ruangdoa.com – Nabi Yusuf AS merupakan salah satu utusan Allah yang dikaruniai keistimewaan luar biasa, mulai dari ketampanan wajah hingga mukjizat menafsirkan mimpi. Kemampuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan menjadi jalan keluar bagi beliau saat menghadapi ujian berat di dalam penjara. Kisah ini bermula ketika Yusuf AS dijebloskan ke penjara oleh majikannya, Al Aziz, demi menghindari fitnah dan ketidaknyamanan akibat ketampanan beliau yang memikat banyak orang.
Selama berada di balik jeruji besi, Nabi Yusuf AS bertemu dengan dua orang pegawai istana yang dituduh mencoba meracuni makanan dan minuman raja. Dalam buku berjudul Takdir Mukjizat Manusia Tertampan Yusuf Alaihi Salam karya Sulistyawati Khairu, disebutkan bahwa kedua pegawai tersebut mendapatkan mimpi yang sangat mengesankan pada suatu malam. Mimpi itu berkaitan erat dengan pekerjaan lama mereka sebelum mendekam di penjara.
Nabi Yusuf AS yang dikenal memiliki kepribadian santun dan mudah akrab segera menjadi tempat mereka mengadu. Sebelum menafsirkan mimpi tersebut, Yusuf AS tidak langsung memberikan jawaban. Beliau menggunakan kesempatan emas itu untuk berdakwah, mengajak kedua rekan penjaranya mengenal dan menyembah Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah adalah prioritas utama beliau dalam kondisi apa pun.
Puncak dari mukjizat ini terjadi saat Raja Mesir mengalami mimpi yang sangat aneh dan menggelisahkan. Sebagaimana diabadikan dalam Al-Quran surat Yusuf ayat 43, sang raja melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus. Selain itu, raja juga melihat tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering.
Kegelisahan raja tidak menemukan jawaban dari para penasihat istana. Hingga akhirnya, salah seorang mantan narapidana yang pernah dibantu Yusuf AS teringat akan kemampuan sang nabi dan mengusulkannya kepada raja. Saat diminta menafsirkan mimpi tersebut, Yusuf AS menjelaskan bahwa tujuh sapi gemuk dan gandum hijau melambangkan tujuh tahun masa panen yang sangat subur. Sebaliknya, tujuh sapi kurus dan gandum kering melambangkan tujuh tahun masa kekeringan panjang yang akan melanda Mesir.
Nabi Yusuf AS tidak hanya memberikan tafsir, tetapi juga memberikan solusi strategis bagi ketahanan pangan kerajaan. Beliau menyarankan agar selama tujuh tahun masa subur, rakyat harus berhemat dan menyimpan sebagian besar hasil panen di dalam lumbung dengan tetap membiarkannya pada tangkainya agar lebih awet.
Saran yang cerdas ini membuat Raja Mesir sangat kagum. Raja kemudian memerintahkan pembangunan lumbung besar untuk menyimpan cadangan makanan sesuai instruksi Yusuf AS. Berkat ketepatan tafsir dan solusi tersebut, Nabi Yusuf AS akhirnya dibebaskan dari penjara dan mendapatkan pemulihan nama baik. Beliau kemudian diangkat menjadi bendahara kerajaan yang dipercaya mengelola urusan logistik dan ekonomi Mesir guna menghadapi krisis besar yang telah diprediksi melalui mimpi tersebut.








