ruangdoa.com – Masjid Istiqlal Jakarta telah mematangkan berbagai rangkaian persiapan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H yang jatuh pada tahun 2026 Masehi. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Istiqlal berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah melalui tema besar "Ramadhan Hijau Ramadhan Bersama". Tema ini menitikberatkan pada dua pilar utama, yaitu program Ubudiyah (ibadah) dan program pendukung yang inklusif.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat tarawih di masjid ini akan tetap mempertahankan tradisi 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sehingga total menjadi 23 rakaat. Tradisi ini terus dipertahankan karena tingginya minat masyarakat yang ingin merasakan kekhusyukan ibadah di masjid ikonik tersebut. Untuk mengisi jeda ibadah, pihak pengelola telah menjadwalkan rangkaian kultum yang akan diisi oleh tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari ulama ahli keilmuan, tokoh publik, hingga artis religius dan dai kondang.
Khusus untuk malam pertama Ramadan 1447 H, Prof. Nasaruddin Umar dijadwalkan akan memberikan kultum secara langsung sebelum bertolak ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengisi kegiatan di Masjid IKN pada malam berikutnya. Selain tarawih, program rutin lainnya mencakup kajian setelah salat Zuhur, Asar, dan kultum subuh yang terbuka untuk umum.
Mengenai logistik berbuka puasa, Masjid Istiqlal menyiapkan ribuan paket takjil setiap harinya. Kepala Sekretariat Masjid Istiqlal, Eneng Fatimah, menyebutkan bahwa tersedia sekitar 2.000 paket pada hari kerja dan meningkat hingga 5.000 paket pada akhir pekan. Proses distribusi dilakukan secara tertib oleh 100 petugas khusus saat jemaah sudah duduk rapi di atas karpet yang telah disediakan.
Bagi jemaah yang ingin memperdalam ibadah di sepuluh malam terakhir, Masjid Istiqlal juga memfasilitasi kegiatan iktikaf. Pihak masjid menyediakan makan sahur untuk sekitar 400 orang jemaah iktikaf dengan sistem pendaftaran terlebih dahulu karena kuota yang terbatas. Hal ini dilakukan guna memastikan kenyamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah malam.
Sisi fasilitas dan keamanan juga mendapatkan peningkatan signifikan. Jumlah toilet telah ditambah dan kini tersedia akses khusus bagi jemaah disabilitas untuk memastikan masjid ini ramah bagi semua kalangan. Dari segi keamanan, pengelola bekerja sama dengan pihak Kepolisian RI serta mengoptimalkan penggunaan teknologi CCTV canggih di berbagai titik untuk melacak dan mencegah potensi tindakan kriminal.
Dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari 200 ribu orang, Masjid Istiqlal diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi simbol kerukunan dan rumah yang ramah bagi siapa saja yang berkunjung ke jantung ibu kota.








