ruangdoa.com merangkum amalan doa yang dapat dipanjatkan oleh umat muslim saat menghadapi cuaca ekstrem atau hujan yang turun terus-menerus. Sebagaimana kita pahami bersama bahwa hujan yang turun tanpa henti berpotensi mendatangkan bencana alam seperti banjir hingga tanah longsor. Agar curahan air dari langit tersebut tetap menjadi berkah dan tidak menyebabkan musibah, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam segala situasi termasuk saat menginginkan cuaca kembali cerah.
Perintah untuk berdoa ini tertuang dalam Al-Qur’an surah Ghafir ayat 60 yang menegaskan bahwa Allah SWT akan memperkenankan doa setiap hamba yang memohon kepada-Nya. Selain itu, momen turunnya hujan merupakan salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa sesuai dengan hadis riwayat Al Hakim yang menyebutkan bahwa doa tidak akan tertolak pada dua waktu yaitu saat azan berkumandang dan ketika hujan turun.
Berikut adalah beberapa pilihan doa yang dapat diamalkan lengkap dengan teks Arab dan maknanya tanpa menggunakan tanda baca titik dua.
Pilihan Doa Pertama untuk Perlindungan dari Bahaya
Doa ini dipanjatkan agar kita terhindar dari segala kemudaratan yang mungkin timbul akibat cuaca buruk.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.
Makna dari doa tersebut adalah dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Pilihan Doa Kedua untuk Memindahkan Hujan ke Tempat Lain
Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa ini agar hujan berpindah ke wilayah yang lebih membutuhkan dan tidak merusak pemukiman.
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma hawalayna wa la ‘alaina. Allahumma ‘alal-akaami wadh-dhiraabi wa butuunil-awdiyati wa manaabitish-shajar.
Terjemahan doa ini adalah ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami bukan di atas kami. Ya Allah turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, gunung-gunung, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.
Pilihan Doa Ketiga Memohon Kebaikan dari Angin dan Cuaca
Doa ini sangat baik dibaca jika hujan disertai dengan angin kencang yang mengkhawatirkan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa ursilat bih.
Artinya adalah ya Allah saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.
Pilihan Doa Keempat Saat Mendengar Petir
Ketika hujan lebat seringkali disertai dengan suara guntur atau petir yang menggelegar.
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.
Kalimat tersebut berarti Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya dan para malaikat takut kepada-Nya.
Pilihan Doa Kelima agar Hujan Membawa Manfaat
Meskipun kita ingin hujan segera reda, kita tetap harus memohon agar air yang sudah turun membawa manfaat bagi kehidupan.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا
Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.
Doa singkat ini bermakna ya Allah jadikanlah hujan ini bermanfaat.
Pilihan Doa Keenam sebagai Bentuk Syukur
Setelah hujan mulai mereda, seorang muslim dianjurkan membaca doa sebagai bentuk pengakuan atas rahmat Allah.
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.
Terjemahannya adalah kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.
Pilihan Doa Ketujuh Berdasarkan Kisah Nabi Nuh
Ayat ini merupakan firman Allah yang memerintahkan bumi dan langit untuk menghentikan air bah pada zaman Nabi Nuh AS.
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Wa qila ya ardhu-bla’i ma’aki wa ya sama’u aqli’i wa ghidhal-ma’u wa qudhiyal-amru wastawat ‘alal-judiyyi wa qila bu’dal lil-qaumizh-zhalimin.
Makna ayat dari surah Hud tersebut adalah dan difirmankan hai bumi telanlah airmu dan hai langit berhenti lah dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi dan dikatakan binasalah orang-orang yang zalim.
Demikianlah berbagai pilihan doa yang dapat diamalkan oleh setiap muslim ketika menghadapi hujan lebat agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta mendapatkan cuaca yang baik.








