ruangdoa.com
Ziarah makam Wali Songo adalah tradisi spiritual yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Muslim Indonesia. Lebih dari sekadar kunjungan, perjalanan ini merupakan refleksi mendalam terhadap kegigihan para ulama besar yang berhasil menyebarkan ajaran Islam di Nusantara, khususnya di Tanah Jawa, melalui pendekatan yang bijaksana dan berbudaya.
Perjalanan menelusuri jejak dakwah sembilan wali ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi fisik maupun pengetahuan sejarah. Dengan perencanaan rute yang efektif, ibadah ziarah dapat dilakukan dengan lebih tertib, khusyuk, dan meninggalkan makna yang mendalam.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai sejarah, sembilan lokasi ziarah makam Wali Songo, serta rute yang paling umum digunakan oleh peziarah.
Memahami Sejarah Wali Songo di Indonesia
Perdebatan mengenai kapan pastinya Islam masuk ke Nusantara masih berlangsung, dengan pendapat berkisar antara abad ke-7 Masehi hingga abad ke-13 Masehi. Namun, terlepas dari perbedaan waktu tersebut, sejarah mencatat bahwa perkembangan Islam di Jawa tidak bisa dilepaskan dari peran sentral para Wali Songo.
Wali Songo, yang berarti "sembilan wali," merupakan tokoh-tokoh ulama yang memiliki pengaruh besar. Keberhasilan mereka terletak pada strategi dakwah yang mengedepankan akulturasi budaya. Mereka tidak menghancurkan tradisi lokal yang sudah ada, melainkan memodifikasinya menjadi media penyebaran Islam yang mudah diterima dan dicintai masyarakat setempat.
Mereka menyebarkan Islam dari Jawa Barat (Cirebon), merambah ke Jawa Tengah (Demak, Kudus, Muria), hingga Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban). Dari sembilan makam keramat tersebut, lima berada di Jawa Timur, tiga di Jawa Tengah, dan satu di Jawa Barat.
9 Destinasi Ziarah Makam Wali Songo
Berikut adalah daftar sembilan tempat ziarah yang menjadi poros utama perjalanan spiritual di Tanah Jawa, sebagaimana tercatat dalam sejarah Kementerian Pariwisata RI:
1. Makam Sunan Ampel (Surabaya, Jawa Timur)
Sunan Ampel atau Raden Rahmat dikenal sebagai pendiri Pesantren Ampeldenta, pesantren tertua di Jawa. Strategi dakwahnya yang terkenal adalah prinsip Moh Limo (tidak mau lima hal tercela). Makam beliau terletak di sebelah barat Masjid Ampel Surabaya dan kini menjadi salah satu pusat wisata religi yang ramai, terutama sebagai pusat perbelanjaan barang-barang kebutuhan muslim.
2. Makam Sunan Giri (Gresik, Jawa Timur)
Sunan Giri, yang merupakan murid dari Sunan Ampel, wafat pada tahun 1506 M. Beliau menggunakan media lagu dan permainan anak-anak (dolanan) sebagai sarana dakwah, menjadikannya mudah diterima oleh lapisan masyarakat bawah. Kompleks pemakaman di Desa Giri, Gresik, ini hampir tidak pernah sepi dari peziarah.
3. Makam Sunan Gresik (Gresik, Jawa Timur)
Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah Wali Songo yang memiliki garis keturunan langsung (nasab) dari Nabi Muhammad SAW. Beliau dikenal menggunakan jalur perdagangan sebagai strategi utama dakwahnya. Makam beliau terletak dekat dengan alun-alun Kota Gresik dan menjadi salah satu destinasi yang paling padat, khususnya pada malam ke-25 Ramadan.
4. Makam Sunan Bonang (Tuban, Jawa Timur)
Strategi Sunan Bonang dalam menyebarkan Islam sangat unik, yaitu melalui media seni seperti wayang, tembang, dan karya sastra sufistik. Makam beliau di Dukuh Kauman, Tuban, menampilkan perpaduan arsitektur yang khas. Gapura masuk kompleks makamnya masih mempertahankan corak Hindu-Buddha, menunjukkan kearifan lokal dalam dakwah beliau.
5. Makam Sunan Drajat (Lamongan, Jawa Timur)
Sunan Drajat sangat menjunjung tinggi kesejahteraan sosial dan pendidikan akhlak. Makam beliau di Desa Drajat, Lamongan, menjadi destinasi ramai, terutama karena terdapat sumur tua di kompleks makam yang konon sudah ada sejak masa kepemimpinannya dan dipercaya memiliki keutamaan tersendiri.
6. Makam Sunan Kudus (Kudus, Jawa Tengah)
Sunan Kudus berdakwah dengan pendekatan kebutuhan masyarakat. Beliau mengajarkan berbagai keterampilan praktis, seperti pertukangan, kerajinan emas, dan pembuatan keris. Makamnya berada di belakang Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, sebuah masjid megah yang arsitekturnya menjadi simbol toleransi, menggabungkan unsur Hindu dan Islam.
7. Makam Sunan Kalijaga (Demak, Jawa Tengah)
Sunan Kalijaga adalah ikon akulturasi budaya. Strategi dakwahnya sepenuhnya memanfaatkan seni dan budaya lokal. Beliau mahir menjadi dalang dan menciptakan alur cerita wayang baru yang disisipi ajaran Islam. Makam beliau di Kadilangu, Demak, sangat berdekatan dengan Masjid Agung Demak, yang diyakini sebagai hasil karya arsitektur kolektif para Wali Songo.
8. Makam Sunan Muria (Kudus, Jawa Tengah)
Raden Umar Syahid, atau Sunan Muria, memilih jalur dakwah melalui pelatihan, menyasar pelaut, pedagang, dan rakyat kecil. Lokasi makamnya di Bukit Muria, Desa Colo, Kudus, menjadi yang paling menantang. Berada pada ketinggian lebih dari 1.600 mdpl, perjalanan ziarah ke tempat ini menawarkan pengalaman spiritual dan fisik yang berbeda.
9. Makam Sunan Gunung Jati (Cirebon, Jawa Barat)
Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) adalah Wali Songo yang berdakwah di Jawa Barat dan merupakan sultan pertama Kesultanan Cirebon. Kompleks pemakamannya di Gunung Sembung, Cirebon, sangat luas (sekitar 5 hektare). Di sini, peziarah juga dapat menemukan makam Putri Ong Tien Nio, istri beliau.
Rute Ziarah Makam Wali Songo Paling Efektif
Banyak peziarah, terutama yang berasal dari luar Jawa, memulai perjalanan mereka dari Jawa Timur, menuju ke Jawa Tengah, dan berakhir di Jawa Barat. Beberapa meyakini bahwa memulai dari Sunan Ampel (Surabaya) adalah yang terbaik karena beliau dianggap sebagai alimul awliya (wali yang paling alim).
Berikut adalah rute ziarah yang paling umum dan dianggap paling efisien secara geografis:
- Awal Perjalanan Ziarah dimulai di Surabaya (Makam Sunan Ampel).
- Gresik dan Lamongan Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan ke Gresik (Makam Sunan Gresik dan Sunan Giri). Kemudian bergerak ke barat daya menuju Lamongan (Makam Sunan Drajat).
- Tuban Rute diteruskan ke utara, mencapai Tuban (Makam Sunan Bonang).
- Jawa Tengah Bagian Bawah Setelah menyelesaikan Jatim, perjalanan masuk ke Jawa Tengah menuju Demak (Makam Sunan Kalijaga).
- Jawa Barat Perjalanan berlanjut ke barat menuju Cirebon, Jawa Barat (Makam Sunan Gunung Jati).
- Penyelesaian di Jawa Tengah Atas Dari Cirebon, peziarah biasanya kembali ke Jawa Tengah untuk menyelesaikan sisa makam di wilayah Kudus dan sekitarnya (Makam Sunan Muria dan Makam Sunan Kudus).
Dengan mengikuti panduan rute ini, perjalanan ziarah Anda dapat dilakukan dengan lebih terstruktur, memungkinkan waktu yang lebih banyak untuk merenung dan beribadah di setiap makam keramat para penyebar agama Islam di Nusantara.








