ruangdoa.com – Momen berbuka puasa merupakan waktu yang sangat istimewa bagi setiap Muslim yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Selain menjadi tanda kemenangan setelah seharian menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka juga merupakan salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Hal ini bersandar pada hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa ketika ia berbuka tidak akan ditolak oleh Allah SWT (HR Bukhari).
Agar ibadah puasa kita semakin sempurna dan berkah, penting untuk memahami berbagai versi doa buka puasa yang bersumber dari riwayat-riwayat sahih maupun yang populer diamalkan di masyarakat. Berikut adalah panduan lengkapnya.
Kumpulan Doa Buka Puasa dari Berbagai Riwayat
Terdapat beberapa versi bacaan doa yang bisa diamalkan. Umat Islam diperbolehkan memilih salah satu dari doa-doa berikut sesuai dengan tuntunan yang ada dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi.
1. Doa Buka Puasa Riwayat Sahih (HR Abu Dawud)
Doa ini dibaca oleh Rasulullah SAW ketika beliau telah berbuka puasa.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: "Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah."
2. Doa Buka Puasa Versi Populer (HR Abu Dawud)
Doa ini juga sering diamalkan berdasarkan riwayat dari Mu’adz bin Zahrah RA.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Di Indonesia, banyak umat Islam yang menambahkan kalimat permohonan rahmat sehingga bunyinya menjadi:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
Artinya: "Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka."
3. Doa Buka Puasa Riwayat Ibnu Sunni (Versi Ketiga)
Doa ini berisi ungkapan syukur atas pertolongan Allah dalam menjalankan puasa.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka."
4. Doa Buka Puasa Riwayat Ibnu Sunni (Versi Keempat)
Doa ini sering dibaca secara berjamaah karena menggunakan kata ganti "kami".
اللَّهُمَّ صُمْنَا، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim.
Artinya: "Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."
5. Doa Memohon Ampunan (HR Ibnu Majah & Ibnu Sunni)
Doa ini fokus pada permohonan rahmat dan ampunan Allah saat berbuka.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku."
Waktu Terbaik Membaca Doa Buka Puasa
Terdapat diskusi di kalangan ulama mengenai waktu yang tepat untuk melafalkan doa ini. Berdasarkan tinjauan bahasa pada doa "Dzahabazh zhama’u" yang menggunakan kata kerja lampau (fi’il madhi), sebagian ulama berpendapat bahwa doa tersebut dibaca sesaat setelah membatalkan puasa (setelah minum atau makan). Namun, ada pula ulama yang membolehkan membaca doa sebelum menyantap hidangan berbuka. Secara umum, Anda dapat membaca Basmalah sebelum makan, lalu melafalkan doa buka puasa setelah mencicipi hidangan awal.
Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
Melakukan buka puasa tidak hanya soal makan dan minum, tetapi juga mengikuti adab yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW agar bernilai pahala.
- Memperbanyak Dzikir dan Doa
Sembari menunggu waktu magrib, isilah waktu dengan berdzikir, beristighfar, atau membaca Al-Qur’an. Ini adalah waktu di mana doa sangat sulit ditolak. - Menyegerakan Berbuka
Begitu azan magrib berkumandang, segeralah berbuka. Menunda-nunda berbuka tanpa alasan syar’i bukanlah hal yang dianjurkan dalam Islam. - Mengkonsumsi Kurma atau Air Putih
Sunnah Rasulullah SAW adalah berbuka dengan kurma basah (ruthab) atau kurma kering (tamr). Jika tidak ada, air putih adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang menyucikan. - Makan dan Minum Secukupnya
Hindari makan secara berlebihan. Tetaplah menjaga adab makan seperti menggunakan tangan kanan, duduk dengan tegak, dan tidak mencela makanan yang dihidangkan.
Dengan mengamalkan doa dan adab yang tepat, semoga ibadah puasa kita di bulan Ramadan ini diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan kita.








