7 Sunnah Utama Bagi Muslim yang Sedang Menghadapi Sakaratul Maut

ruangdoa.com – Sakaratul maut merupakan fase krusial yang menandai berakhirnya kehidupan duniawi seseorang sebelum melangkah ke alam barzakh. Al-Qur’an menggambarkan betapa nyata dan beratnya fase ini dalam Surah Qaf ayat 19 yang menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang sering kali dihindari oleh manusia. Dalam tradisi Islam, terdapat serangkaian adab dan sunnah yang dianjurkan bagi keluarga atau orang di sekitar untuk membantu orang yang sedang sakaratul maut agar dapat mengakhiri hidup dalam keadaan husnul khatimah.

Berikut adalah tujuh poin penting berdasarkan tuntunan syariat dan kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq yang perlu diperhatikan saat menemani orang yang sedang menghadapi detik-detik terakhirnya.

1. Menuntun Kalimat Tauhid (Talqin)

Tindakan paling utama adalah melakukan talqin, yaitu membimbing orang tersebut mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang ucapan terakhirnya adalah kalimat tauhid, maka ia dijamin masuk surga.

Proses talqin harus dilakukan dengan penuh kelembutan. Para ulama mengingatkan agar tidak membisikkan kalimat tersebut secara berulang-ulang dengan nada memaksa agar orang yang sedang sakit tidak merasa jenuh atau tertekan di tengah rasa sakit yang hebat. Cukup tuntun secara perlahan agar ia bisa mengikutinya di dalam hati atau lisan.

2. Memposisikan Tubuh Menghadap Kiblat

Disunnahkan untuk membaringkan orang yang sedang sakaratul maut pada sisi kanan tubuhnya dengan wajah menghadap ke arah kiblat. Posisi ini merujuk pada wasiat sahabat Bara’ bin Ma’rur yang kemudian dibenarkan oleh Rasulullah SAW sebagai tindakan yang sesuai dengan fitrah. Jika posisi miring ke kanan tidak memungkinkan, maka ia bisa dibaringkan terlentang dengan kepala sedikit ditinggikan dan kaki menghadap kiblat.

3. Membacakan Surah Yasin

Membaca Surah Yasin di samping orang yang sedang mengalami sakaratul maut sangat dianjurkan. Berdasarkan hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud, Surah Yasin merupakan "jantung" Al-Qur’an yang jika dibacakan kepada orang yang akan wafat, Allah SWT akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam proses pencabutan nyawanya. Hal ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin bagi orang yang sedang berjuang melawan rasa sakit sakarat.

4. Memejamkan Mata Setelah Roh Terlepas

Ketika seseorang telah dipastikan meninggal dunia, sunnah bagi orang yang hadir untuk segera memejamkan kedua matanya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa saat roh dicabut, pandangan mata akan mengikuti arah keluarnya roh tersebut. Menutup mata jenazah adalah bentuk penghormatan agar wajah almarhum tampak tenang dan tidak memberikan kesan menakutkan bagi yang melihatnya.

5. Menutup Seluruh Tubuh dengan Kain

Setelah mata terpejam, seluruh tubuh jenazah hendaknya ditutup dengan kain yang bersih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kehormatan jenazah, menutupi aurat, serta menghindari perubahan kondisi fisik yang mungkin terjadi agar tidak terlihat oleh orang lain. Sebagaimana sejarah mencatat, saat Rasulullah SAW wafat, tubuh beliau diselimuti dengan kain hibrah (kain bergaris dari Yaman).

6. Menyegerakan Pengurusan Jenazah

Islam sangat menekankan efisiensi dalam pengurusan jenazah. Jika kematian sudah dipastikan secara medis maupun tanda-tanda fisik, keluarga dianjurkan segera memandikan, mengkafani, menyalati, hingga menguburkannya. Penundaan hanya diperbolehkan dalam waktu singkat jika ada alasan mendesak, seperti menunggu wali dekat, asalkan tidak dikhawatirkan terjadi perubahan pada kondisi jasad.

7. Melunasi Segala Utang Piutang

Tanggung jawab terakhir keluarga yang sangat krusial adalah memastikan urusan utang piutang almarhum terselesaikan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa jiwa seorang mukmin akan tergantung (terhambat) karena utangnya sampai utang tersebut dilunasi. Jika almarhum tidak meninggalkan harta yang cukup, maka ahli waris atau pihak keluarga bertanggung jawab untuk menyelesaikan urusan tersebut agar perjalanan almarhum menuju Allah SWT tidak terbebani oleh urusan duniawi yang belum tuntas.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga