ruangdoa.com Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Praktik ini tidak hanya menjadi sarana untuk mendoakan orang yang telah wafat, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat bagi orang yang masih hidup akan datangnya kematian serta kehidupan akhirat. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ziarah kubur memiliki nilai spiritual yang besar jika dilakukan dengan niat dan tata cara yang benar.
Secara bahasa, ziarah berarti mengunjungi, sementara kubur adalah tempat dikuburkannya jenazah. Merujuk pada buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya H. Sopian Riduan, ziarah kubur dimaknai sebagai kegiatan mengunjungi makam orang yang telah meninggal dunia untuk mendoakan mereka sekaligus mengambil pelajaran hidup dari kematian tersebut.
Dalam Islam, ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan ibadah sunnah yang memiliki landasan dalil kuat dari Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Pada masa awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang ziarah kubur karena dikhawatirkan umat Islam yang baru meninggalkan tradisi jahiliah masih melakukan perbuatan syirik. Namun, setelah akidah umat Islam semakin kuat, larangan tersebut dicabut.
Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa dahulu beliau melarang ziarah kubur, namun sekarang beliau memerintahkan umatnya untuk berziarah karena hal itu dapat mengingatkan kepada akhirat. Berdasarkan hadits ini, para ulama sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunnah selama dilakukan dengan adab yang benar dan tidak disertai perbuatan yang dilarang syariat.
Berikut adalah urutan bacaan doa ziarah kubur lengkap yang dapat diamalkan.
Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur
Langkah pertama saat memasuki area pemakaman adalah mengucapkan salam. Berikut adalah bacaan salam yang diajarkan
السَّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalāmu ‘alā ahlid diyār minal mu’minīna wal muslimīn wa yarhamullāhul-mustaqdimīn minkum wa minnā wal musta’khirīn, wa innā insyā-Allāhu bikum lāhiqūn
Artinya adalah keselamatan semoga tercurah kepada para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian serta kami. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian.
Selain itu, terdapat versi doa ziarah kubur yang lebih panjang sebagai berikut
السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُومِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَأَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ اللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal muslimaati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nas’alullahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika- lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu bi-yadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.
Makna doa tersebut adalah semoga keselamatan bagimu, keharibaan almarhum, dan seluruh penghuni kuburan dari golongan mukmin dan muslim laki-laki maupun perempuan. Sesungguhnya kami atas kehendak Allah akan menyusul kalian. Kalian mendahului kami dan kami akan menyusul. Kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Ya Allah, Pemilik roh yang hancur dan jasad yang remuk serta tulang yang tergerogoti yang meninggalkan dunia dalam keadaan beriman, berikanlah mereka ketenangan dan keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, segala kerajaan dan puji milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan di tangan-Mu, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Membaca Surat Al Fatihah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Artinya adalah dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.
Membaca Surat Al Baqarah Ayat 1-5
الما
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Makna ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang bertakwa yang beriman kepada hal ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan rezeki, serta yakin akan kitab-kitab Allah dan hari akhirat. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dan beruntung.
Membaca Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِيْعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Ayat ini menegaskan kekuasaan Allah yang tidak pernah tidur, pemilik segala sesuatu di langit dan bumi, serta ilmu-Nya yang meliputi segala hal tanpa merasa berat dalam memeliharanya.
Membaca Surat Al Baqarah Ayat 284-286
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Rangkaian ayat ini mengandung doa memohon ampunan dan perlindungan agar tidak dibebani sesuatu yang di luar kesanggupan manusia.
Membaca Surat Pendek
Dianjurkan membaca Surat Al Ikhlas sebanyak 3 kali, Surat Al Falaq 3 kali, dan Surat An Nas 3 kali sebagai bagian dari rangkaian doa kirim pahala kepada ahli kubur.
Memperbanyak Dzikir
Peziarah dapat memperbanyak bacaan istighfar yakni Astaghfirullah yang berarti aku memohon ampun kepada Allah, serta bacaan tahlil La ilaha illallah wallahu akbar yang bermakna tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.
Mendoakan Jenazah secara Khusus
Sebagai penutup, bacalah doa khusus untuk almarhum atau almarhumah sebagai berikut
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجِ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Maknanya adalah ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan maaf. Berikanlah kehormatan, luaskanlah tempat masuknya, dan mandikanlah ia dengan air es dan embun. Bersihkanlah ia dari kesalahan seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran. Gantikanlah rumah, keluarga, dan pasangan yang lebih baik baginya, serta jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.








