ruangdoa.com—Panggilan azan adalah seruan agung yang menghentikan aktivitas duniawi, mengajak setiap Muslim untuk menghadap Sang Pencipta. Setelah suara muazin selesai berkumandang, terdapat amalan doa khusus yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Namun, sering muncul pertanyaan krusial di kalangan umat Islam: Kapan waktu yang paling tepat untuk membaca doa setelah azan ini? Apakah harus menunggu jeda, atau langsung dibaca begitu azan usai?
Waktu Terbaik Mengucapkan Doa Setelah Azan
Menurut tuntunan sunnah, waktu yang paling utama untuk membaca doa sesudah azan adalah segera setelah muazin mengakhiri kalimat tauhid terakhir, yaitu setelah mengucapkan “Laa ilaha illallah.”
Membaca doa pada momen ini merupakan bentuk pengakuan dan jawaban atas seruan Ilahi, sekaligus memastikan kita mendapatkan keutamaan yang dijanjikan Nabi Muhammad SAW.
Hadits dan Keutamaan Doa Sesudah Azan
Keutamaan membaca doa ini sangat besar, bahkan dijamin mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di Hari Kiamat.
Jabir bin Abdulla RA mengabarkan, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa setelah mendengar azan mengucapkan doa: ‘Allaahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa imah, aati sayyidana Muhammadanil wasiilata wal fadlilah, wasy syarafa wadd-arajatal ‘aaliyatar rafii’ah, wab’atshul maqaamal mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aad’ (Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini dan pemilik sholat yang didirikan, berilah junjungan kami Nabi Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan, derajat yang tinggi, dan tempatkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan. Sesungguhnya Engkaulah ya Allah, Dzat yang tidak akan mengubah janji), maka wajib baginya syafaat pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud)
Doa Setelah Azan Lengkap
Berikut adalah lafal doa yang umum dibaca dan dianjurkan, yang juga dikenal sebagai doa Al-Wasilah:
Lafal Arab
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Latin
Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.
Terjemahan
“Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”
(Catatan: Ada beberapa variasi bacaan doa ini, seperti penambahan wasy syarafa wadd-arajatal ‘aaliyatar rafii’ah yang disebutkan dalam hadits di atas, namun versi singkat di atas sudah mencakup intisari doa Al-Wasilah).
Bonus Keutamaan Waktu Mustajab
Selain membaca doa khusus setelah azan, umat Islam juga dianjurkan untuk memanfaatkan waktu antara azan dan iqamah untuk memanjatkan doa pribadi sebanyak-banyaknya.
Waktu antara dua seruan suci ini termasuk salah satu waktu mustajab (mudah dikabulkan) di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebar.
Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW, dari Anas Radhiyallahu anhu:
إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ فَادْعُوا
Artinya: “Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah adalah tidak akan ditolak.” (HR An Nasa’i)
Dengan memahami waktu yang tepat dan keutamaan di baliknya, kita dapat memaksimalkan setiap seruan azan sebagai jembatan menuju syafaat dan terkabulnya doa.
(hnh/kri)








