ruangdoa.com – Perjalanan jarak jauh selalu menyimpan serangkaian risiko dan ketidakpastian. Baik itu tantangan fisik, kendala teknis, atau potensi bahaya di lingkungan asing, setiap muslim diajarkan untuk berserah diri dan memohon keselamatan penuh kepada Allah SWT.
Membaca doa perjalanan jauh (doa safar) bukanlah sekadar ritual, melainkan bentuk tawakal (berserah diri) dan ikhtiar spiritual untuk memastikan bahwa setiap langkah dan kilometer yang ditempuh berada dalam penjagaan-Nya. Doa ini menjadi sumber ketenangan, mengubah rasa cemas menjadi keyakinan bahwa perjalanan akan dilalui dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan.
Berikut adalah kumpulan doa perjalanan jauh yang dianjurkan untuk diamalkan oleh setiap muslim agar perjalanan Anda dipenuhi kelancaran, keamanan, dan kembali dengan selamat.
1. Doa Perjalanan Jauh Rasulullah SAW
Doa ini adalah doa yang diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau memulai perjalanan jauh, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Sarjis.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَمِنْ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْنِ وَمِنْ دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَمِنْ سُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ
Latin: Allāhumma antash-shāḥibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhummaṣḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā. Allāhumma innī a‘ūdzu bika min wa‘tsā’is-safari wa ka’ābatil-munqalabi wa minal-ḥawri ba‘dal-kauni wa min da‘watil maẓlūmi wa min sū’il-manẓari fil-ahli wal-māl.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti di dalam keluarga. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan kami, dan gantilah kami dalam keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi, dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)
2. Doa Naik Kendaraan
Doa ini dibaca ketika seorang muslim baru memulai perjalanan dan menaiki kendaraan, baik itu mobil, kereta, pesawat, atau kapal.
بِسْمِ اللهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (3x)، اَللهُ أَكْبَرُ (3x)، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَكْبَرُ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Latin: Bismillāh, alḥamdulillāh, subḥānal-ladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Alḥamdulillāh (3x), Allāhu akbar (3x), subḥānaka Allāhumma innī akbaru ẓalamtu nafsī faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (pada Hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Mahasuci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan lihat Shahih At-Tirmidzi)
3. Doa Agar Selamat dalam Perjalanan
Doa ini merupakan variasi permohonan perlindungan yang lebih fokus pada keselamatan fisik dan spiritual selama berada di perjalanan.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ.
Latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan tempat kembali, doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan yang menyedihkan dalam keluarga dan harta.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
4. Doa Setelah Kembali dari Perjalanan
Setelah perjalanan berakhir dan Anda tiba di kampung halaman dengan selamat, dianjurkan untuk membaca doa syukur ini sebagai bentuk pujian kepada Allah atas perlindungan yang diberikan.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ. صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
Latin: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Āyibūna tā’ibūna ‘ābidūna sājidūna lirabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.
Artinya: “Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, mengabdi, bersujud dan kami memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan dengan sendiri pasukan-pasukan yang bersekutu.” (HR Al-Bukhari-Muslim dari Ibnu Umar)
Adab Setelah Pulang dari Perjalanan
Selain membaca doa kepulangan, ada beberapa adab (etika) yang dianjurkan dalam Islam ketika seorang musafir kembali ke rumah, sebagai bentuk syukur dan penyempurnaan ibadah safar.
- Doa Saat Tiba di Kampung Halaman: Setelah tiba di tempat tujuan atau kampung halaman, dianjurkan membaca doa ini:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا بِهَا قَرَارًا وَرِزْقًا حَسَنًا
Latin: Allāhumma’j’alnā bihā qarāran wa rizqan ḥasanā.
Artinya: “Ya Allah, jadikan untuk kami ketetapan dan ketenangan di dalamnya, dan berilah kami rezeki yang baik.” - Menunaikan Salat Fardhu: Pastikan Anda telah menunaikan semua salat fardhu yang mungkin tertunda atau terlewat selama perjalanan. Jangan menunda pelaksanaannya.
- Melaksanakan Salat Awwabin atau Sujud Syukur: Disarankan untuk melaksanakan salat Awwabin (salat bagi orang yang kembali) atau melakukan sujud syukur segera setelah tiba di rumah sebagai ungkapan terima kasih mendalam atas keselamatan yang diberikan Allah SWT.
- Memperbanyak Taubat dan Istigfar: Gunakan momen kepulangan untuk memperbanyak taubat dan istigfar atas segala kesalahan atau kelalaian yang mungkin terjadi selama bepergian.
- Tidak Langsung Tidur: Sebaiknya tidak langsung tidur sebelum melaksanakan amal saleh sebagai bentuk syukur dan penutup perjalanan yang baik.







