ruangdoa.com – Sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat istimewa karena dipanjatkan pada waktu sepertiga malam, saat Allah SWT menjanjikan pengabulan doa bagi hamba-Nya. Ibadah ini menjadi sarana bagi umat Islam untuk menyampaikan segala hajat, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dalam keheningan malam yang mustajab.
Penjelasan Mengenai Sholat Tahajud
Merujuk pada buku The Power of Tahajud karya Dr. Ahmad Sudirman Abbas, kata tahajud berasal dari istilah istaiqazha yang bermakna terjaga, sengaja bangun, atau tidak tidur. Karena dilaksanakan pada waktu malam hari, sholat ini juga sering disebut dengan istilah shalatul-lail atau qiyamul lail.
Landasan pelaksanaan ibadah ini tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 79 yang berbunyi:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Wa minal-laili fa tahajjad bihī nāfilatal lak(a), ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmūdā(n).
Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Selain itu, Allah SWT menggambarkan kebiasaan orang-orang saleh dalam surah Adz-Dzariyat ayat 17-18 sebagai berikut:
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ . وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a). Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).
Artinya: “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”
Jumlah Rakaat Sholat Tahajud
Dalam buku Risalah Tuntunan Shalat karya Akhmad Najibul Khairi Sya’ie dan Achmad Budiyanto, disebutkan bahwa jumlah rakaat sholat tahajud tidak memiliki batasan maksimal. Meski demikian, sebagian ulama berpendapat batasannya adalah 12 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara dua rakaat satu salam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
“Sholat malam (tahajud) itu dua-dua (rakaat), maka jika engkau khawatir akan datangnya waktu Subuh, sholatlah satu rakaat sebagai sholat witir dari sholat tahajud yang telah dilaksanakan.”
Tata Cara Sholat Tahajud
Secara teknis, gerakan dan bacaan sholat tahajud sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut adalah urutan tata caranya:
- Membaca Niat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunah tahajud dua rakaat karena (mengharap ridha) Allah semata.” - Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan salah satu surah pendek atau panjang dalam Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua dan ulangi gerakan yang sama
- Tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam
Setelah menyelesaikan jumlah rakaat yang diinginkan, sangat dianjurkan untuk menutup rangkaian sholat malam tersebut dengan sholat witir dalam jumlah rakaat ganjil (1, 3, atau 5 rakaat).
Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud
Berdasarkan kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut adalah doa yang dipanjatkan setelah sholat tahajud:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wasallama haq. Was sa’atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Utama Sholat Tahajud
Pelaksanaan sholat tahajud membawa berbagai manfaat spiritual dan kemuliaan bagi seorang Muslim, di antaranya:
- Sholat Paling Utama Setelah Sholat Wajib
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sholat malam adalah sholat yang paling utama setelah sholat fardhu, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim. - Penghapus Dosa dan Kesalahan
Tahajud merupakan kebiasaan orang-orang saleh terdahulu yang berfungsi menghapus dosa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. - Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa
Pada sepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa, memberikan permohonan, dan mengampuni hamba-Nya yang meminta ampunan. - Ciri Khas Penghuni Surga
Dalam surah Adz-Dzariyat ayat 15-18, Allah SWT menyebutkan bahwa salah satu ciri orang bertakwa yang akan menghuni taman surga adalah mereka yang sedikit tidur di waktu malam dan memperbanyak istighfar serta ibadah tahajud.
Sholat tahajud bukan sekadar ibadah sunnah di tengah malam, melainkan bentuk ikhtiar hati untuk mendekat kepada Allah SWT saat suasana paling hening dan doa-doa paling berpeluang dikabulkan. Dengan memahami landasan, jumlah rakaat yang fleksibel, tata cara pelaksanaan, hingga doa setelahnya, seorang Muslim dapat menjalankan tahajud dengan lebih mantap dan khusyuk. Karena itu, mari jadikan tahajud sebagai kebiasaan yang perlahan dibangun—meski dimulai dari dua rakaat—lalu ditutup dengan witir, sembari memohon ampunan dan mengadukan segala hajat kepada-Nya. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita untuk bangun di sepertiga malam, menguatkan istiqamah, serta mengangkat derajat kita ke tempat yang mulia.








