Cara Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW Saat Sahur Agar Ibadah Puasa Makin Berkualitas

ruangdoa.com – Waktu sahur sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam karena rasa kantuk yang berat terkadang membuat sebagian orang melewatkan momen ini. Padahal, sahur bukan sekadar aktivitas makan dan minum sebelum fajar, melainkan sebuah ibadah yang memiliki ketentuan khusus sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mengikuti panduan sunnah dalam bersahur tidak hanya memberikan kekuatan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual ibadah puasa kita.

Dalam Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibillah, dijelaskan bahwa sahur berfungsi sebagai sumber energi sekaligus mengandung unsur keberkahan. Rasulullah SAW menegaskan pentingnya sahur melalui sabdanya, "Barang siapa yang ingin berpuasa maka hendaklah ia bersahur" (HR Bukhari). Selain itu, sahur menjadi pembeda identitas antara puasa umat Islam dengan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai sunnah sahur sesuai ajaran Rasulullah SAW untuk memperkaya nilai ibadah Anda.

1. Tetap Makan Sahur Meski Hanya Sedikit

Umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkan makan sahur dalam kondisi apa pun. Jika memang tidak sempat menyiapkan hidangan berat atau merasa sangat kenyang, cukupkanlah dengan seteguk air. Rasulullah SAW bersabda bahwa sahur adalah makanan yang penuh berkah dan Allah beserta para malaikat bersholawat kepada orang-orang yang makan sahur (HR Bukhari). Secara medis, asupan air saat sahur sangat krusial untuk menjaga hidrasi sel tubuh selama belasan jam berpuasa.

2. Mengakhirkan Waktu Sahur

Berbeda dengan berbuka yang harus disegerakan, sahur justru disunnahkan untuk diakhirkan hingga mendekati waktu fajar atau sebelum azan Subuh berkumandang. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengakhirkan sahur adalah bagian dari akhlak para rasul. Selain bernilai ibadah, mengakhirkan sahur memiliki manfaat kesehatan untuk menjaga cadangan glukosa dalam tubuh agar tetap stabil lebih lama, sehingga tubuh tidak cepat lemas di siang hari. Umat Islam akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur (HR Ahmad).

3. Mengonsumsi Kurma saat Sahur

Sebagai tambahan informasi yang memperkaya data sunnah, Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan konsumsi kurma saat sahur. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, beliau bersabda, "Sebaik-baik hidangan sahur seorang mukmin adalah kurma." Kurma mengandung fruktosa dan serat alami yang memberikan energi instan serta rasa kenyang yang lebih tahan lama, menjadikannya pilihan nutrisi terbaik sesuai tuntunan nabawi.

4. Mengisi Waktu Setelah Sahur dengan Membaca Al-Qur’an

Setelah selesai makan sahur, jangan langsung beranjak tidur. Sunnah Rasulullah SAW adalah mengisi jeda waktu antara selesai sahur hingga waktu salat Subuh dengan membaca Al-Qur’an. Berdasarkan riwayat dari Zaid bin Thabit, jarak antara selesai sahur Rasulullah dengan waktu salat Subuh adalah sekitar durasi membaca 50 atau 60 ayat Al-Qur’an (HR Bukhari). Kebiasaan ini sangat efektif untuk menjaga kesadaran agar tidak terlewat waktu Subuh sekaligus menambah pahala di bulan Ramadan.

Dengan menjalankan poin-poin sunnah di atas, aktivitas sahur tidak lagi sekadar rutinitas pengisi perut, melainkan menjadi sarana meraih keberkahan dan pahala yang sempurna sesuai petunjuk Rasulullah SAW.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga