ruangdoa.com – Haid atau menstruasi adalah sebuah kondisi biologis yang menjadi penanda bahwa sistem reproduksi seorang wanita berfungsi dengan baik. Meskipun seringkali identik dengan rasa nyeri, terutama di bagian perut, momen ini justru menjadi kesempatan emas bagi muslimah untuk meraih keutamaan spiritual melalui doa.
Dalam Islam, haid memiliki aturan khusus yang diatur secara jelas. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 mengenai hukum terkait haid:
وَ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fiqhun Nisa’, darah haid bukanlah darah penyakit, melainkan darah alami yang umumnya berwarna merah kehitaman, terasa hangat, dan memiliki aroma khas.
Mengenai durasi, para ulama memiliki pandangan yang beragam karena tidak ada penetapan pasti dari Allah SWT terkait lama waktu haid:
- Mazhab Syafi’i dan Hambali
- Minimal: Sehari semalam.
- Kebanyakan: 6-7 hari.
- Maksimal: 15 hari.
- Mazhab Hanafi
- Minimal: 3 hari 3 malam.
- Maksimal: 10 hari.
- Mazhab Maliki
- Tidak memiliki batas minimal hari terkait masalah ibadah, dihitung dari sekali pancaran atau tetesan dalam waktu singkat.
Saat haid datang, meskipun ibadah seperti salat dan puasa dilarang, seorang muslimah dianjurkan untuk tetap berzikir dan memanjatkan doa, terutama doa awal haid, sebagai upaya meredakan nyeri sekaligus meraih pahala.
Kumpulan Doa Awal Haid Arab Latin dan Arti
Berikut adalah tiga versi doa yang dapat diamalkan oleh muslimah saat pertama kali merasakan datang bulan atau menstruasi.
1. Doa Awal Haid Versi Pertama (Hadits Aisyah RA)
Doa ini diriwayatkan dari hadits Aisyah RA dan sangat dianjurkan untuk dibaca saat menyambut datangnya haid.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهِ
Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.
Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”
2. Doa Awal Haid Versi Kedua
Doa ini merupakan pengembangan dari versi pertama, dengan penambahan permohonan ampunan atas segala dosa.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullaaha min kulli dzanbin
Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa.”
3. Doa untuk Meredakan Nyeri Haid (Doa Umum Kesembuhan)
Jika rasa nyeri perut yang dialami sangat mengganggu, muslimah juga dianjurkan membaca doa yang sering digunakan untuk memohon kesembuhan. Doa ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit.
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma Rabban-naasi, adzhibil-ba’sa, wasyfi antas-syaafi, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqamaa.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari)
Keutamaan Membaca Doa Awal Haid
Keutamaan membaca doa awal haid sangat luar biasa. Doa yang berasal dari Aisyah RA (versi kedua) ini diyakini tidak hanya meredakan nyeri fisik, tetapi juga membawa ampunan yang besar.
Menurut kitab Nuzhatul Majalis oleh Syekh As Shafuri, terdapat janji agung bagi wanita yang mengamalkan doa ini:
“Tiada seorang wanita yang ketika mengalami haid, kecuali haidnya tersebut dapat menjadi kafarat bagi dosa-dosanya yang telah terlewat. Bila ia berdoa saat mengalami haid: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wastaghfirullaha min kulli dzambin, maka ia akan dicatat terbebas dari api neraka, selamat melewati shirath, dan aman dari siksa.”
Ini menunjukkan bahwa masa haid, yang sering dianggap sebagai periode ‘libur’ ibadah, justru dapat menjadi momen penggugur dosa dan penyelamat di akhirat.
Amalan Bagi Wanita Haid
Meskipun salat dan puasa dilarang, muslimah yang sedang haid masih memiliki banyak pintu ibadah lain untuk meraih keberkahan Allah SWT. Beberapa amalan yang tetap bisa dilakukan antara lain:
- Berzikir: Memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
- Membaca Sholawat: Mengirimkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Mendengarkan Murottal Al-Qur’an: Walaupun dilarang menyentuh mushaf dan membaca Al-Qur’an (kecuali niat zikir), mendengarkan lantunan ayat suci diperbolehkan.
- Memperbanyak Sedekah: Amalan sosial ini tidak terhalang oleh kondisi haid.
- Menuntut Ilmu Syar’i: Mengikuti kajian, membaca buku-buku agama, atau mendengarkan ceramah.
- Memperbanyak Doa: Selain doa awal haid, perbanyaklah doa memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Dengan mengetahui keutamaan dan amalan ini, seorang muslimah dapat mengubah periode haid menjadi ladang pahala yang tak terputus. Jadikan setiap rasa sakit sebagai pengingat untuk mendekat kepada Allah dan setiap tetes darah sebagai kafarat atas dosa-dosa yang lalu. ***








