4 Bacaan Doa Setelah Makan Penuh Berkah dan Adab Anti Mubazir

Doa Writes

ruangdoa.com Mengamalkan doa setelah makan adalah praktik yang dianjurkan dalam Islam, bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud syukur atas rezeki yang Allah berikan. Dengan berdoa, kita berharap makanan yang telah dikonsumsi menjadi berkah dan bermanfaat bagi tubuh serta amal ibadah.

Allah SWT sendiri memerintahkan kita untuk bersyukur atas rezeki yang halal dan baik, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Baqarah ayat 172:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.”

Ridha Allah dalam Syukur Setelah Makan

Keutamaan mengamalkan doa setelah makan ini sangat besar. Muslim yang memanjatkan syukur setelah menyantap hidangan akan mendapatkan keridaan dari Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya Allah sungguh ridha terhadap seorang hamba yang bila memakan suatu makanan maka dia memuji Allah (mengucap ‘Alhamdulillah’) lantaran makanan itu, atau ketika dia meminum suatu minuman maka dia memuji Allah lantaran minuman itu.” (HR Muslim)

Berikut adalah beberapa variasi doa setelah makan yang bisa kita amalkan sehari-hari:


4 Pilihan Doa Setelah Makan yang Diajarkan

Dalam literatur Islam, terdapat beberapa versi doa yang dapat dibaca sebagai penutup ibadah makan. Berikut adalah empat di antaranya yang dirangkum dari berbagai sumber shahih:

1. Doa Setelah Makan Versi Pertama (Memuji Kekuatan Allah)

Doa ini menekankan bahwa rezeki yang kita santap datang semata-mata dari karunia Allah, tanpa adanya daya dan upaya dari diri kita sendiri.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنَا إِيَّاهُ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ

Alhamdulillâhilladzî ath’amanâ hadzat tha’âma wa razaqanâ iyyâhu min ghairi haulin minnî wa lâ quwwatin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dengan makanan ini dan telah mengaruniakan kami akan itu makanan dengan tiada daya dan upaya dari kami,” (Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar).

2. Doa Setelah Makan Versi Kedua (Bersyukur Menjadi Muslim)

Doa ini tidak hanya mensyukuri makanan dan minuman, tetapi juga mensyukuri nikmat terbesar, yaitu dijadikan sebagai seorang muslim.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِيْنَ

Alhamdulillâhilladzî ath’amanâ wa saqânâ wa ja’alanâ minal muslimîn.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, dan menjadikan kami termasuk orang yang patuh.”

3. Doa Selesai Makan Versi Ketiga (Memuji Proses Pencernaan)

Doa ini secara spesifik memuji Allah yang tidak hanya memberi makan dan minum, tetapi juga memudahkan proses menelan dan menyediakan jalan keluarnya (pencernaan).

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ وَسَقَى وَسَوَّغَهُ وَجَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا

Alhamdulillahilladzi ath-ama wa saqaa wa sawwagahu wa ja’alaa lahu makhrajaan.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan, memberi minum, memudahkan untuk menelan, dan menjadikan baginya jalan keluar.”

4. Doa Selesai Makan Versi Keempat (Doa yang Lebih Komprehensif)

Doa ini adalah bentuk pujian yang lebih menyeluruh kepada Allah atas segala karunia yang diberikan, termasuk petunjuk dan kehidupan.

اللهمَّ أَطْعَمْتَ وَسَقَيْتَ وَاغْنَيْتَ وَاقْنَيْتَ وَهَدَيْتَ وَأَحْيَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَعْطَيْتَ

Allahumma ath-amta wa saqayta wa aghnayta wa aqnayta wa hadayta wa ah yayta falakalhamdu alaa maa a’thayta.

Artinya: “Duhai Allah, Engkau telah memberi makan, minum, memperkaya, menyangkutkan, menunjukkan, dan menghidupkan. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau karuniakan.”


Adab Makan Rasulullah dan Peringatan Anti Mubazir

Selain membaca doa, menyempurnakan ibadah makan juga harus diiringi dengan adab (etika) yang baik, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Salah satu adab terpenting adalah menghabiskan makanan. Sering kali, kita mengambil makanan berlebih yang berujung tidak dihabiskan. Ini adalah tindakan mubazir, suatu perbuatan yang dilarang keras dalam Islam karena termasuk perbuatan saudara syaitan.

Diterangkan dalam buku Rahasia Kedahsyatan Basmalah, larangan mubazir dalam makanan juga ditegaskan Nabi SAW melalui hadits dari Anas bin Malik RA:

“Jika ada makananmu yang terjatuh, maka buanglah kotorannya dan sebaiknya ia memakannya serta tidak membiarkannya untuk syaitan.” Dan beliau memerintahkan kepada kami untuk menjilati piring seraya bersabda, “Bahwa sesungguhnya kamu tidak mengetahui pada makanan yang mana adanya berkah itu.” (HR Muslim)

Dengan mengamalkan doa dan menjaga adab makan, insya Allah setiap suapan yang kita konsumsi akan menjadi sumber keberkahan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Catatan:
Semua doa itu baik, tergantung dari apa yang diyakini dan bagaimana hati meyakininya. Tidak ada doa yang salah, karena setiap doa adalah bentuk harapan dan penghambaan.

ruangdoa.com hanya berupaya menjadi perantara, tempat berbagi makna, tulisan, dan pengingat bahwa setiap kalimat yang diucap dengan keyakinan bisa menjadi jalan turunnya rahmat dari Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab

Share:

Related Topics

Baca Juga