ruangdoa.com – Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang paling dicintai, dikenal luas sebagai ‘sholatnya para pencari rezeki’. Ibadah yang dikerjakan pada pagi hari ini tidak hanya berfungsi sebagai pembuka pintu rezeki, tetapi juga sebagai penghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Sholat Dhuha memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik, yaitu dimulai sejak matahari naik setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit) hingga menjelang waktu Zuhur. Idealnya, ibadah ini dikerjakan saat matahari mulai meninggi dan terasa panas.
Minimal pelaksanaan Sholat Dhuha adalah dua rakaat, namun bisa dikerjakan hingga dua belas rakaat. Keutamaan bagi siapa saja yang rutin mengerjakannya sangatlah luar biasa, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits sahih:
Keutamaan Sholat Dhuha
1. Pahala Setara Haji dan Umrah Sempurna
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR Tirmidzi)
2. Dibangunkan Istana Emas di Surga
“Barang siapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
3. Jaminan Kecukupan Rezeki
Dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan) mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)
4. Penghapus Dosa
“Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi dan lainnya)
Setelah selesai menunaikan sholat Dhuha, dianjurkan untuk tidak langsung beranjak. Luangkan waktu sejenak untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa setelah Sholat Dhuha ini adalah momentum terbaik untuk memohon kelancaran rezeki, keberkahan, dan perlindungan dari segala musibah.
Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah Sholat Dhuha, sebagaimana dinukil dari berbagai sumber keilmuan Islam:
Doa Setelah Sholat Dhuha
Bacalah doa ini dengan penuh penghayatan dan keyakinan, mengakui bahwa segala kemuliaan, kekuatan, dan rezeki hanya berasal dari Allah SWT.
Bacaan Arab:
اللهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقَى فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Bacaan Latin:
Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.
Terjemahan Arti:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Dengan rutin mengamalkan Sholat Dhuha dan memanjatkan doa mustajab ini, insya Allah pintu rezeki akan terbuka lebar, hidup menjadi lebih berkah, dan kita senantiasa dalam lindungan serta ampunan Allah SWT.








