ruangdoa.com menyajikan ulasan mendalam mengenai sholat jenazah sebagai salah satu bentuk penghormatan terakhir dan kewajiban kolektif bagi umat Islam. Ibadah ini merupakan manifestasi kasih sayang antar sesama muslim melalui untaian doa yang dipanjatkan khusus bagi mereka yang telah wafat. Dalam syariat Islam, hukum melaksanakan sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Ketentuan ini bermakna bahwa jika sudah ada sebagian kaum muslimin yang mengerjakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lain, namun jika diabaikan oleh seluruh warga di daerah tersebut maka semuanya akan menanggung dosa.
Rasulullah SAW menegaskan pentingnya amalan ini melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa hak seorang muslim atas muslim lainnya mencakup lima perkara yaitu menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, serta mendoakan yang bersin. Berbeda dengan sholat fardhu atau sunnah lainnya, sholat jenazah memiliki karakteristik unik karena dilakukan sepenuhnya dalam posisi berdiri tanpa gerakan ruku, sujud, duduk, maupun tasyahud.
Dalil Syariat dan Besarnya Pahala Sholat Jenazah
Landasan hukum mengenai sholat jenazah tersirat dalam Al-Qur’an surah At Taubah ayat 84 yang berisi larangan bagi Nabi Muhammad SAW untuk menyolatkan orang munafik.
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَٰسِقُونَ
Artinya adalah janganlah engkau melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya karena sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. Ayat ini menjadi dalil bahwa sholat jenazah adalah amalan yang disyariatkan bagi kaum mukmin.
Selain itu, motivasi besar bagi umat Islam untuk mengamalkan ibadah ini adalah janji pahala yang melimpah. Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa barang siapa yang menghadiri jenazah hingga disholatkan maka baginya satu qirath, dan jika hingga dimakamkan maka baginya dua qirath. Para sahabat sempat bertanya mengenai ukuran dua qirath tersebut dan Nabi menjawab bahwa besarnya seperti dua gunung besar.
Tata Cara dan Posisi Imam dalam Sholat Jenazah
Sebelum memulai sholat, penting untuk memperhatikan posisi imam dan makmum. Imam sebaiknya berdiri searah kepala jika jenazah laki-laki atau searah perut jika jenazah perempuan. Untuk makmum, disunnahkan membentuk setidaknya tiga shaf dengan formasi ganjil. Berikut adalah urutan ringkas pelaksanaannya.
- Niat yang dilakukan di dalam hati.
- Takbir pertama yang dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.
- Takbir kedua yang dilanjutkan dengan membaca sholawat kepada Nabi SAW.
- Takbir ketiga yang dilanjutkan dengan membaca doa khusus untuk jenazah.
- Takbir keempat yang dilanjutkan dengan doa singkat untuk keluarga dan jenazah.
- Salam.
Bacaan Niat dan Doa Lengkap Sholat Jenazah
Berikut adalah rincian bacaan niat serta doa berdasarkan jenis kelamin jenazah.
Niat untuk Jenazah Laki-laki
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ (إِمَامًا/مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ
Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti ‘arba’a takbiiratin fardhu kifayati (imaman/ma’muman) lillahi ta’ala. Allahu akbar.
Niat untuk Jenazah Perempuan
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ (إِمَامًا/مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ
Ushalli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma’muman) lillahi Ta’ala. Allahu akbar.
Bacaan Takbir Pertama (Surah Al-Fatihah)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّۤالِّيْنَ
Bacaan Takbir Kedua (Sholawat Ibrahimiyah)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Bacaan Takbir Ketiga (Doa untuk Jenazah)
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ )هَا (وَارْحَمْهُ )هَا (وَعَافِهِ )هَا (وَاعْفُ عَنْهُ )هَا (وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ )هَا (وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ )هَا ( وَأَغْسِلْهُ )هَا ( بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ )هَا ( مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَ أَبْدِلْهُ )هَا ( دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ )هَا ( وَ أَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ )هَا ( وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ )هَا ( وَأَدْخِلْهُ )هَا ( الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهُ )هَا ( مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ فِتْنَتِهِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Catatan penting adalah mengganti akhiran “hu” menjadi “ha” jika jenazahnya adalah perempuan.
Bacaan Takbir Keempat
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ )هَا (وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ )هَا (وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ )هَا (وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Setelah takbir keempat selesai, ibadah ditutup dengan membaca salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri secara sempurna.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Doa-Doa Lain Saat Menghadapi Kematian
Selain sholat jenazah, umat Islam juga dianjurkan membaca doa istirja’ saat mendengar kabar kematian sebagai bentuk penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya adalah sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.
Bagi mereka yang hendak berziarah ke makam, doa berikut ini dapat dipanjatkan sebagai salam kepada ahli kubur.
السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Artinya adalah semoga keselamatan tercurah bagi para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian.








