ruangdoa.com – Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terkenal akan keutamaannya sebagai pembuka pintu rezeki. Doa Dhuha dibaca setelah selesai menunaikan sholat, menjadi pelengkap munajat untuk memohon kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT.
Untuk memahami lebih dalam mengenai praktik ibadah ini, berikut adalah panduan lengkap mengenai waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, niat, hingga bacaan doa Dhuha yang wajib Anda ketahui.
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha dilaksanakan ketika matahari mulai terbit setinggi tombak (sekitar 15 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.
Menurut Ustaz Arif Rahman dalam bukunya Sholat Dhuha: Raih Rezeki Sepanjang Hari, amalan sunnah ini biasanya mulai dilakukan sekitar jam 7 pagi, meskipun waktu terbaik (afdal) adalah ketika matahari sudah meninggi dan terik (pertengahan waktu Dhuha).
Sholat Dhuha memiliki kedudukan yang penting. Amalan ini bahkan disebut sebagai pesan khusus (wasiat) dari Nabi Muhammad SAW kepada Abu Hurairah RA, sebagaimana tercantum dalam hadits:
"Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk selalu puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Dhuha dan mengerjakan sholat Witir sebelum aku tidur." (Muttafaq ‘Alaih)
Jumlah Rakaat Sholat Dhuha
Mengenai jumlah rakaat, para ulama memiliki pendapat yang bervariasi berdasarkan riwayat hadits. Jumlah rakaat Sholat Dhuha paling sedikit adalah dua rakaat, dan paling banyak adalah delapan rakaat.
- Dua Rakaat: Merupakan jumlah minimal yang sering diamalkan.
- Empat Rakaat: Berdasarkan hadits dari Aisyah RA: "Rasulullah mengerjakan sholat Dhuha hanya empat rakaat, dan beliau menambah berapa yang dikehendakinya." (HR Muslim).
- Enam Rakaat: Disebutkan dalam riwayat Ali bin Abu Thalib.
- Delapan Rakaat: Merujuk pada hadits dari Ummu Hani’, saudara perempuan Ali bin Abi Thalib: "Rasulullah SAW mengerjakan sholat Dhuha sebanyak delapan rakaat." (HR Bukhari dan Muslim).
Niat Sholat Dhuha
Sebelum memulai sholat Dhuha, niat wajib dilafalkan di dalam hati. Berikut adalah lafal niat sholat Dhuha dua rakaat:
Lafal Niat Arab
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Lafal Niat Latin
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala."
Doa Dhuha Lengkap (Arab, Latin, dan Arti)
Setelah menyelesaikan sholat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa Dhuha sebagai permohonan rezeki dan ampunan. Doa ini memiliki dua versi, panjang dan pendek.
1. Doa Setelah Sholat Dhuha Versi Panjang
Doa ini sering dikenal sebagai doa pembuka rezeki yang komprehensif.
Lafal Doa Arab
اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Lafal Doa Latin
Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu."
"Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
2. Doa Setelah Sholat Dhuha Versi Pendek (Permohonan Taubat)
Selain doa rezeki, terdapat pula doa pendek yang fokus pada permohonan ampunan, yang dianjurkan dibaca berulang kali.
Lafal Doa Arab
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Lafal Doa Latin
Allahummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rohim.
Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun."
Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membacanya hingga 100 kali setelah sholat Dhuha. (HR Bukhari)
Keutamaan Membaca Doa dan Melaksanakan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha bukan sekadar ritual sunnah biasa, melainkan memiliki fadhilah yang luar biasa bagi seorang Muslim. Diterangkan dalam berbagai kitab dan hadits, beberapa keutamaan utama dari sholat Dhuha antara lain:
- Setara dengan Bersedekah (Shadaqah): Setiap persendian dalam tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya. Sholat Dhuha dapat menggantikan kewajiban sedekah seluruh persendian tersebut.
- Diampuni Dosa-Dosa: Sholat Dhuha dapat menjadi penghapus dosa, bahkan jika dosa tersebut sebanyak buih di lautan.
- Pahala Haji dan Umrah Sempurna: Jika seseorang sholat Subuh berjamaah, kemudian berdiam diri (berdzikir) hingga matahari terbit, dan dilanjutkan dengan sholat Isyraq (dua rakaat awal Dhuha), maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna.
- Jaminan Kecukupan Rezeki: Melaksanakan sholat Dhuha merupakan bentuk tawakkal dan ikhtiar spiritual. Allah SWT berfirman bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan hamba yang sholat Dhuha.
- Dibuatkan Rumah di Surga: Bagi yang istiqamah melaksanakan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat, Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga.
Dengan memahami waktu terbaik, tata cara, dan doa-doa yang menyertai, semoga ibadah sholat Dhuha kita diterima dan menjadi wasilah terbukanya pintu rezeki yang berkah.








