ruangdoa.com – Di wilayah paling utara Kanada, tepatnya di Kota Inuvik, berdiri sebuah bangunan ikonik yang menjadi simbol keberadaan umat Islam di kawasan Arktik. Dikenal dengan nama The Midnight Sun Mosque, tempat ibadah ini memegang predikat sebagai salah satu masjid paling utara di dunia yang letaknya sangat dekat dengan Kutub Utara. Kondisi geografis yang ekstrem menjadikan masjid ini unik, mulai dari sejarah pembangunannya hingga tantangan ibadah yang dihadapi para jamaah.
Kota Inuvik memiliki fenomena alam yang luar biasa. Saat musim panas, matahari tetap bersinar hampir selama 24 jam atau yang populer disebut sebagai midnight sun. Sebaliknya, saat musim dingin, wilayah ini mengalami kegelapan total selama berminggu-minggu tanpa sinar matahari. Selain itu, suhu udara di Inuvik bisa turun drastis hingga mencapai minus 40 derajat Celcius, dengan hamparan salju yang menutupi daratan hampir sepanjang tahun.
Sejarah berdirinya The Midnight Sun Mosque dimulai pada tahun 2010. Mengingat biaya material dan tenaga kerja yang sangat mahal di wilayah Arktik, serta keterbatasan akses transportasi, bangunan masjid ini tidak dirakit langsung di Inuvik. Proyek ini diprakarsai oleh Zubaidah Tallab Foundation, sebuah organisasi nirlaba Muslim di Kanada. Mereka memutuskan untuk membangun masjid tersebut di Kota Winnipeg, yang berjarak ribuan kilometer dari lokasi tujuan.
Setelah struktur bangunan selesai, masjid ini dikirim secara utuh menempuh perjalanan darat dan laut sejauh 4.500 kilometer. Perjalanan ini menjadi perhatian dunia karena bangunan masjid harus melewati jalan-jalan sempit dan menyeberangi sungai menggunakan tongkang sebelum akhirnya tiba dengan selamat di Inuvik.
Secara fisik, masjid ini memiliki luas sekitar 144 meter persegi. Mengingat cuaca ekstrem di Arktik, dinding luar masjid dirancang menggunakan lapisan seng tebal untuk menahan suhu dingin yang menusuk. Atapnya berbentuk limas berwarna hijau dengan satu menara ramping yang dilengkapi lampu, sehingga tetap terlihat indah saat malam kutub yang gelap. Bagian interior masjid didesain fungsional dan hangat, memberikan kenyamanan bagi jamaah tanpa dekorasi kaligrafi yang berlebihan.
Salah satu tantangan terbesar bagi komunitas Muslim di sini adalah penentuan waktu salat dan puasa Ramadan. Karena matahari tidak terbenam saat musim panas, para jamaah di The Midnight Sun Mosque biasanya mengikuti jadwal waktu salat dan berbuka puasa dari wilayah yang lebih selatan, seperti Edmonton, atau mengikuti waktu Mekkah untuk menjaga kemudahan dalam beribadah.
Inuvik sendiri dihuni oleh sekitar 3.500 penduduk, dengan komunitas Muslim berjumlah sekitar 100 orang. Para jamaah masjid ini berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari Sudan, Mesir, hingga Siberia. Mereka bekerja di berbagai sektor, seperti nelayan, aparat keamanan, hingga pegawai pemerintahan. Kehadiran masjid ini bukan sekadar tempat salat, melainkan juga menjadi pusat kegiatan sosial dan bantuan bagi masyarakat setempat.
Ahmed Al-Khalaf, salah satu pengurus masjid, menegaskan bahwa The Midnight Sun Mosque mengedepankan nilai keterbukaan. Pintu masjid selalu terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang agama. Hal ini menjadikan masjid tersebut sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di ujung utara Bumi. Kesederhanaan arsitekturnya justru memancarkan kehangatan iman yang mampu menyatukan komunitas di tengah dinginnya suhu Arktik.








