ruangdoa.com – Menjaga kebersihan atau thaharah bukan sekadar urusan estetika, melainkan pondasi utama dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Dalam sebuah kajian inspiratif yang digelar di platform Roblox, Ustaz Abi Azkakia menekankan bahwa kebersihan diri dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas kekhusyukan seseorang. Tempat ibadah yang bersih akan menciptakan rasa nyaman, sedangkan lingkungan yang kotor hanya akan menjadi penghalang bagi ketenangan batin saat menghadap Sang Pencipta.
Prinsip ini sejalan dengan hadits riwayat Imam Ahmad yang menyatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Meskipun sebagian ulama menyebut sanad hadits ini memiliki derajat dhaif, maknanya sangat diakui dalam syariat karena Islam adalah agama yang sangat mengutamakan kesucian. Kebersihan ini mencakup dua hal utama, yakni kebersihan tempat dan kebersihan pakaian.
Dalam fikih ibadah, pakaian yang suci merupakan salah satu syarat sahnya salat. Jika terdapat najis yang menempel pada pakaian, maka salat tersebut secara hukum dianggap tidak sah. Namun, Ustaz Abi memberikan penjelasan yang menenangkan bahwa jika seseorang sudah berusaha menjaga kebersihan namun tetap ada najis yang tidak diketahuinya, maka insyaallah salatnya tetap diterima. Hal ini menekankan pentingnya sikap ikhtiar dan kehati-hatian dalam berpakaian sebelum memulai ibadah.
Lebih mendalam lagi, kajian ini menyoroti bahwa kesempurnaan salat dimulai dari wudu yang benar, dan wudu yang benar berawal dari proses istinja atau bersuci setelah buang air yang bersih. Mengingat salat adalah amalan pertama yang akan dihisab di alam kubur, maka urusan istinja tidak boleh dianggap remeh.
Ustaz Abi Azkakia membagikan tips praktis mengenai tata cara istinja bagi laki-laki sesuai sunnah untuk memastikan kesucian tetap terjaga antara lain sebagai berikut.
- Mengutamakan posisi jongkok saat buang air kecil. Posisi ini jauh lebih baik daripada berdiri karena membantu menekan kandung kemih sehingga air kencing keluar secara tuntas dan meminimalisir risiko percikan najis ke pakaian.
- Melakukan teknik berdehem sebanyak tiga kali setelah selesai buang air. Hal ini berfungsi untuk mendorong sisa-sisa air kencing yang masih tertinggal di saluran agar keluar sepenuhnya.
- Menekan sedikit area kemaluan dengan lembut untuk memastikan tidak ada tetesan terakhir yang tertinggal sebelum membasuhnya dengan air.
Kelalaian dalam urusan istinja memiliki konsekuensi yang berat. Ustaz Abi mengutip kisah sahabat Nabi yang terhalang masuk surga hanya karena kurang bersih dalam beristinja. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri bukan hanya tentang kenyamanan di dunia, melainkan juga kunci keselamatan di akhirat. Dengan kondisi fisik dan lingkungan yang bersih, seorang muslim akan merasakan suasana hati yang lebih sejuk dan fokus saat menjalankan ibadah, baik itu di masjid maupun di dalam rumah pribadi.








