Kisah Menakjubkan Nabi Idris AS dan Rahasia di Balik Peristiwa Diangkatnya ke Langit Keempat

ruangdoa.com menyajikan ulasan mendalam mengenai sosok Nabi Idris AS, manusia pilihan yang namanya diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an sebagai hamba dengan martabat yang tinggi. Beliau merupakan nabi ketiga yang menerima hak kenabian setelah Nabi Adam AS dan Nabi Syits AS. Berdasarkan catatan sejarah, Nabi Idris AS diperkirakan hidup sekitar tahun 4533 hingga 4188 SM. Beliau lahir dan berdakwah di wilayah Babilonia (Irak), meski sebagian riwayat lain menyebutkan beliau berasal dari Munaf, Mesir.

Selain dikenal karena ketakwaannya, Nabi Idris AS juga termasyhur sebagai manusia pertama yang mengenal tulisan menggunakan kalam (pena), ahli dalam ilmu perbintangan (astronomi), serta orang pertama yang mampu menjahit dan mengenakan pakaian berbahan kain. Keistimewaan ini menjadikan beliau sosok yang sangat dihormati oleh kaumnya, yakni Bani Qabil dan Memphis.

Salah satu peristiwa paling fenomenal dalam perjalanan hidupnya adalah ketika beliau diangkat ke langit keempat. Merujuk pada kitab Qashash Al-Anbiyaa’ karya Ibnu Katsir, kisah ini bermula saat Nabi Idris AS menerima wahyu bahwa Allah SWT akan mengangkat amalannya setiap hari setara dengan gabungan amalan seluruh anak cucu Adam. Hal ini memicu keinginan kuat dalam diri Nabi Idris AS untuk memperpanjang usia agar bisa terus menambah bekal amal ibadahnya.

Beliau kemudian meminta bantuan kepada salah satu malaikat sahabatnya untuk berbicara kepada Malaikat Maut agar ajalnya ditangguhkan. Malaikat tersebut kemudian membawa Nabi Idris AS di atas punggungnya (di antara dua sayap) menuju langit untuk menemui Malaikat Maut secara langsung.

Setibanya di langit keempat, mereka bertemu dengan Malaikat Maut. Ketika malaikat pembawa Nabi Idris menyampaikan permohonan tersebut, Malaikat Maut justru terkejut dan berkata, "Sungguh luar biasa! Aku baru saja diperintahkan Allah untuk mencabut nyawa Idris di langit keempat. Aku sempat bertanya-tanya, bagaimana mungkin aku mencabut nyawanya di langit keempat, sedangkan ia berada di bumi?"

Sesuai dengan ketetapan Allah, Malaikat Maut akhirnya mencabut nyawa Nabi Idris AS tepat di langit keempat tersebut. Peristiwa inilah yang menjadi tafsir dari firman Allah SWT dalam Surah Maryam ayat 57 yang berbunyi, "Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi."

Mengenai status kewafatan beliau, terdapat diskusi di kalangan ulama. Sebagian riwayat dari Mujahid sempat menyebutkan bahwa Nabi Idris AS diangkat ke langit tanpa mengalami kematian, serupa dengan Nabi Isa AS. Namun, para ahli tafsir memberikan klarifikasi penting bahwa jika yang dimaksud adalah beliau masih hidup hingga saat ini, maka pendapat tersebut kurang tepat. Penjelasan yang lebih kuat dan sejalan dengan riwayat Ka’ab Al-Ahbar adalah Nabi Idris AS diangkat ke langit dalam keadaan hidup, namun kemudian wafat di langit keempat sesuai dengan perintah Allah kepada Malaikat Maut. Wallahu a’lam.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga