ruangdoa.com Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar senantiasa berdoa kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan sebagai bentuk penghambaan yang tulus. Berdasarkan penjelasan para ulama fikih dan sejumlah riwayat hadits, terdapat beberapa doa yang sangat disukai Nabi SAW karena maknanya yang padat, ringkas, namun mencakup segala kebutuhan manusia. Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah 2 menjelaskan bahwa Rasulullah SAW lebih memilih doa-doa yang singkat namun kaya akan makna atau disebut sebagai jawami’ul kalim. Hal ini merujuk pada hadits riwayat Aisyah RA yang menyatakan bahwa Nabi SAW menyukai doa yang padat ringkas dan meninggalkan yang tidak seperti itu.
Berikut adalah kumpulan doa yang paling disukai dan sering dibaca oleh Rasulullah SAW untuk kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
1. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat atau Doa Sapu Jagat
Doa ini merupakan yang paling sering diucapkan oleh Nabi SAW karena mencakup perlindungan total di dunia maupun di akhirat kelak.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bacaan latin adalah Allahumma rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban nar.
Artinya adalah "Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka."
Berdasarkan hadits riwayat Anas RA, doa ini adalah permohonan yang paling sering beliau baca. Dalam riwayat Muslim, Rasulullah bahkan menyarankan doa ini kepada seorang sahabat yang sedang sakit parah agar ia memohon kebaikan daripada meminta azab akhirat disegerakan di dunia.
2. Doa Memohon Segala Kebaikan dan Berlindung dari Keburukan
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk meminta kebaikan secara menyeluruh, baik yang kita sadari maupun yang tersembunyi.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ
Bacaan latin adalah Allahumma inni as aluka minal-khairi kullihi ma ‘alimtu minhu wa ma lam a’lam, wa a’udzu bi-ka minsy-syarri kullihi ma ‘alimtu minhu wa ma lam a’lam.
Artinya adalah "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan, baik kebaikan yang aku ketahui maupun kebaikan yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, baik keburukan yang aku ketahui maupun keburukan yang tidak aku ketahui." (HR Abu Dawud).
3. Doa Meminta Petunjuk dan Dijauhkan dari Dendam
Ibnu Abbas RA meriwayatkan doa yang menunjukkan kepasrahan total serta permohonan agar hati dibersihkan dari penyakit batin.
رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى لِي وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا لَكَ ذَكَّارًا لَكَ رَهَّابًا لَكَ مِطْوَاعًا لَكَ مُخْبِتًا أَوَّاهًا إِلَيْكَ مُنِيبًا، رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي وَاغْسِلْ حَوْبَتِي وَأَجِبْ دَعْوَتِي وَثَبِّتْ حُجَّتِي وَسَدِّدْ لِسَانِي وَاهْدِ قَلْبِي وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ صَدْرِي
Bacaan latin adalah Rabbi a’inni wa la tu’in ‘alaiyya wanshurni wa la tanshur ‘alaiyya, wa- mkur li wa la tamkur alaiyya wa-hdini wa yassir al-huda li wanshurni ala man baga alayya, rabbij’alni la ka syakkaran la-ka dzakkaran, la-ka rahhaban, laka mithwa’an, la-ka mukhbitan awwahan, ilaika muniban, rabbi taqabbal taubati wa-gsil haubati, wa ajib da’wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wa-hdi qalbi wa-slul skhimata shadri.
Artinya adalah "Ya Tuhan, tolonglah aku dan janganlah Engkau buat diriku terkalahkan, buatlah diriku waspada dan jangan buat diriku terpedaya, berilah aku petunjuk, mudahkanlah petunjuk untukku, tolonglah aku dalam menghadapi orang yang berbuat aniaya terhadapku. Ya Tuhan, jadikanlah aku orang yang banyak bersyukur kepada-Mu, orang yang banyak mengingat-Mu, orang yang banyak takut kepada-Mu, orang yang banyak taat kepada-Mu, orang yang khusyuk dan banyak kembali kepada-Mu. Ya Tuhan, terimalah tobatku, basuhlah dosaku, kabulkanlah doaku, kuatkanlah hujjah-ku, benarkanlah lisanku, tunjukkanlah hatiku, dan hilangkanlah rasa dendam di dalam dadaku."
4. Doa Berlindung dari Sifat Malas dan Hati yang Tidak Khusyuk
Nabi SAW sangat mewanti-wanti agar umatnya tidak terjebak dalam sifat malas serta memiliki ilmu yang tidak bermanfaat.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ. اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهُ
Bacaan latin adalah Allahumma inni a’udzu bika minal-‘ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wal-harami, wa ‘adzabil-qabr. Allahumma ati nafsi taqwaha, wa zakkiha anta khairu man zakkaha, anta waliyyuha wa maulaha. Allahumma inni a’udzu bika min ‘ilmin la yanfa’, wa min qalbin la yakhsha’, wa min nafsin la tasyba’, wa min du’a’in la yustajabu lahu.
Artinya adalah "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dari usia bangka dan siksa kubur. Ya Allah, berikanlah kepada diriku sifat takwanya, bersihkanlah ia karena Engkaulah sebaik-baik yang membersihkannya. Sesungguhnya Engkaulah yang menjadi wali dan penguasanya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tak hendak khusyu, dan dari doa yang tidak diperkenankan."
5. Doa Meminta Kesungguhan dalam Beribadah
Agar ibadah kita tidak sekadar rutinitas, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar kita diberi kekuatan untuk bersyukur dan beribadah dengan kualitas terbaik.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Bacaan latin adalah Allahumma a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wahusni ibadatik.
Artinya adalah "Ya Allah, bantulah kami untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur, dan beribadah kepada-Mu dengan baik."
6. Doa agar Diteguhkan Hati dalam Agama
Hati manusia bersifat fluktuatif, oleh karena itu Nabi SAW sering memohon keteguhan iman.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ. وَالْمِيزَانُ بِيَدِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ يَرْفَعُ أَقْوَامًا وَيَضَعُ آخَرِينَ
Bacaan latin adalah Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik. Wal mizanu biyadirrahmani ‘azza wa jalla yarfa’u aqwaman wayadha’u akharin.
Artinya adalah "Ya Tuhan yang membolak-balik hati manusia. Teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu, sedangkan neraca timbangan itu di tangan Tuhan Yang Pengasih. Allahlah memuliakan suatu bangsa dan merendahkan bangsa-bangsa lainnya."
7. Doa Berlindung dari Lenyapnya Nikmat dan Keselamatan
Permohonan ini bertujuan agar kita tetap dalam lindungan Allah dan tidak kehilangan anugerah yang telah diberikan secara mendadak.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Bacaan latin adalah Allahumma inni a’udzu bika min zawali ni’matika, watahawwuli ‘afiyatika, wafujaati niqmatika, wajami’i sakhatika.
Artinya adalah "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, beralihnya penyelamatan-Mu, mendadaknya siksa-Mu dan meratanya amarah murka-Mu."
8. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu adalah cahaya, dan Nabi SAW selalu meminta agar ilmu yang didapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ
Bacaan latin adalah Allahummanfa’ni bima ‘allamtani, wa ‘allimni ma yanfa’uni, wazidni ‘ilma, walhamdulillahi ‘ala kulli hal, wa a’udzu billahi min hali ahlin nar.
Artinya adalah "Ya Allah, berilah aku manfaat dari apa-apa yang Engkau ajarkan dan ajarkanlah kepadaku apa-apa yang memberi manfaat, serta tambahkanlah ilmuku, dan segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimana pun. Aku berlindung kepada-Nya dari nasib penghuni neraka."
9. Doa agar Terbebas dari Utang dan Kemiskinan
Doa ini secara khusus diajarkan Nabi SAW kepada putrinya, Fathimah RA, untuk menghadapi kesulitan ekonomi dan beban utang.
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ، وَأَغْنِنِي مِنَ الْفَقْرِ
Bacaan latin adalah Allahumma rabba as-samawati as-sab’i, wa rabbil’arsyil-‘azhim, rabbana wa rabba kulli syai’, munzilat-Tawrati wal-Injili wal-Qur’an, faliqal-habbi wan-nawa, a’udzu bika min syarri kulli syai’in anta akhidzun binashiyatih, Allahumma antal-awwalu falaysa qablaka syai’, wa antal-akhiru falaysa ba’daka syai’, wa antazh-zhahiru falaysa fawqaka syai’, wa antal-bathinu falaysa dunaka syai’, iqdhi ‘anni ad-dayn, wa aghnini mina al-faqr.
Artinya adalah "Ya Allah, Tuhan dari langit yang tujuh. Tuhan Arsy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan dari segala sesuatu yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Pembelah biji dan Penumbuh benih. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana apa pun. Engkaulah pemegang ubun-ubun-nya. Engkau Yang Awal, maka tak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkau Yang Akhir hingga tak ada suatu pun sesudah-Mu. Engkau Yang Zahir, maka tak ada suatu pun di luar-Mu. Engkau Yang Batin hingga tak ada suatu pun di dalam-Mu! Bayarkanlah utangku ya Tuhan dan bebaskanlah aku dari kemiskinan."
10. Doa Meminta Petunjuk dan Kecukupan
Doa ini sangat singkat namun mencakup empat pilar kesejahteraan hidup seorang mukmin.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Bacaan latin adalah Allahumma inni as-alukal huda wattuqaa, wal ‘afaafa walghina.
Artinya adalah "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu petunjuk dan ketakwaan, menjaga kehormatan diri, serta kecukupan harta."
11. Doa Penutup Majelis sebagai Bentuk Perlindungan Akhir
Sebelum bangkit dari sebuah pertemuan, Rasulullah SAW hampir tidak pernah melewatkan doa ini untuk para sahabatnya.
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا
Bacaan latin adalah Allahummaqsim lana min khasyyatika ma tahulu bihi bainana wabaina ma’shiyatik, wamin tha’atika ma tuballighuna bihi jannatak, wamin al yaqin ma tuhawwinu bihi ‘alaina masha-ibid dunya, wamat’ti’na bi-asma’ina, wa absharina, wa quwwatina ma ahyaitana, waj’alhu waritsa minna, waj’al tsa’rana ‘ala man zhalamana, wanshurna ‘ala man ‘adana, wala taj’al mushibatana fi dinina, wala taj’alid dunya akbara hammina, wala mablagha ‘ilmina, wala tusallith ‘alaina man la yarhamuna.
Artinya adalah "Ya Allah, bagilah kami dari rasa takut kami kepada-Mu apa yang dapat menghindarkan kami dari berbuat maksiat kepada-Mu dan dari menaati-Mu apa yang dapat mengantarkan kami kepada surga-Mu, dan dari keyakinan kami apa yang dapat meringankan kami dari cobaan-cobaan dunia. Berilah kami kesenangan dengan pendengaran dan penglihatan kami, begitu juga dengan kekuatan kami selagi hayat dikandung badan, dan begitu pula halnya bagi orang yang mewarisi kami. Dan belalah kami terhadap orang-orang yang telah menganiaya kami, serta bantulah kami terhadap musuh-musuh kami. Dan janganlah kami menerima cobaan mengenai agama kami, janganlah pula dunia itu menjadi tumpuan harapan kami, atau batas ilmu pengetahuan kami, serta janganlah yang akan mengendalikan pemerintahan kami itu adalah orang-orang yang tidak menaruh rasa kasih sayang kepada kami."







