ruangdoa.com – Bulan Syaban adalah salah satu waktu istimewa yang dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah. Momen pertengahan bulan, yang dikenal sebagai Nisfu Syaban (bertepatan dengan 15 Syaban), sering kali dijadikan waktu puncak ibadah, yang tahun ini jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Selain menjalankan puasa, momen yang paling dinantikan adalah waktu berbuka. Berbuka puasa Nisfu Syaban bukan sekadar membatalkan ibadah, melainkan juga waktu emas untuk memanjatkan doa, sebab waktu berbuka dikenal sebagai salah satu waktu mustajab terkabulnya doa.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai hukum puasa Nisfu Syaban, niat yang harus dibaca, adab berbuka, hingga koleksi doa buka puasa yang sesuai sunnah.
Hukum Puasa Nisfu Syaban
Nisfu Syaban adalah hari ke-15 di bulan Syaban, yang sering kali bertepatan dengan hari ketiga dari puasa Ayyamul Bidh (puasa tiga hari tengah bulan).
Mengutip dari buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, secara umum, puasa Nisfu Syaban hukumnya adalah sunnah dan diperbolehkan.
Namun, perlu diketahui adanya perbedaan pandangan ulama. Sebagian ulama menganggap mengkhususkan puasa hanya pada tanggal 15 Syaban dengan keyakinan keutamaan khusus sebagai bid’ah karena tidak memiliki dalil yang sangat kuat.
Meskipun demikian, umat Islam tetap sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban secara keseluruhan. Hal ini merujuk pada kebiasaan Rasulullah SAW yang diketahui sering berpuasa di bulan ini, bahkan lebih banyak dibanding bulan lainnya selain Ramadan.
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban
Niat adalah kunci sahnya ibadah puasa. Niat puasa sunnah memiliki kelonggaran, bisa diucapkan sejak malam hari atau bahkan pada pagi hari (sebelum tergelincir matahari/sebelum dzuhur), asalkan kita belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban:
1. Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu souma ghadin ‘an ada’i sunnati Syabana lillahi ta’ala.
Artinya: “Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT.”
2. Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan (Pagi Hari)
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu souma hadzalyaumi ‘an ada’i sunnati Syabana lillahi ta’ala.
Artinya: “Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT.”
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Arab, Latin, dan Artinya
Ketika waktu Maghrib tiba, kita dianjurkan untuk segera berbuka dan membaca doa sebagai wujud syukur. Berikut adalah beberapa versi doa buka puasa yang umum dibaca:
1. Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Sesuai Sunnah
Doa ini adalah yang paling shahih dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, dibaca setelah kita selesai meneguk air atau memakan kurma.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
2. Doa Buka Puasa Nisfu Syaban yang Umum Dibaca Masyarakat
Doa ini sangat populer dan familiar di Indonesia. Walaupun secara lafaz ditambahkan, maknanya tetap benar sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT.
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab latin: Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”
Catatan: Al-Mulla Ali Al-Qaari dalam kitab Mirqatul Mafatih menjelaskan bahwa doa yang tersebar di masyarakat dengan tambahan ‘wabika aamantu’ tidak memiliki asal sanad yang kuat, meski maknanya benar.
3. Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Versi Panjang
Doa ini menggabungkan kedua versi di atas, memohon pahala dan keberkahan.
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab latin: Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa ‘ala rizqika afthartu dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘urûqu wa tsabatal-ajru insya allah.
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan hanya kepada-Mu aku beriman dan atas rezeki-Mu aku berbuka, hilanglah dahaga dan pulihkanlah kembali semua otot serta tetaplah pahala, jika Allah menghendaki.”
4. Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Saat Berbuka Bersama (Jamuan)
Jika Anda berbuka puasa di kediaman orang lain atau dalam jamuan, doa ini dianjurkan untuk dibaca sebagai ucapan terima kasih dan doa keberkahan bagi tuan rumah.
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ
Arab latin: Afthara ‘indakumush shaaimuuna wa akala tha’aamakumul abraaru washallat ‘alaikumul malaaikatu.
Artinya: “Berbukalah orang-orang yang berpuasa di tempat saudara ini dan makanlah makanan yang disuguhkan oleh orang-orang yang berbakti, dan para malaikat mendoakan saudara agar mendapat rahmat.”
Waktu dan Adab Membaca Doa Buka Puasa Nisfu Syaban
Doa buka puasa dibaca tepat saat matahari terbenam atau ketika azan Maghrib berkumandang. Rasulullah SAW mengajarkan adab berbuka yang penting:
- Menyegerakan Berbuka: Segera berbuka adalah sunnah. Jangan menunda-nunda begitu waktu Maghrib masuk.
- Mengikuti Sunnah Nabi: Berbuka dianjurkan dengan makanan sederhana, seperti rothb (kurma basah), tamr (kurma kering), atau seteguk air putih.
- Dahulukan Makan Sebelum Salat: Jika hidangan berbuka sudah tersedia, adab yang lebih utama adalah makan terlebih dahulu secukupnya, baru kemudian menunaikan salat Maghrib. Hal ini bertujuan agar salat dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk tanpa terganggu rasa lapar atau pikiran terhadap makanan.
Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW: “Jika santapan malam sudah terhidang, dan salat sudah (akan) dilaksanakan, dahulukan santapan malam.” (HR Al-Bukhari dari Anas bin Malik RA).
Keutamaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban
Mengapa waktu berbuka puasa Nisfu Syaban ini begitu istimewa?
Waktu berbuka puasa merupakan salah satu waktu mustajab (mudah dikabulkan) untuk memanjatkan doa. Keutamaan ini tidak terbatas hanya pada puasa wajib Ramadan, tetapi juga berlaku pada puasa sunnah seperti Nisfu Syaban.
Imam Nawawi menganjurkan agar umat Islam memperbanyak doa saat berbuka, sebab pada waktu tersebut, hati seorang hamba sedang dalam kondisi yang sangat dekat dengan Allah SWT setelah menahan hawa nafsu seharian.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi.” (HR Tirmidzi).
Oleh karena itu, manfaatkanlah momen berbuka puasa Nisfu Syaban ini tidak hanya untuk mengucap syukur atas rezeki dan kekuatan berpuasa, tetapi juga untuk memanjatkan hajat terbaik Anda kepada Allah SWT.








