Kumpulan Doa Pereda Hujan Amalan Mustajab Saat Cuaca Ekstrem

Doa Writes

ruangdoa.com Hujan adalah rahmat dan berkah yang diturunkan oleh Allah SWT, membawa kesuburan dan manfaat bagi kehidupan di bumi. Dalam surah Asy Syura ayat 28, Allah menjelaskan hakikat hujan sebagai rahmat yang datang setelah hamba-Nya berputus asa.

Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

Artinya: “Dan dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan dialah yang maha pelindung lagi maha terpuji.” (QS. Asy Syura: 28)

Meskipun hujan adalah rahmat, intensitas yang terlalu tinggi dapat berubah menjadi bencana (banjir, badai, longsor). Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk memohon kepada Allah agar hujan mereda atau dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan.

Menariknya, waktu turunnya hujan merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR Al Hakim).

Berikut adalah kumpulan doa pereda hujan yang bisa kita amalkan, dikutip dari berbagai kitab hadits sahih:


1. Doa Perlindungan dari Mudharat Hujan (Versi Pertama)

Doa ini memohon perlindungan agar segala sesuatu yang terjadi di bumi maupun langit, termasuk hujan yang lebat, tidak mendatangkan bahaya.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Daud)

2. Doa Mengalihkan Hujan (Versi Kedua)

Doa ini biasa dibaca Rasulullah SAW ketika hujan turun terlalu deras dan dikhawatirkan merusak. Ini adalah permohonan agar hujan dialihkan ke area yang lebih membutuhkan, seperti perbukitan atau lembah.

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin: Allahumma hawalayna wa la ‘alaina. Allahumma ‘alal-akaami wadh-dhiraabi wa butuunil-awdiyati wa manaabitish-shajar.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, gunung-gunung, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Doa Memohon Kebaikan Angin dan Hujan (Versi Ketiga)

Doa ini dibaca ketika terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem, memohon agar dampak yang dibawa oleh cuaca tersebut adalah kebaikan, bukan keburukan.

اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

Latin: Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa ursilat bih.

Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

4. Doa Ketika Mendengar Petir (Versi Keempat)

Petir sering menyertai hujan deras. Ketika mendengar suara petir, dianjurkan untuk membaca tasbih ini, mengakui kekuasaan dan kebesaran Allah.

سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.

Artinya: “Maha Suci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

5. Doa Agar Hujan Menjadi Bermanfaat (Versi Kelima)

Ketika hujan turun, seorang Muslim dianjurkan memohon agar hujan tersebut membawa manfaat (tidak merusak). Doa ini bisa dibaca di awal turunnya hujan atau saat hujan mulai mereda.

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

Latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

6. Doa Bersyukur Setelah Hujan Reda (Versi Keenam)

Ketika hujan telah reda dan cuaca kembali cerah, kita dianjurkan untuk memanjatkan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya.

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

Mengamalkan doa-doa ini bukan berarti menolak rahmat Allah, melainkan memohon agar rahmat tersebut diturunkan dalam kadar yang terbaik dan mendatangkan maslahat bagi umat. Jangan lupa diamalkan, ya.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga