Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap Beserta Doa dan Waktu Terbaik Melaksanakannya

ruangdoa.com Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia pasti akan sampai pada titik di mana ia harus mengambil keputusan besar. Sering kali, logika dan pertimbangan manusiawi saja tidak cukup untuk memberikan ketenangan hati. Rasa ragu, bimbang, dan takut akan salah melangkah adalah hal yang manusiawi, terutama saat menghadapi pilihan terkait karir, pendidikan, hingga jodoh. Dalam Islam, solusi spiritual untuk mengatasi kebimbangan ini adalah dengan melaksanakan sholat istikharah. Ibadah ini merupakan bentuk penyerahan diri total kepada Allah SWT untuk memohon petunjuk agar dipilihkan yang terbaik menurut ilmu-Nya yang tidak terbatas.

Sholat istikharah secara bahasa berarti memohon kebaikan pada suatu hal. Secara hukum, sholat ini adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang sedang menghadapi dua pilihan atau lebih. Melaksanakannya bukan berarti menunggu jawaban melalui mimpi semata, melainkan memohon agar Allah memantapkan hati pada pilihan yang benar atau menjauhkan kita dari pilihan yang buruk. Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat istikharah adalah pada sepertiga malam terakhir, di mana suasana lebih tenang dan doa lebih mustajab, meskipun sholat ini boleh dilakukan kapan saja di luar waktu yang dilarang.

Berikut adalah tata cara sholat istikharah yang benar sesuai dengan tuntunan syariat.

  1. Membaca niat sholat istikharah di dalam hati atau dengan lisan.

أصَلَّى سُنَّةَ الْإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin: Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya: "Saya niat sholat Istikharah dua rakaat menghadap qiblat karena Allah ta’ala."

  1. Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucap Allahu Akbar.

  2. Membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah.

  3. Membaca surah pendek setelah Al Fatihah. Pada rakaat pertama, sangat diutamakan untuk membaca surah Al Kafirun.

Surah Al Kafirun
قُلْ يَأَيُّهَا الْكَفِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَلِيَ دِينِ

  1. Rukuk dengan tumakninah.

  2. Iktidal (bangun dari rukuk).

  3. Sujud pertama.

  4. Duduk di antara dua sujud.

  5. Sujud kedua.

  6. Berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.

  7. Membaca surah Al Fatihah dan dilanjutkan dengan surah pendek. Pada rakaat kedua, para ulama menganjurkan membaca surah Al Ikhlas.

  8. Rukuk.

  9. Iktidal.

  10. Sujud pertama.

  11. Duduk di antara dua sujud.

  12. Sujud kedua.

  13. Duduk tahiyat akhir.

  14. Mengucap salam.

Setelah selesai melaksanakan sholat dua rakaat, langkah selanjutnya yang sangat krusial adalah memanjatkan doa istikharah dengan khusyuk. Doa ini mengandung pengakuan akan kelemahan manusia dan keagungan ilmu Allah SWT.

Doa Setelah Sholat Istikharah

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُوَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدِرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدِرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Latin: Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadin wal hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, as-aluka min fadlikal ‘adziimi fa-innaka taqdiru wa laa aqdir, wa ta’lamu walaa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Alloohumma inkunta ta’lamu anna haadzal amro (sebutkan urusan yang sedang dipilih) khoirul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi, wa inkunta ta’lamu anna haadzal amro (sebutkan urusan yang sedang dipilih) syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdir liiyal khoiro haitsu kaana tsumma ardhinii bihi. Sub-haana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliin walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah shalawat atas junjungan kami Nabi Muhammad. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Mahaagung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan urusan Anda) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku takdirkanlah untuk-ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini (sebutkan urusan Anda) lebih berbahaya bagiku dalam agama, kehidupan dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untuk-ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku."

Perlu dipahami bahwa hasil dari sholat istikharah tidak selalu muncul dalam bentuk mimpi yang spesifik. Sering kali, jawaban Allah datang dalam bentuk kemantapan hati pada salah satu pilihan, dimudahkannya segala urusan yang berkaitan dengan pilihan tersebut, atau justru diberikan rintangan yang membuat kita menjauh dari pilihan yang buruk. Oleh karena itu, setelah melaksanakan sholat ini, seorang muslim hendaknya tetap berikhtiar secara nyata dan bertawakal sepenuhnya kepada ketetapan Allah SWT.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga