ruangdoa.com – Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang paling dinantikan umat Islam di penghujung Ramadan karena kemuliaannya yang setara dengan seribu bulan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk meningkatkan intensitas ibadah pada sepuluh malam terakhir, terutama dengan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa. Melalui dzikir, seorang hamba dapat menjaga hatinya tetap terpaut kepada Allah SWT sembari mengharap rahmat serta ampunan-Nya.
Berikut adalah panduan bacaan dzikir yang dapat diamalkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan sebagaimana dirangkum dari berbagai referensi sahih.
Istighfar Tobat untuk Pembersihan Jiwa
Membaca istighfar adalah langkah awal untuk membersihkan diri dari dosa sebelum memanjatkan doa-doa lainnya. Terdapat beberapa versi istighfar yang bisa diamalkan.
Istighfar Lengkap
Astaghfirullāhal ‘adzhīm alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūm wa atūbu ilaih, taubata ‘abdin zhālimīn lā yamliku linafsihī dharran wa lā naf’an wa lā mautan wa lā hayātan wa lā nusyūrā.
Artinya adalah hamba memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mandiri. Hamba bertobat kepada-Nya sebagai tobat seorang hamba yang banyak berbuat dosa dan tidak memiliki daya bagi dirinya sendiri.
Istighfar Memohon Rahmat
Astaghfirullāhal ‘adzhīm min kulli dzanbin ‘adzhīm lā yaghfiru dz-dzunūba illā anta, faghfir lanā maghfiratan min ‘indika warhamnā innaka antal ghafūrur rahīm.
Artinya adalah aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dosa besar. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka berikanlah ampunan dan limpahkanlah rahmat kepada kami.
Dzikir Tauhid dan Pengagungan Allah
Memperkuat tauhid pada malam mulia ini sangat dianjurkan untuk mengakui keesaan Allah SWT.
Lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumīt, wa huwa hayyund dā’imun lā yamūt, biyadihil khair, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya adalah tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.
Tasbih dan Tahmid Pembuka Pintu Kebaikan
Kalimat tasbih dan tahmid merupakan bacaan yang ringan di lisan namun sangat berat timbangannya di akhirat.
Subhānallāhi wa bihamdih, subhānallāhil ‘adzhīm, astaghfirullāh.
Artinya adalah Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah.
Subhānallāh wal hamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.
Artinya adalah Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
Sayyidul Istighfar sebagai Puncak Permohonan Ampun
Dalam kitab Fiqih Islam wa Adillatuhu, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menekankan pentingnya membaca Sayyidul Istighfar pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Ini adalah doa permohonan ampun yang paling utama.
Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa ana ‘abduka wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ūdzu bika min syarri mā shana’tu, abū’u laka bini’matika ‘alayya wa abū’u bidzanbī faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz dzunūba illā anta.
Artinya adalah Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku. Aku mengakui nikmat-Mu dan mengakui dosaku, maka berilah ampunan kepadaku karena tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau.
Doa Khusus Lailatul Qadar yang Diajarkan Rasulullah
Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, inilah doa yang paling dianjurkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA untuk dibaca saat menjumpai malam Lailatul Qadar.
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīm, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annā yā karīm.
Artinya adalah Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami.
Mengamalkan rangkaian dzikir dan doa ini dengan khusyuk setelah melaksanakan salat malam seperti Tahajud, Hajat, maupun Witir akan membantu seorang Muslim meraih keberkahan maksimal di malam yang penuh kemuliaan tersebut.








