ruangdoa.com – Ibadah salat Tarawih merupakan amalan sunnah muakkad yang menjadi ciri khas kemuliaan bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, tidak sedikit umat Muslim yang ingin membaca surat-surat panjang namun terkendala hafalan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan smartphone atau HP sebagai pengganti mushaf fisik mulai sering dijumpai dalam salat Tarawih, baik saat menjadi imam maupun makmum sendirian.
Pengertian dan Keutamaan Salat Tarawih
Secara bahasa, Tarawih berasal dari kata tarwihatun yang berarti istirahat. Hal ini merujuk pada praktik para sahabat Nabi yang beristirahat sejenak setelah menyelesaikan setiap empat rakaat. Landasan ibadah ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa barang siapa yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni.
Waktu pelaksanaan salat Tarawih dimulai setelah salat Isya hingga terbit fajar. Ibadah ini dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun secara mandiri (munfarid) di rumah. Bagi perempuan, diperbolehkan mengikuti jamaah di masjid selama memperhatikan adab berpakaian dan mendapatkan izin.
Perbedaan Pendapat Mengenai Jumlah Rakaat
Terdapat dua pendapat utama yang umum diamalkan oleh umat Islam terkait jumlah rakaat Tarawih:
- Sebelas Rakaat: Berdasarkan keterangan Aisyah RA bahwa Nabi SAW tidak pernah menambah salat malam lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun bulan lainnya (8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir).
- Dua Puluh Tiga Rakaat: Berdasarkan praktik pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA yang kemudian diteruskan oleh para sahabat lainnya. Praktik 20 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir ini menjadi standar di banyak masjid besar, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Hukum Membaca Al-Qur’an Lewat HP Saat Salat
Dalam kajian fikih, membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf (termasuk layar HP) saat salat adalah diperbolehkan. Menurut mazhab Syafi’i, tindakan melihat teks Al-Qur’an tidak membatalkan salat. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menegaskan bahwa salat seseorang tetap sah, baik ia hafal ayat tersebut atau tidak, karena aktivitas tersebut merupakan dzikir yang menjadi bagian dari ibadah.
Secara spesifik, jika seseorang belum hafal surah Al-Fatihah, maka ia wajib membacanya melalui teks agar rukun salatnya terpenuhi. Begitu juga saat ingin membaca surah-surah panjang untuk mengejar keutamaan khatam Al-Qur’an dalam salat Tarawih, penggunaan HP dianggap sebagai sarana pendukung.
Namun, perlu diperhatikan pandangan Muhammad Khathib Asy-Syarbini dalam Mughnil Muhtaj. Beliau menjelaskan bahwa gerakan tambahan yang tidak diperlukan bisa dihukumi makruh. Artinya, jika seseorang sudah memiliki hafalan yang cukup, sebaiknya tidak menggunakan HP agar bisa lebih fokus pada gerakan salat dan menjaga ketenangan (tumaninah).
Panduan Menggunakan HP Saat Tarawih Agar Tetap Khusyuk
Agar penggunaan HP tidak mengganggu kualitas ibadah dan tetap sesuai dengan kaidah syariat, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
- Gunakan Mode Pesawat: Pastikan semua koneksi internet dan seluler mati. Hal ini krusial untuk mencegah gangguan suara telepon, pesan singkat, atau notifikasi aplikasi yang dapat merusak konsentrasi diri sendiri maupun jamaah lain.
- Persiapkan Aplikasi Sebelum Takbir: Buka aplikasi Al-Qur’an dan cari surah yang akan dibaca sebelum memulai Takbiratul Ihram. Hindari mencari-cari halaman saat salat sedang berlangsung.
- Pengaturan Layar: Atur pencahayaan layar agar tidak terlalu menyilaukan mata dan perbesar ukuran huruf (font) agar mudah dibaca dari jarak berdiri yang nyaman tanpa harus mendekatkan HP ke wajah.
- Minimalisir Gerakan: Pegang HP dengan satu tangan secara stabil. Dalam mazhab Syafi’i, gerakan besar yang berturut-turut sebanyak tiga kali dapat membatalkan salat. Oleh karena itu, lakukan gerakan menggeser layar seperlunya saja dengan gerakan yang tenang.
- Letakkan di Tempat Aman Saat Sujud: Sediakan kantong baju yang cukup besar atau tempat kecil di depan sajadah untuk meletakkan HP saat melakukan ruku dan sujud agar tangan bisa bertumpu dengan sempurna sesuai sunnah.
Meskipun teknologi memudahkan kita dalam beribadah, setiap Muslim dianjurkan untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an secara bertahap. Membaca melalui hafalan secara langsung tetap menjadi cara terbaik untuk mencapai tingkat kekhusyukan yang maksimal dalam berkomunikasi dengan Allah SWT.








