ruangdoa.com
Jakarta– Hitung mundur menuju bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M telah dimulai. Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, miliaran umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut ibadah puasa wajib. Pertanyaan yang paling dinantikan adalah, kapan tepatnya puasa pertama 2026 akan dimulai?
Meskipun penetapan resmi 1 Ramadan 1447 H masih menunggu Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI, prediksi berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) sudah memberikan gambaran awal yang jelas bagi masyarakat, terutama dengan adanya perbedaan metode yang digunakan oleh Pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Puasa Ramadan adalah ibadah fundamental dalam Islam, di mana umat Muslim menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 183:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Selain sebagai bentuk ketaatan, puasa menjadi madrasah spiritual untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan mencapai derajat takwa yang lebih tinggi.
Perbedaan Metode Penentuan Awal Ramadan
Di Indonesia, penentuan awal bulan Hijriah melibatkan tiga pihak utama dengan metode yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama:
1. Pemerintah (Kemenag)
Pemerintah menggunakan kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan hilal/bulan sabit baru) yang kemudian diputuskan melalui Sidang Isbat. Kemenag berpedoman pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar hilal dianggap memenuhi syarat (Imkanur Rukyat) dan dapat diamati.
2. Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan secara pasti menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini berpegang pada perhitungan astronomi yang dianggap akurat, di mana bulan baru dimulai asalkan hilal sudah wujud (terlihat atau tidak) dan berada di atas ufuk saat matahari terbenam.
3. Nahdlatul Ulama (NU)
NU, serupa dengan Pemerintah, sangat menekankan Rukyatul Hilal. Penetapan awal puasa dilakukan setelah tim pemantau berhasil melihat hilal secara langsung di berbagai lokasi. NU biasanya baru mengumumkan tanggal resminya setelah hasil rukyat ini diverifikasi.
Prediksi Tanggal Puasa Pertama Ramadan 2026
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, berikut adalah perkiraan kapan puasa pertama 1447 H akan dimulai:
Tanggal Puasa Pertama 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat resmi berdasarkan perhitungan hisab hakiki.
1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan penetapan ini, warga Muhammadiyah akan memulai ibadah puasa lebih dahulu.
Perkiraan Tanggal Puasa Pertama 2026 Versi Pemerintah dan NU
Pemerintah akan melaksanakan Sidang Isbat pada 29 Syaban 1447 H atau bertepatan dengan 17 Februari 2026.
Menurut prediksi dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Thomas Djamaluddin, posisi hilal pada saat magrib 17 Februari 2026 diperkirakan masih berada di bawah ufuk (belum memenuhi kriteria MABIMS).
Oleh karena itu, jika kriteria MABIMS digunakan, puasa kemungkinan akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, sehingga:
1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Prediksi ini juga sejalan dengan kalender Almanak NU, yang umumnya mengikuti hasil rukyatul hilal yang biasanya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah.
Penting: Keputusan resmi dari pemerintah tetap menunggu hasil akhir Sidang Isbat pada 17 Februari 2026.
Persiapan Menyambut Ramadan Niat Puasa
Selain mempersiapkan mental dan fisik, hal paling krusial sebelum memasuki bulan puasa adalah mempersiapkan niat. Niat puasa wajib Ramadan harus dibaca pada malam hari hingga sebelum fajar terbit.
1. Niat Puasa Harian
Niat ini dibaca setiap malam sebelum puasa keesokan harinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
2. Niat Puasa Sebulan Penuh (Menurut Sebagian Mazhab)
Beberapa ulama membolehkan niat sekali untuk sebulan penuh. Niat ini dibaca pada malam pertama Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala."
Jadwal Libur Panjang dan Idul Fitri 2026
Bagi yang sudah merencanakan cuti atau perjalanan, ada kabar baik terkait jadwal libur menjelang Ramadan 2026. Berdasarkan SKB 3 Menteri, masyarakat akan menikmati long weekend yang bertepatan dengan perayaan Imlek 2577 Kongzili:
| Tanggal | Hari | Keterangan |
|---|---|---|
| [Tanggal di sini, misalnya 13-16 Februari 2026] | [Hari di sini] | Long weekend Imlek |
Momen ini sangat tepat dimanfaatkan untuk beristirahat atau pulang kampung sebelum dimulainya ibadah puasa.
Prediksi Idul Fitri 1447 H
Setelah sebulan penuh beribadah, umat Muslim akan menyambut Idul Fitri. Berikut perkiraan tanggal Lebaran 2026:
- Muhammadiyah: Berdasarkan maklumat, 1 Syawal 1447 H (Idul Fitri) ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
- Pemerintah: Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Kemenag, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbedaan ini adalah hal yang wajar dalam khazanah Islam Indonesia. Mari kita sambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih, menghormati perbedaan, dan menantikan keputusan resmi dari Sidang Isbat Kemenag.








