Doa dan Adab Ketika Bersin Sesuai Sunnah Agar Dirahmati Allah

ruangdoa.com

Bersin adalah mekanisme pertahanan alami tubuh, sebuah respons refleks yang terjadi ketika saluran hidung mendeteksi adanya iritasi. Namun, dalam Islam, tindakan bersin ini bukan sekadar urusan biologis, melainkan memiliki dimensi spiritual dan adab yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan umatnya bagaimana menyikapi momen bersin, menjadikannya peluang untuk mendapatkan rahmat Allah SWT.

Mengapa Allah Mencintai Orang yang Bersin

Dalam ajaran Islam, bersin dipandang positif, berbeda dengan menguap yang dikaitkan dengan setan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih, Allah SWT mencintai orang yang bersin.

Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersin dan membenci orang yang menguap. Jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka bagi muslim yang mendengarnya patut membaca ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, ia termasuk perbuatan setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menutup mulutnya sebisa mungkin. Karena jika salah seorang dari kalian menguap, setan akan menertawakannya." (HR Bukhari)

Hadits ini menegaskan bahwa bersin adalah momen untuk memuji Allah (hamdalah), sedangkan menguap adalah hal yang perlu dihindari.

Mendoakan Orang Bersin Adalah Kewajiban Sesama Muslim

Saking pentingnya, mendoakan orang yang bersin setelah ia memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah) adalah salah satu dari lima kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang muslim memiliki lima keharusan kepada muslim yang lain: menjawab salam, menengok yang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin." (HR Bukhari dan Muslim)

Namun, perlu dicatat bahwa kewajiban mendoakan ini hanya berlaku jika orang yang bersin tersebut telah mengucapkan Alhamdulillah. Jika ia diam, maka kewajiban mendoakannya menjadi gugur.

Kisah dari Anas bin Malik RA menunjukkan hal ini. Beliau melihat dua orang bersin di dekat Rasulullah SAW. Nabi hanya mendoakan salah satu dari mereka. Ketika ditanya mengapa, Rasulullah SAW menjawab, "Dia mengucapkan hamdalah ketika bersin, sedangkan kamu tidak." (HR Muttafaq’alaih)

Rangkaian Doa Ketika Bersin Arab Latin dan Artinya

Berikut adalah urutan doa yang harus dibaca oleh muslim ketika bersin, mendoakan orang bersin, dan jawaban atas doa tersebut, sesuai dengan sunnah.

1. Doa Ketika Bersin (Diucapkan oleh yang Bersin)

Setelah bersin, kita wajib memuji Allah sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan respons tubuh yang baik.

Bacaan Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah
Arti: "Segala puji bagi Allah." (HR Bukhari)

2. Doa Menjawab Bersin (Diucapkan oleh yang Mendengar)

Ketika mendengar orang bersin mengucapkan Alhamdulillah, muslim yang mendengarnya harus segera mendoakannya.

Bacaan Arab: يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Latin: Yarhamukallaah (Untuk laki-laki) / Yarhamukillah (Untuk perempuan)
Arti: "Semoga Allah tetap mengasihi kamu." (HR Bukhari)

3. Doa Mendengar Orang Menjawab Bersin (Jawaban dari yang Bersin)

Setelah didoakan Yarhamukallah, orang yang bersin kemudian membalas doa tersebut.

Bacaan Arab: يَهْدِيْكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Latin: Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalakum
Arti: "Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu." (HR Bukhari)

Doa ini melengkapi siklus adab bersin yang diajarkan Rasulullah SAW, menciptakan interaksi yang penuh rahmat dan kebaikan antar sesama muslim.

Tiga Adab Bersin yang Wajib Diperhatikan

Selain membaca doa, seorang muslim juga diajarkan adab fisik ketika bersin. Adab ini tidak hanya mencerminkan kesopanan tetapi juga sejalan dengan prinsip kesehatan modern untuk mencegah penyebaran penyakit.

1. Menutup Hidung dan Mulut dengan Kain atau Tangan

Ini adalah adab pertama yang sangat ditekankan. Menutup mulut dan hidung bertujuan untuk meredam suara dan mencegah virus atau cairan yang keluar saat bersin menyebar ke udara dan mengenai orang lain.

Abu Hurairah RA meriwayatkan, "Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila bersin beliau menutup wajahnya dan menyembunyikan bersinnya." (HR Musnad al-Huamaidi)

Jika tidak ada kain atau sapu tangan, gunakan telapak tangan. Namun, setelah itu, segera cuci tangan.

2. Merendahkan Suara Bersin

Bersin sering kali terjadi dengan suara yang keras dan mengejutkan. Dalam adab Islam, dianjurkan untuk sebisa mungkin merendahkan suara saat bersin. Tindakan menutup wajah dengan tangan atau kain juga berfungsi meredam suara keras yang mungkin keluar. Tujuannya adalah menjaga ketenangan lingkungan dan tidak mengagetkan orang di sekitar.

3. Mengucap Alhamdulillah Setelah Bersin

Sebagaimana telah dijelaskan di awal, mengucap Alhamdulillah setelah bersin adalah kunci utama. Ini adalah syarat agar muslim lain berkewajiban mendoakan kita dengan Yarhamukallah. Jika kita lupa atau sengaja tidak mengucapkannya, kita telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan rahmat dan doa dari saudara muslim kita.

Dengan memperhatikan doa dan adab ini, setiap kali kita bersin, kita tidak hanya membersihkan saluran pernapasan, tetapi juga menjalankan sunnah dan mengumpulkan pahala.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga