ruangdoa.com – Tradisi membaca Surah Yasin dan Tahlil merupakan amalan spiritual yang telah lama mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat muslim di Indonesia. Amalan ini sering dilakukan pada malam Jumat, saat acara doa bersama, atau secara khusus saat mendoakan kerabat yang telah meninggal dunia.
Rangkaian pembacaan Yasin dan Tahlil umumnya dimulai dengan tawasul (mengirim hadiah pahala kepada Nabi, keluarga, dan para ulama), dilanjutkan dengan Surah Al-Fatihah, sebelum masuk ke pembacaan inti Surah Yasin. Setelah Surah Yasin selesai, rangkaian dilanjutkan dengan Tahlil, yang berisi serangkaian dzikir dan doa.
Mengacu pada literatur keagamaan, seperti buku Tradisi Amaliyah Warga NU, bacaan tahlil disusun dari ayat-ayat Al-Qur’an yang bertujuan menguatkan keimanan. Beberapa surah dan ayat penting yang selalu dibaca dalam rangkaian tahlil meliputi Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, lima ayat pertama dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, serta Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255).
Setelah seluruh rangkaian bacaan selesai, amalan ini ditutup dengan doa bersama. Berikut adalah bacaan doa penutup Yasin dan Tahlil untuk arwah, yang dinukil dari sumber-sumber terpercaya:
1. Doa Penutup Yasin dan Tahlil Pertama
Doa ini merupakan permohonan agar pahala bacaan yang dilakukan diterima oleh Allah SWT dan disampaikan kepada arwah yang dituju, termasuk para nabi, wali, dan keluarga.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلُ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبِّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى حَضَرَةِ حَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ وَالْمُصَنِّفِينَ الْمُخْلِصِينَ وَجَمِيعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيلِ اللهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، خُصُوصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الجيلاني، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرْهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَاتِنَا، وَنَخَصُ خَصُوصًا إِلَى مَن اجْتَمَعْنَا هُهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ
Latin: Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbahnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa rahmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ila hadirati habîbinâ wa syafî’nâ wa qurrati a’yuninâ sayyidinâ wa maulânâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ, wa ila jamî’i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîna wash-shahâbati wat-tâbi’înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilînâ wal-mushannifinal-mukhlashînâ wa jamî’il-mujahidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamînâ wal-malâ’ikatil-muqarrabînâ, khushûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qadir al-Jîlânî, tsumma ilâ arwahi jamî’i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa magharibihâ barriha wa bahriha khushushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khushûshan ilâ man ijtama’nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.
Artinya: “Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan sholawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad, kepada semua temannya dari para nabi dan para utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat Muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.”
2. Doa Memohon Ampunan bagi Ahlul Kubur
Doa ini fokus memohon ampunan, rahmat, dan kasih sayang khusus bagi ahli kubur (yang telah meninggal) yang semasa hidupnya mengucapkan kalimat tauhid.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللَّهُمَّ أُنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللهِ
Latin: Allâhummaghfirlahum warhamhum wa ‘âfihim wa’fu ‘anhum, allâhumma anzilir-rahmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muhammadur-rasûlullahi.
Artinya: “Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).”
3. Doa Sapu Jagat dan Penutup Akhir
Sebagai penutup universal, rangkaian doa ini diakhiri dengan permohonan kebaikan dunia akhirat (Doa Sapu Jagat) dan diakhiri dengan tasbih, salam, serta pembacaan Surah Al-Fatihah.
رَبَّنَا أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ، الْفَاتِحَة
Latin: Rabbanâ arinâl-haqqa haqqan warzuqnât-tibâ’ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanatan wa fil-âkhirati hasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subhâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salâmun ‘alal-mursalin, wal-hamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtihah…
Artinya: “Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka. Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah.”








