Doa Sunnah untuk Pengantin Baru Agar Rumah Tangga Penuh Berkah

Doa Writes

ruangdoa.com – Pernikahan adalah gerbang menuju kehidupan baru yang sakral. Dalam Islam, momen akad nikah bukan hanya perayaan, tetapi juga awal dari sebuah perjalanan panjang yang disebut mitsaqan ghalizhan (perjanjian yang kuat).

Untuk memulai perjalanan mulia ini, Islam sangat menganjurkan agar pasangan pengantin baru dan para tamu memanjatkan doa. Doa untuk pengantin baru adalah bentuk nasihat, harapan, dan permohonan keberkahan dari Allah SWT agar rumah tangga yang dibina dipenuhi sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang).

Memberikan doa adalah sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Lantas, doa apa saja yang paling utama dipanjatkan untuk pasangan yang baru menikah agar senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya?

Berikut adalah kumpulan doa terbaik untuk pengantin baru yang diambil dari tuntunan Rasulullah SAW dan kutipan dari Al-Quran, menukil dari berbagai sumber terpercaya seperti buku Doa dan Zikir Makbul dan Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi.


1. Doa Utama yang Diajarkan Rasulullah SAW

Doa ini adalah doa yang paling populer dan sangat dianjurkan (sunnah) untuk diucapkan kepada pengantin baru setelah akad nikah. Doa ini diriwayatkan dalam Hadits Abu Dawud.

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْر

Bārakallāhu laka, wa bāraka ‘alaika, wa jama’a bainakumā fī khair.

Artinya: “Semoga Allah memberkahimu, memberkahi pernikahanmu, dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

2. Doa Memohon Persatuan dan Keharmonisan

Doa ini memohon agar Allah SWT merukunkan kedua pasangan sebagaimana rukunnya pasangan-pasangan teladan dalam sejarah Islam, menunjukkan harapan akan keharmonisan yang abadi.

اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ آدَمَ وَحَوَّاءَ، وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَسَارَةَ، وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا يُوسُفَ وَزُلَيْخَا، وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيجَةَ الكُبْرَى، وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيْ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ

Allāhumma allif bainahumā kamā allafta baina Ādama wa Hawwā, wa allif bainahumā kamā allafta baina sayyidinā Ibrāhīm wa Sārah, wa allif bainahumā kamā allafta sayyidinā Yūsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumā kamā allafta baina sayyidinā Muhammadin shallallāhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinā Khadījatul kubrā, wa allif bainahumā kamā allafta baina sayyidinā ‘Aly wa sayyidatinā Fāthimah az-Zahrā

Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adam dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad SAW dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.”

3. Doa Memohon Perlindungan dan Kekekalan Ikatan

Doa ini berfokus pada permohonan agar akad pernikahan menjadi ikatan yang diberkahi, dilindungi dari perpecahan, dan dipenuhi kecukupan dunia akhirat.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُومًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فُرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allāhummaj’al hādzal ‘aqda ‘aqdan mubārakan ma’shūman wa alqi bainahumā ulfatan wa qarāran dāiman wa lā taj’al bainahumā firqatan wa firāran wa khishāman wakfihimā mu’natad dunyā wal ākhirah.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng, jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpisahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”

4. Dalil Keberkahan Pernikahan Surat Ar-Rum ayat 21

Ayat ini sering dibacakan dalam momen pernikahan karena menjelaskan tujuan utama dari pernikahan itu sendiri, yaitu menciptakan ketenangan, cinta, dan kasih sayang sebagai tanda kekuasaan Allah.

وَ مِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī dzālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarūn

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum 21)

5. Doa Umum Memohon Jauh dari Kezaliman

Meskipun doa ini bersifat umum, ia mencerminkan permohonan agar pasangan dijauhkan dari segala bentuk keburukan dan kezaliman, yang dapat diterapkan dalam konteks rumah tangga.

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn(a).

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.” (QS Al A’raf 47)


Doa yang Dibaca Khusus oleh Pengantin Pria

Selain doa yang diucapkan oleh para tamu, pengantin pria juga memiliki doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca saat pertama kali bertemu dengan istrinya setelah akad nikah. Doa ini bertujuan memohon kebaikan dari sang istri dan berlindung dari segala keburukan yang mungkin ada.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allāhumma innī as’aluka min khairihā wa khairi mā jabaltahā ‘alaihi, wa a’ūdzubika min syarrihā wa syarri mā jabaltahā ‘alaihi

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

Memanjatkan doa adalah cara terbaik untuk mengawali bahtera rumah tangga. Dengan keberkahan doa-doa ini, semoga setiap pasangan baru dianugerahi kehidupan yang harmonis, penuh rahmat, dan senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga