Kumpulan Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Teks Arab Latin dan Keutamaannya

ruangdoa.com Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Dikenal sebagai malam pengampunan dan penetapan takdir tahunan, memperbanyak doa dan amal saleh adalah amalan utama untuk menghidupkan malam mulia ini.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai pengertian, keutamaan, serta kumpulan doa Nisfu Syaban dalam berbagai versi, disajikan dalam teks Arab, Latin, dan terjemahan.

Apa Itu Nisfu Syaban

Nisfu Syaban secara bahasa berasal dari dua kata majemuk Arab, yaitu Nisfu yang berarti pertengahan atau setengah, dan Syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah.

Dengan demikian, Nisfu Syaban merujuk pada malam pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada tanggal 15 Syaban. Momen ini sering kali dijadikan persiapan spiritual sebelum menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menjelaskan bahwa malam ini adalah malam yang diberkahi dan dianjurkan untuk diisi dengan memperbanyak amal shalih.

Keutamaan malam Nisfu Syaban ditegaskan dalam sebuah hadits hasan yang sering dijadikan landasan amalan, di mana Allah SWT memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya:

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ " . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ

Artinya: "Dari Abu Musa Al-Asy’ari, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan’." (HR Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadits ini menunjukkan bahwa pintu ampunan terbuka lebar pada malam Nisfu Syaban, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah (musyrik) dan mereka yang masih menyimpan permusuhan atau kebencian terhadap sesama muslim.

Kumpulan Doa Malam Nisfu Syaban

Berikut adalah kumpulan doa yang dapat diamalkan pada malam Nisfu Syaban, dihimpun dari berbagai sumber kitab dan tradisi keilmuan Islam:

Doa Nisfu Syaban Versi Pertama

Doa ini memohon anugerah, pembebasan dari neraka, perluasan rezeki, dan ketetapan takdir yang baik.

اَللّٰهُمَّ إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَوَسِّعْ رِزْقَكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُوْمُ لَكَ فِيْهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ. اَللّٰهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيْهَا بِوَفَاتِهِ فَاقْضِ مَعَ ذَالِكَ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُوْلَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ مَعَ ذَالِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا لَا تَبْلُغُ الْآمَالُ إِلَيْهِ يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِيْ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن.

Allaahumma idz athla’ta lailatan-nashfi min sya’baana ‘alaa khalqika, fa ‘ud ‘alainaa bimannika wa ‘itqika, wa qaddir lanaa min fadhlika wa wassi’ rizqaka, waj’alnaa mimman yaquumu laka fiihaa biba’dhi haqqika. Allaahumma man qadhaita fiihaa bi wafaatihi faq-dhi ma’a dzaalika rahmataka, wa man qaddarta thuula hayaatihi faj’al ma’a dzaalika ni’mataka, wa ballighnaa maa laa tablughul aamaalu ilaihi yaa khaira man waqafatil aqdaamu baina yadaihi yaa rabbal ‘aalamiina birahmatika yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa Muhammadin khairi khalqihii wa ‘alaa aalihii wa shahbihi ajma’iin.

Artinya: "Ya Allah, jika Engkau telah memunculkan malam Nisfu Syaban pada makhluk-Mu maka curahkan atas kami anugerah dan pembebasan-Mu (dari neraka), takdirkanlah untuk kami kebaikan dari keutamaan-Mu, perluaslah curahan rezeki-Mu untuk kami, jadikanlah kami di malam itu termasuk orang yang bangkit melaksanakan hak-Mu. Ya Allah, orang yang Engkau tentukan takdirnya di malam itu dengan kematiannya, maka bersamakanlah dengan rahmat-Mu, dan orang yang Engkau takdirkan berumur panjang maka jadikanlah rahmat-Mu bersamanya, dan sampaikanlah kami pada tujuan mulia yang tidak tercapai oleh angan-angan, wahai sebaik-baik Dzat yang bersimpuh di hadapan-Nya semua telapak kaki, wahai Tuhan sekalian alam, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Pengasih. Semoga sholawat Allah tercurah pada junjungan kami Nabi Muhammad, sebaik-baik makhluk, dan atas keluarga serta sahabat kesemuanya."

Doa Nisfu Syaban Versi Kedua

Doa ini memohon keimanan yang menenteramkan hati, keyakinan yang tulus, dan keridhaan atas segala ketetapan Allah.

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَا قْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤَالِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي. اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَضِّنِي بِقَضَائِك

Allahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyati faqbal ma’dzirati, wata’lamu haajatii fa’thainii suaa-li, wata’lamu maa fii nafsii faghfir lii dzambii. Allahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tampak dariku, maka terimalah permohonanku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berilah aku apa yang aku pinta. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang menenteramkan hatiku dan keyakinan yang tulus hingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku sesuatu kecuali yang telah Engkau tetapkan bagiku, dan jadikanlah aku ridha terhadap ketentuan-Mu."

Doa Nisfu Syaban Versi Ketiga

Doa ini memohon perlindungan dari segala keburukan dan memohon ampunan Allah atas segala dosa dan kelalaian.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِي بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِي عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِي حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّي، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِي مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِ فِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَالِكَ أَهْلِي وَوَلَدِي وَإِخْوَانِي فِكَ، وَمَنْ وَلَدَنِي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.

Allâhumma shalli ‘ala Muhammadin wa âlihi, Mashâbîhil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma’âdinil ‘ishmati, wa’shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa la ‘ala ghaflatin, wa lâ taj’al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa ana minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a’thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî’atu hikmatuhu, fa a’thini as-sa’ata wad da’ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu’âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a’thinî al-yusra, wa lâ taj’al ma’ahu al-‘usra, wa a’imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwânî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti.

Artinya: "Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunan Mu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikan Mu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat."

Doa Nisfu Syaban Versi Keempat

Ini adalah doa singkat yang fokus pada permohonan maaf, ampunan (afwu), dan keselamatan yang berkesinambungan (afiyah).

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاتَدَّائِمَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allaahumma innaka ‘afuwwung-tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaataddi imati fiddunyaa wal aakhiroh.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama, dunia serta akhirat."

Doa Nisfu Syaban Versi Kelima

Doa ini merupakan pengakuan akan keesaan Allah dan permohonan dengan menyebut sifat-sifat keagungan-Nya.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيْعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوم

Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardh, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum

Artinya: "Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan bahwa segala puji bagi-Mu; Tiada Tuhan selain Engkau Sang Maha Pemberi, Sang Pencipta langit dan bumi, wahai Sang Pemilik keagungan dan kedermawanan, wahai Sang Maha Hidup dan Maha Mandiri."

Doa Nisfu Syaban Versi Keenam

Doa ini secara spesifik memohon penghapusan catatan takdir buruk dan penggantiannya dengan catatan takdir yang baik, merujuk pada ayat Al-Qur’an tentang Lauh Mahfuzh.

اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اِسْمِيْ شَقِيًّا فِيْ دِيْوَانِ الْأَشْقِيَاءِ فَامْحُ وَاكْتُبْنِيْ السُّعَدَاءِ وَإِنْ كُنْتَ اِسْمِيْ سَعِيْدًا فِيْ دِيْوَانِ السُّعَدَاءِ فَثَبِّتْهُ فَإِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْكَرِيْمِ يَمْحُوْ اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Allahumma in kunta katabta ismii syaqiyyan fii diiwaanil asyqiyaa-i famhu waktubnii as-su’adaa-i wa in kunta ismii sa’iidan fii diiwaanis su’adaa-i fatsbithu fa innaka qulta fii kitaabikal kariimi yamhuu allaahu maa yasyaa-u wa yutsbit wa ‘indahu ummul kitaabi.

Artinya: "Ya Allah, jika Engkau telah mencatat namaku orang yang sengsara di tempat orang-orang yang sengsara maka hapuskanlah dan catatlah namaku di tempat orang-orang yang berbahagia. Jika Engkau telah mencatat namaku sebagai orang yang bahagia pada catatan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah. Maka sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu yang dimuliakan: Allah menghapus apa-apa yang Dia kehendaki dan Allah menetapkan (apa-apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya ada kitab yang pokok."

Doa Nisfu Syaban Versi Ketujuh

Doa yang sangat terkenal ini dinukil dari kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, yang juga memuat permohonan penghapusan takdir buruk.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِى الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِى أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتَنَا، وَحِرْمَانَنَا وَقِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ "يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ." وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaika yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thauli wal in’âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîna wa jâral mustajîrîna, wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanâ ‘indaka fii ummil kitâbi asyqiyâ’a au mahrûmîna au muqattarîna ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fii ummil kitâbi syaqâwatanâ, wa hirmânanâ waqtitâra rizqinâ, waktubnâ ‘indaka su’adâ’a marzûqîna muwaffaqîna lil khairât. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fii kitâbikal munzali ‘ala lisâni nabiyyikal mursali "Yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu wa ‘indahû ummul kitâb." Wa shallallahu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihî wa shahbihi wa sallama, walhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatat ku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata—sementara perkataan-Mu adalah benar—di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Malam Nisfu Syaban adalah kesempatan emas untuk bertaubat, memohon ampunan, dan merenungkan kembali perjalanan hidup. Manfaatkan malam ini sebaik mungkin dengan memperbanyak doa dan ibadah.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga