Melacak Jejak Rasulullah dari Haram ke Sidratul Muntaha

ruangdoa.com

Isra Miraj adalah salah satu mukjizat terbesar yang pernah dianugerahkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Perjalanan spiritual agung ini bukan sekadar kisah sejarah, melainkan pondasi keimanan dan momen ditetapkannya kewajiban salat lima waktu bagi seluruh umat Islam.

Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, dilanjutkan dengan pengangkatan beliau menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha.

Allah SWT secara tegas mengabadikan bagian pertama perjalanan ini dalam Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī’ul-baṣīr.

Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Waktu dan Konteks Sejarah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Isra Miraj terjadi setahun sebelum hijrahnya Nabi ke Madinah, tepatnya pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian. Peristiwa ini terjadi setelah Nabi Muhammad SAW menghadapi masa-masa sulit, dikenal sebagai ‘Amul Huzni (Tahun Kesedihan), di mana beliau kehilangan dua sosok pendukung utama: Istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Perjalanan ini menjadi hadiah sekaligus penghiburan langsung dari Allah SWT.

Isra Miraj sendiri terbagi menjadi dua bagian yang tidak terpisahkan:

  1. Isra: Perjalanan malam hari yang menakjubkan dari Masjidil Haram (Mekkah) menuju Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsa (Palestina). Perjalanan ini ditempuh menggunakan Buraq, sejenis hewan tunggangan putih yang bergerak secepat kilat.
  2. Miraj: Peristiwa diangkatnya Rasulullah SAW dari Masjid Al-Aqsa, menembus lapisan-lapisan langit (Sama’), hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat yang tak terjangkau oleh makhluk biasa.

Menembus Tujuh Langit dan Pertemuan Para Nabi

Dalam perjalanan Miraj, Rasulullah SAW diantar oleh Malaikat Jibril AS. Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu, sebuah momen yang menunjukkan kedudukan istimewa Rasulullah SAW sebagai pemimpin seluruh nabi (Imamul Anbiya).

Berikut adalah rincian pertemuan di setiap langit yang beliau lalui:

  1. Langit Pertama: Bertemu dengan Nabi Adam AS, bapak seluruh manusia.
  2. Langit Kedua: Bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
  3. Langit Ketiga: Bertemu dengan Nabi Yusuf AS, yang memiliki paras sangat tampan.
  4. Langit Keempat: Bertemu dengan Nabi Idris AS.
  5. Langit Kelima: Bertemu dengan Nabi Harun AS.
  6. Langit Keenam: Bertemu dengan Nabi Musa AS.
  7. Langit Ketujuh: Bertemu dengan Nabi Ibrahim AS, yang sedang bersandar di Baitul Ma’mur.

Setelah melewati langit ketujuh, Rasulullah SAW tiba di Sidratul Muntaha. Di sinilah beliau menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Perintah Salat Lima Waktu

Awalnya, Allah SWT mewajibkan salat sebanyak lima puluh waktu dalam sehari semalam. Jumlah ini terasa sangat berat. Atas saran dari Nabi Musa AS yang berpengalaman menghadapi umatnya, Rasulullah SAW berulang kali memohon keringanan kepada Allah SWT.

Ini adalah manifestasi rahmat Allah dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Setelah berkali-kali memohon, akhirnya kewajiban salat dikurangi drastis menjadi hanya lima waktu sehari. Meskipun hanya lima waktu, Allah SWT menjanjikan pahala setara dengan lima puluh waktu salat.

Ujian Keimanan dan Gelar Ash-Shiddiq

Ketika Rasulullah SAW kembali ke Mekkah dan menceritakan perjalanan malamnya, peristiwa ini sontak mengguncang keyakinan kaum Quraisy. Sulit bagi akal manusia saat itu menerima bahwa jarak ribuan kilometer (Mekkah ke Baitul Maqdis) dapat ditempuh hanya dalam satu malam.

Abu Jahal memanfaatkan momen ini untuk menghasut penduduk Mekkah agar tidak percaya kepada Nabi Muhammad. Ia menantang Rasulullah untuk menjelaskan ciri-ciri Masjidil Aqsa. Dengan bantuan wahyu dan mukjizat, Rasulullah SAW mampu menjelaskan setiap detail masjid tersebut dengan akurat, membenarkan klaimnya di hadapan kaum yang meragukan.

Namun, pengakuan yang paling penting datang dari sahabat terdekatnya, Abu Bakar RA. Ketika orang lain ragu, Abu Bakar justru menyatakan keyakinan penuhnya:

“Sungguh, aku tidak ragu sedikit pun dengan apa yang dikatakan Muhammad. Bahkan, lebih dari itu, aku membenarkannya atas berita-berita langit yang datang pada waktu pagi dan sore hari.”

Karena keteguhan dan keyakinan mutlaknya, Abu Bakar digelari Ash-Shiddiq, yang berarti orang yang selalu membenarkan dan mempercayai perkataan Nabi SAW. Peristiwa Isra Miraj menjadi pemisah jelas antara mereka yang beriman dengan akal, dan mereka yang beriman dengan hati dan keyakinan kepada kebesaran Allah SWT.

Perjalanan spiritual ini menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi kekuasaan Allah. Pelajaran terbesar dari Isra Miraj adalah tentang pentingnya salat sebagai tiang agama dan penghubung langsung antara hamba dengan Sang Pencipta.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga