Rahasia Perjalanan Agung Nabi Muhammad SAW Menuju Sidratul Muntaha dan Perintah Salat Lima Waktu

ruangdoa.com – Isra Miraj merupakan mukjizat besar sekaligus peristiwa bersejarah yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Perjalanan spiritual ini melibatkan dua fase utama, yaitu Isra yang merupakan perjalanan horizontal dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, serta Miraj yang merupakan perjalanan vertikal dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh.

Landasan utama peristiwa ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هو السَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Waktu Terjadinya Isra Miraj

Berdasarkan catatan sejarah dalam buku Isra’-Miraj dan Permulaan Masuk Islamnya Kaum Anshar karya Muhammad Ridha, peristiwa ini terjadi setahun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Namun, mayoritas ulama, termasuk Allamah Al Manshurfury dalam buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun, berpendapat bahwa Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Momen ini dialami Nabi Muhammad SAW setelah beliau pulang dari dakwah di Thaif dalam kondisi berduka pasca wafatnya Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib.

Perjumpaan dengan Para Nabi di Tujuh Langit

Dalam proses Miraj atau naik ke ‘Arsy, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh tingkatan langit. Di setiap tingkatan, beliau disambut oleh para nabi terdahulu sebagai bentuk penghormatan dan persaudaraan antar utusan Allah. Berikut adalah rincian nabi yang ditemui Rasulullah di setiap langit:

  1. Langit Pertama: Bertemu Nabi Adam AS, bapak seluruh manusia.
  2. Langit Kedua: Bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
  3. Langit Ketiga: Bertemu Nabi Yusuf AS yang dianugerahi separuh ketampanan dunia.
  4. Langit Keempat: Bertemu Nabi Idris AS.
  5. Langit Kelima: Bertemu Nabi Harun AS.
  6. Langit Keenam: Bertemu Nabi Musa AS.
  7. Langit Ketujuh: Bertemu Nabi Ibrahim AS, bapak para nabi, yang sedang bersandar di Baitul Ma’mur.

Perintah Salat Lima Waktu sebagai Oleh-Oleh Utama

Puncak dari peristiwa Miraj adalah saat Rasulullah SAW menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat. Awalnya, Allah mewajibkan umat Islam melaksanakan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam.

Namun, atas saran Nabi Musa AS yang memahami kelemahan fisik dan mental umat manusia, Rasulullah SAW berulang kali kembali memohon keringanan kepada Allah SWT. Melalui proses tersebut, jumlah rakaat akhirnya dipangkas menjadi lima waktu sehari semalam, namun dengan nilai pahala yang setara dengan 50 waktu.

Ujian Keimanan dan Gelar Ash-Shiddiq bagi Abu Bakar

Kabar mengenai Isra Miraj memicu kontroversi besar di kalangan penduduk Makkah. Secara logika manusia pada zaman itu, perjalanan dari Makkah ke Palestina yang biasanya memakan waktu satu bulan tidak mungkin ditempuh hanya dalam semalam.

Abu Jahal menggunakan momen ini untuk menghasut masyarakat agar tidak lagi memercayai Nabi Muhammad SAW. Bahkan, kaum Bani Kaab menguji kejujuran Nabi dengan meminta deskripsi rinci mengenai struktur Masjidil Aqsa. Dengan bantuan Allah, Nabi Muhammad SAW mampu menjelaskan setiap sudut masjid tersebut dengan sangat akurat, meskipun para penentang tetap bersikeras menuduhnya melakukan sihir.

Di tengah keraguan massal tersebut, Abu Bakar muncul sebagai pembela utama. Tanpa ragu sedikit pun, ia membenarkan semua perkataan Rasulullah SAW. Keyakinan mutlak inilah yang membuat Abu Bakar mendapatkan gelar "Ash-Shiddiq", yang berarti orang yang membenarkan atau selalu berkata jujur.

Peristiwa Isra Miraj bukan sekadar sejarah perjalanan fisik, melainkan ujian keimanan bagi setiap muslim untuk meyakini kekuasaan Allah yang melampaui batas logika manusia. Wallahu a’lam.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga