Doa ini sering terdengar di penutup majelis, diselipkan setelah sholat berjamaah, atau dibaca pelan ketika hati sedang lelah. Redaksinya memang tidak panjang, tapi maknanya terasa “berat” jika direnungi. Allahumma thowwil ‘umuurona fii thaa’atika wa thaa’ati rasuulika waj‘alnaa min ‘ibaadikash shaalihiin bukan sekadar permohonan umur panjang.
Di ruangdoa.com, doa ini sering dicari oleh mereka yang ingin hidupnya tidak hanya lama, tapi juga lurus. Ada kegelisahan yang terasa di balik pencarian itu. Umur bertambah, tapi apakah ketaatan ikut tumbuh? Pertanyaan seperti ini jarang diucapkan, tapi sering mengendap di hati.
Doa Allahumma Thowwil ‘Umuurona,Lengkap dan Sarat Makna
Berbeda dengan versi singkatnya, doa ini menambahkan dua lapisan penting. Pertama, ketaatan kepada Rasulullah. Kedua, harapan agar dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang shalih.
Dan di situlah nuansanya berubah.
Doa ini tidak lagi hanya soal hubungan vertikal dengan Allah, tapi juga bagaimana cara hidup itu dijalani sesuai sunnah. Panjang umur, taat kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya, lalu berakhir sebagai hamba yang shalih. Urutannya rapi, meski sering dibaca cepat.
Doa Lainnya: Doa Allahumma Inni As’aluka Bi Asmaikal Husna Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Lafaz Arab Doa Allahumma Thowwil ‘Umuurona
Berikut lafaz Arab yang lengkap dan umum diamalkan:
اللَّهُمَّ طَوِّلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُولِكَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Allahumma thawwil a‘mārana fī ṭā‘atika wa ṭā‘ati rasūlika waj‘alnā min ‘ibādikash-ṣāliḥīn
Artinya:
“Ya Allah, panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu dan ketaatan kepada Rasul-Mu, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang shalih.”
Kalimat ini terasa seperti rangkuman tujuan hidup seorang muslim. Hidup lama, taat, mengikuti Rasul, lalu berakhir sebagai orang shalih. Tidak berlebihan, tapi juga tidak dangkal.
Mengapa Doa Ini Terasa Lebih Dalam
Di ruangdoa.com, doa ini sering dibaca oleh mereka yang sedang berada di fase muhasabah. Ada yang baru kehilangan orang terdekat. Ada yang merasa hidupnya terlalu sibuk tapi minim makna. Dan ada juga yang merasa hasil ibadahnya belum sebanding dengan usia.
Doa ini menjawab kegelisahan itu dengan cara halus.
Karena umur panjang tanpa mengikuti sunnah Rasulullah sering menghasilkan kebingungan arah. Amal ada, tapi terasa kering. Aktivitas ibadah jalan, tapi hati kurang hadir. Maka ditambahkanlah frasa wa thaa’ati rasuulika.
Ini bukan tambahan sembarangan.
Doa Lainnya: Allahumma Ikfina Bihalalika ‘An Haramik Siwak Arab, Latin, dan Artinya
Doa yang Layak Dibiasakan
Allahumma thowwil ‘umuurona fii thaa’atika wa thaa’ati rasuulika waj‘alnaa min ‘ibaadikash shaalihiin adalah doa yang tenang, tapi dampaknya panjang. Ia tidak menjanjikan kemudahan instan, tapi menawarkan arah hidup yang jelas.
Jika umur kita dipanjangkan, semoga ia berada dalam ketaatan. Jika amal belum maksimal, semoga terus diperbaiki. Dan jika suatu saat dipanggil, semoga termasuk hamba-hamba yang shalih.
Doa ini tidak menghapus tantangan hidup. Tapi setidaknya, ia memberi kita kompas. Dan dalam perjalanan panjang bernama umur, kompas itu sangat dibutuhkan.








