bahwa proses pengembangan ini memakan waktu bertahun-tahun melalui penelitian mendalam terhadap berbagai desain penutup kepala dari seluruh dunia. Sejak tahun 2022, kolaborasi intensif dengan DMU membuahkan hasil berupa penutup kepala yang pas, nyaman, serta tetap memenuhi kaidah kesopanan dalam Islam. Bahkan, Universitas De Montfort sampai mendirikan pabrik khusus di Inggris untuk memproduksi hijab ini secara mandiri.
Inovasi ini tidak hanya menarik perhatian dunia kepolisian, tetapi juga mulai dilirik oleh layanan darurat lainnya seperti paramedis dan sektor swasta. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pakaian kerja yang inklusif dan aman semakin meningkat di berbagai bidang profesi.
Kehadiran hijab baru ini disambut positif oleh para petugas wanita, termasuk Hafsah Abba-Gana dan Seher Nas, dua polisi wanita yang baru bergabung di Kepolisian Leicestershire. Mereka merasa lega karena kini iman dan tanggung jawab profesional dapat berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya. Senada dengan hal tersebut, Inspektur Marina Waka menegaskan bahwa hijab ini memberikan kesan elegan sekaligus profesional bagi para polisi wanita muslimah.
Melalui standarisasi hijab taktis ini sebagai bagian dari Alat Pelindung Diri (APD) resmi, diharapkan akan lebih banyak wanita muslim yang terinspirasi untuk berkarier di kepolisian. Langkah ini membuktikan bahwa perlindungan martabat dan pemenuhan kewajiban agama dapat diintegrasikan secara cerdas dalam lingkungan kerja profesional yang penuh tantangan.








