ruangdoa.com
Nabi Yusuf Alaihi Salam adalah salah satu utusan Allah SWT yang kisahnya penuh hikmah, terutama terkait anugerah ketampanan luar biasa dan mukjizat menafsirkan mimpi. Kemampuan istimewa inilah yang pada akhirnya menjadi jalan penyelamat beliau dari masa-masa sulit di dalam penjara, sekaligus mengangkat derajatnya menjadi pejabat tinggi kerajaan.
Ujian di Balik Jeruji dan Dakwah Sang Nabi
Kisah Nabi Yusuf AS masuk ke dalam penjara bermula dari fitnah yang dilancarkan oleh majikannya, Zulaikha, istri dari Al Aziz. Ketampanan Yusuf yang memukau membuat majikannya tidak nyaman, sehingga beliau dijebloskan ke dalam tahanan.
Di penjara, Yusuf AS bertemu dengan dua orang bekas pegawai istana raja. Keduanya adalah pelayan kerajaan yang dituduh mencoba meracuni makanan dan minuman raja, menyebabkan mereka berakhir di balik jeruji besi.
Berkat kepribadiannya yang mulia dan akhlaknya yang baik, Nabi Yusuf mudah akrab dengan dua tahanan tersebut. Suatu malam, kedua bekas pelayan ini mendapatkan mimpi yang sangat aneh dan menakjubkan, yang berkaitan erat dengan pekerjaan mereka sebelumnya.
Mereka pun menceritakan mimpi tersebut kepada Nabi Yusuf AS. Namun, sebelum menafsirkan, Yusuf AS memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum emas untuk berdakwah. Beliau mengajak kedua pegawai itu untuk bertauhid, menyembah hanya kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam, sebelum kemudian memberikan tafsir atas mimpi mereka.
Misteri Mimpi Raja Mesir yang Tak Terpecahkan
Anugerah tafsir mimpi yang dimiliki Nabi Yusuf AS tidak hanya menyelamatkan dua rekannya di penjara, tetapi juga menjadi kunci pembebasan dirinya.
Peristiwa besar terjadi di istana Raja Mesir. Sang Raja bermimpi melihat sebuah penglihatan yang sangat membingungkan, yaitu:
Tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, serta tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering.
Mimpi ini diceritakan dalam Al-Quran Surah Yusuf ayat 43. Raja segera memanggil para penasihat dan orang terkemuka di kaumnya, meminta mereka menjelaskan makna mimpi tersebut:
"Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat menabirkan mimpi’ (QS. Yusuf: 43).
Sayangnya, tak seorang pun dari ahli tafsir istana yang mampu memberikan jawaban yang meyakinkan. Mereka hanya menganggapnya sebagai bunga tidur biasa.
Melihat kebuntuan ini, salah seorang pemuda yang dulunya merupakan pegawai istana dan pernah ditolong oleh Nabi Yusuf AS teringat akan kemampuan luar biasa Yusuf. Ia pun mengusulkan kepada Raja untuk memanggil Nabi Yusuf AS dari penjara.
Tafsir yang Menyelamatkan Negara
Ketika Nabi Yusuf AS dipanggil ke hadapan Raja, beliau dengan cepat dan lugas memberikan tafsir yang detail dan penuh strategi.
Yusuf AS menjelaskan bahwa mimpi serba tujuh itu adalah sebuah peringatan dan ramalan mengenai kondisi ekonomi dan pangan negara di masa depan:
- Tujuh sapi gemuk dan tujuh bulir gandum hijau melambangkan tujuh tahun masa kemakmuran, panen melimpah, dan kesuburan tanah.
- Tujuh sapi kurus dan tujuh bulir gandum kering melambangkan tujuh tahun masa kekeringan panjang dan paceklik yang akan datang setelah masa subur berakhir.
Tafsir ini tidak hanya berhenti pada ramalan, tetapi juga disertai dengan solusi strategis yang cerdas. Nabi Yusuf AS menyarankan agar selama tujuh tahun masa panen, pemerintah dan rakyat harus berhemat dan menyimpan sebagian besar hasil pertanian. Hasil ini harus disimpan di lumbung-lumbung sebagai perbekalan yang cukup untuk menghadapi tujuh tahun masa kekeringan yang akan melanda.
Mendengar tafsir yang logis dan solutif ini, Raja Mesir sangat terkesan. Raja langsung memerintahkan pembangunan lumbung-lumbung besar sesuai saran Nabi Yusuf AS.
Berkat mukjizat menafsirkan mimpi dan kecerdasannya dalam merancang strategi pangan, Nabi Yusuf AS akhirnya dibebaskan dari penjara. Tidak hanya bebas, beliau diangkat oleh Raja menjadi bendahara kerajaan, jabatan yang sangat strategis untuk mengurus urusan pangan dan keuangan negara.
Kisah Nabi Yusuf AS ini mengajarkan kita bahwa setiap ujian dan anugerah yang diberikan Allah SWT memiliki hikmah besar, dan kesabaran serta ketakwaan akan selalu membawa pada jalan keluar yang terbaik.
Wallahu a’lam bish-shawab.








