ruangdoa.com Malam Lailatul Qadar merupakan momen paling istimewa yang terjadi pada bulan Ramadan. Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada waktu ini karena nilai kemuliaannya yang luar biasa besar di sisi Allah SWT.
Peristiwa Lailatul Qadar telah diabadikan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadr ayat 1-5. Dalam surah tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut, dan Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu pula, para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan hingga terbit fajar.
Perkiraan Waktu Malam Lailatul Qadar 2026
Berdasarkan penetapan kalender, jika 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka sepuluh malam terakhir Ramadan yang menjadi waktu potensial turunnya Lailatul Qadar akan dimulai pada pertengahan Maret.
Merujuk pada hadits riwayat Imam Bukhari dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda untuk bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Berikut adalah rincian perkiraan tanggal malam ganjil tersebut untuk tahun 2026:
- Malam ke-21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026
- Malam ke-23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026
- Malam ke-25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026
- Malam ke-27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026
- Malam ke-29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026
Meskipun terdapat prediksi malam ganjil, kepastian tanggal jatuhnya Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia Allah SWT. Hal ini bertujuan agar umat Islam tetap konsisten beribadah di sepanjang sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang meningkatkan intensitas i’tikaf dan ibadahnya pada periode tersebut.
Keutamaan Luar Biasa Malam Lailatul Qadar
Dalam kitab Jabal al-Hasanat bi Daqa’iq Ma’dudat, dijelaskan bahwa ibadah pada malam ini setara dengan beribadah selama 83 tahun atau seribu bulan. Selain itu, terdapat janji pengampunan dosa bagi siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah SWT.
Imam Malik dalam al-Muwaththa menyebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah anugerah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW. Mengingat umur umat akhir zaman yang relatif lebih pendek dibandingkan umat-umat terdahulu, Allah memberikan satu malam istimewa ini agar mereka dapat melampaui pencapaian amal umat masa lalu.
Amalan Utama untuk Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Untuk meraih kemuliaan malam tersebut, terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim:
Membaca Al-Qur’an
Mengingat Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Quran), memperbanyak tilawah adalah amalan yang paling relevan. Malaikat Jibril pun mendatangi Rasulullah SAW untuk mengajarkan dan menyimak bacaan Al-Qur’an pada bulan Ramadan.Memperbanyak Dzikir
Dzikir adalah sarana utama untuk mengingat Allah SWT. Dalam Surah Al-Ankabut ayat 45, Allah menegaskan bahwa mengingat Allah (dzikrullah) memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan ibadah lainnya.Melaksanakan Salat Malam
Salat malam atau Qiyamul Lail memiliki kedudukan mulia setelah salat fardhu. Rasulullah SAW menegaskan bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malamnya. Umat Islam dapat melakukan salat Tahajjud, salat Hajat, maupun salat Witir secara istiqomah.I’tikaf di Masjid
I’tikaf atau berdiam diri di masjid dengan niat ibadah adalah sunnah muakkadah yang dilakukan Rasulullah SAW. Selama i’tikaf, seorang muslim dapat fokus melakukan muhasabah diri, berdoa, dan menjauhkan diri dari kesibukan duniawi demi mengejar keridaan Allah SWT.
Dengan memahami waktu dan keutamaannya, diharapkan setiap muslim dapat mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menjemput anugerah besar ini di sepuluh malam terakhir Ramadan.







