ruangdoa.com – Malam Nisfu Sya’ban adalah salah satu momen paling istimewa yang ditunggu umat Islam, sering disebut sebagai malam di mana Allah SWT memberikan ampunan yang melimpah kepada hamba-Nya. Setelah selesai menunaikan Sholat Sunnah Nisfu Sya’ban, memperkaya ibadah dengan doa dan zikir adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk permohonan ampunan dan keberkahan.
Anjuran untuk berdoa dan berzikir pada malam istimewa ini memiliki landasan kuat dalam riwayat-riwayat hadis.
Berikut adalah dalil yang menjadi landasan utama mengenai keutamaan berdoa dan zikir di malam Nisfu Sya’ban, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari:
عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ ” . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ
Artinya: Dari Abu Musa Al-Asy’ari, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Selain itu, hadis lain menegaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu mustajab untuk berdoa:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Rabb kita Allah SWT turun pada setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, seraya berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku memperkenankan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku mengampuninya’.” (HR Bukhari dan Muslim)
Mengingat keutamaan tersebut, berikut adalah panduan lengkap mengenai zikir dan doa yang dapat diamalkan setelah selesai menunaikan Sholat Nisfu Sya’ban.
1. Membaca Istighfar 70 Kali
Istighfar adalah kunci utama untuk memohon ampunan. Setelah selesai sholat, dianjurkan membaca istighfar ini sebanyak 70 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ
Arab latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah
Artinya: “Hamba memohon ampun kepada Allah dan hamba meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.”
2. Membaca Zikir Tahlil 70 Kali
Setelah istighfar, lanjutkan dengan membaca zikir tahlil khusus Nisfu Sya’ban sebanyak 70 kali. Bacaan ini berisi penegasan tauhid dan keikhlasan beragama:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
Arab latin: La ilaha illallahu wala na’budu illa iyyahu mukhlishina lahuddina walau karihal musyrikun
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya.”
Bacaan Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban
Amalan selanjutnya adalah membaca doa panjang yang masyhur diamalkan setelah Sholat Nisfu Sya’ban. Doa ini diriwayatkan dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya.
اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَ الْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَ جَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَ مَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتَنَا، وَ حِرْمَانَنَا وَقِتَارَ رِزْقِنَا، وَ اكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ. فَ إِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ “يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ.” وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Arab latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaika yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thauli wal in’âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîna wa jâral mustajîrîna, wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanâ ‘indaka fii ummil kitâbi asyqiyâ’a au mahrûmîna au muqattarîna ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fii ummil kitâbi syaqâwatanâ, wa hirmânanâ waqtitâra rizqinâ, waktubnâ ‘indaka su’adâ’a marzûqîna muwaffaqîna lil khairât. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fii kitâbikal munzali ‘ala lisâni nabiyyikal mursali “Yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu wa ‘indahû ummul kitâb.” Wa shallallahu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihî wa shahbihi wa sallama, walhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatat ku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata—sementara perkataan-Mu adalah benar—di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Tradisi Membaca Surah Yasin 3 Kali
Secara umum, doa panjang di atas sering menjadi selingan (disertai pembacaan doa khusus) setelah menyelesaikan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban. Setiap pembacaan Yasin ini dilakukan dengan niat yang berbeda, yaitu:
- Yasin Pertama: Diniatkan agar diberikan umur panjang dalam ketaatan kepada Allah SWT.
- Yasin Kedua: Diniatkan untuk memohon perlindungan dari segala musibah dan bala.
- Yasin Ketiga: Diniatkan agar dianugerahi kekayaan hati (tidak bergantung pada makhluk) dan dikuatkan iman Islam hingga akhir hayat.
Dengan mengamalkan rangkaian zikir dan doa ini, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang diampuni dan dicatat sebagai orang yang beruntung di malam Nisfu Sya’ban.








