ruangdoa.com Sholat jenazah merupakan salah satu bentuk penghormatan terakhir sekaligus kewajiban umat Muslim terhadap sesama saudara seiman yang telah wafat. Dalam syariat Islam, hukum melaksanakan sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Hal ini berarti kewajiban tersebut dibebankan kepada masyarakat secara kolektif; jika sudah ada sebagian orang yang mengerjakannya, maka kewajiban bagi yang lain gugur. Namun, jika tidak ada satu pun yang melaksanakannya, maka seluruh umat Muslim di wilayah tersebut menanggung dosa.
Banyak muslimah yang sering bertanya mengenai kebolehan mereka mengikuti sholat jenazah, terutama jika pelaksanaannya dilakukan di dalam masjid. Berdasarkan penjelasan dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, kaum wanita diperbolehkan melakukan sholat jenazah sebagaimana kaum laki-laki, baik secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. Hukum wanita mengikuti sholat jenazah di masjid adalah mubah atau diperbolehkan, selama tetap menjaga adab dan tidak mengotori kesucian masjid.
Sejarah mencatat bahwa Ummul Mukminin Aisyah RA pernah menyolati jenazah Sa’ad bin Abu Waqash di dalam masjid. Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah menyolati jenazah Suhail bin Baidha di masjid, yang diperkuat dengan riwayat bahwa para sahabat juga menyolati jenazah Abu Bakar dan Umar bin Khattab di tempat yang sama tanpa ada pertentangan. Imam Nawawi menegaskan bahwa hendaknya wanita melakukan sholat jenazah secara berjamaah, sementara Imam Malik berpendapat boleh dilakukan secara mandiri.
Penting untuk diketahui bahwa tidak semua jenazah Muslim wajib disholatkan. Umat Islam yang meninggal dunia sebagai syahid di medan perang tidak perlu disholatkan; jenazah mereka cukup dimandikan, dikafani, dan langsung dikuburkan. Selain itu, syarat sah sholat jenazah bagi wanita sama dengan sholat fardhu pada umumnya, yakni harus dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil, menutup aurat secara sempurna, dan menghadap kiblat.
Berikut adalah rincian tata cara dan bacaan sholat jenazah untuk jenazah perempuan yang perlu dipahami secara saksama.
Posisi Imam dan Makmum
Dalam pelaksanaan sholat jenazah, posisi imam sangat menentukan. Jika jenazah yang disholatkan adalah perempuan, maka imam berdiri sejajar dengan bagian perut jenazah. Sebaliknya, jika jenazah laki-laki, imam berdiri di arah kepala. Untuk makmum, disunnahkan membentuk minimal tiga shaf (barisan) meskipun jumlah jamaahnya sedikit.
Niat Sholat Jenazah Perempuan
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut adalah lafal niatnya:
Ushalli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma’muman) lillahi Ta’ala.
Artinya adalah saya berniat sholat untuk mayat perempuan ini empat takbir fardhu kifayah (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta’ala.
Urutan Takbir dan Bacaan
Sholat jenazah dilakukan dalam posisi berdiri sempurna tanpa ruku dan sujud, terdiri dari empat kali takbir sebagai berikut.
- Takbir Pertama: Setelah takbiratul ihram, diwajibkan membaca surat Al-Fatihah secara sempurna.
- Takbir Kedua: Setelah takbir kedua, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dianjurkan membaca sholawat Ibrahimiyah yang berbunyi Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama shallaita ‘alaa sayyidina Ibrahim, wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, wa baarik ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘alaa ali sayyidina Ibrahim, fil ‘alamina innaka hamiidum majid.
- Takbir Ketiga: Pada bagian ini, jamaah membaca doa khusus untuk jenazah. Untuk jenazah perempuan, bacaannya adalah Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa, Wawassi’ mudkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barad, Wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, Wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa wa ahlan khairan min ahlihaa, Wa zaujan khairan min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qabri au min ‘adzaabin naar. Doa ini berisi permohonan ampunan, rahmat, dan perlindungan dari siksa kubur serta neraka.
- Takbir Keempat: Membaca doa penutup untuk jenazah dan orang yang ditinggalkan: Allahumma laa tahrimna ajraha wa laa taftinna ba’daha waghfir lana wa laha wa li ikhwanina ladzina sabaquna bil imaani wa la taj’al fii qulubina ghillal lilladzina aamanu rabbana inaka ra’uufur rahiim.
Salam
Rangkaian sholat diakhiri dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke arah kanan dan kemudian ke arah kiri, sama seperti gerakan salam pada sholat fardhu. Dengan memahami hukum dan tata cara ini, kaum wanita diharapkan dapat ikut serta meraih pahala besar dalam mengantarkan jenazah menuju peristirahatan terakhirnya.








